
"Apa kamu kira dengan memecat wanita itu aku bisa percaya lagi sama kamu? gak mas, kepercayaanku sama kamu sudab luntur, aku sudah tidak bisa lagi melihat sosok pria yang aku kagumi dulu. Itu tidak ada pada dirimu yang sekarang, waktu sudah merubah kamu mas"
"Aku mohon, maafkan aku, aku rela menunggu berapa lama pun asal kamu memberi aku kesempatan. demi anak kita" ucap Ido bersimpuh memohon di kaki istrinya.
Sofie yang hendak melangkah pergi, membeku di tempatnya
"Please maafkan aku demi anak kita"
Sofie sedikit terkejut saat Ido tahu tentang kehamilannya, namun ia kemudian sadar, kedatangan Ido pasti ada sangkut pautnya dengan kedatangan kedua orangtuanya.
Sofie menghela nafas, ia merasa sesak di dada karena permasalahan yang kini menimpa keluarganya terutama pengkhianatan Ido.
"Apa kamu saat selingkuh memikirkan bagaimana perasaanku?
aku menerimamu karena aku fikir kamu benar-benar tulus tetap mencintaiku walau sudah bertahun tahun lalu kita berpisah, tapi apa yang aku dapat? apa semudah kamu minta maaf, sakit do, rasanya sakit hati ini"
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu maafin aku? apa kamu tega memisahkan anak itu dari papanya? "
Sofie terdiam lama, ia memang tak ingin berpisah dari Ido karena anak dalam kandungannya, namun memaafkan Ido itu soal yang lain.
Untuk hal itu, Sofie belum bisa.
"Sebaiknya , kita temui mama sama papamu" ucap Sofie bangkit
"Jadi....? "
__ADS_1
"Maaf, saat ini hatiku masih sakit"
Sofie melangkah meninggalkan Ido yang masih bersimpuh di lantai
"Arrggghh, susah sekali meluluhkan hati Sofie, lebih susah saat aku membuatnya jadi milikku.
Aku harus lebih hati-hati lain kali jika membuatnya marah" gumam Ido menonjok lantai, namun ia meringis dan mengibas-ibaskan tangannya karena sakit.
Risya yang kembali keruang makan melihat kelakuan Ido tertawa terbahak-bahak
"loe udan kuat mukul ubin? kalau loe butuh teman sparing, gue siap" ucap Risya tersenyu mengejek, lalu mengambil buah apel dimeja makan dan meremasnya hingga hancur.
Ido yang melihatnya melongo dan bergidik ngeri, lalu langsung cabut menuju ruang tamu
"Dasar kingkong" gerutu Ido yang terdengar Risya, membuat Risya makin cekikikan tertawa puas
peak peak peakkkoookkkkk (meniru suara ayam berkotek) " Risya berjalan mengikuti Ido dengan gaya ayam sambil berkotek, membuat kedua orangtuanya melotot melihat kekonyolan anak bungsung nya
"Huss Risya kamu sana, kami mau berbicara serius dengan kakakmu" ucap Haryo yang menahan tawa melihat kelakuan Risya.
Risya hanya mengacungkan jempol lalu kembali kedalam dengan tangan di lipat ke ketiak dan berkotek layaknya ayam membuat wajah Ido makin merah karena marah dan malu di ejek Risya tanpa bisa membalas.
Sepeninggalan Risya, suasana kembali tenang.
Haryo memandangi satu persatu pasangan muda di depannya bergantian
__ADS_1
"uhm, maksud papa dan mama memanggil kalian kemari adalah untuk menyelesaikan masalah kalian.
Papa disini tidak akan membela siapapun, tidak Sofie maupun Ido. Kami sebagai orangtua hanya bisa mengarahkan jalan yang terbaik, tapi keputusan final tetap ada di tangan kalian berdua" Haryo menghela nafas sejenak lalu melanjutkan ucapannya
"Dua hari lalu, papa mendapat info dari Risya, jika Sofie memergoki Ido sedang dengan karyawannya bertindak asusila, karena hal itu papa sangat marah.
Papa dan mama selaku orangtua meminta maaf pada Sofie, karena kami sebagai orangtua telah gagal mendidik anak kami"
"Tapi pa... " Haryo memberi tanda agar Sofie mendengarkan perkataanya hingga selesai
"Papa mau mendengar dari kalian berdua di mulai dari Ido"
"Ido mengakui kesalahan Ido pa, Ido rela menerima hukuman atau apapun dari Sofie tapi Ido mohon beri Ido kesempatan, Ido gak mau kehilangan Sofie dan anak kami.
Ido masih sangat mencintai Sofie"
"Apa kamu sudah minta maaf dengan istrimu? " tanya Tania
"Sudah, tapi Sofie gak bisa maafin Ido" ucap Ido tertunduk lesu
"Lalu apa yang akan kamu lakukan jika maaf iti tidak kamu dapatkan? apa seperti itu laki-laki? "
"Ido akan tetap berusaha meminta maaf sama Sofie, berapa lama pun Ido siap" ucap Ido menatap Istrinya membuat air mata Sofie jatuh tak tertahan
"Kamu Sof? " tanya Tania menyentuh tangan mantunya memberi kekuatan
__ADS_1
"Sofie masih belum bisa memutuskan ma, pa, maaf"