Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Tuhan Ampun


__ADS_3

Setelah makan malam Sofie langsung pamit istirahat.


Semenjak kehamilannya karena terlalu banyak mual dan muntah, Sofie jadi mudah lelah, ia akan berada di tempat tidurnya sepanjang hari, bergulingdl dari sudut satunya kesudut lainnya, sementara Ido hanya memandangi ulah istrinya dan tersenyum


"Apa kau seekor kucing? kulihat kau berguling-guling seperti kucing yang bermain di karpet"


"Kalau aku seekor kucing, sudah ku cakatlr kamu mas" ucap Sofie cuek masih berguling sambil mendengarkan musik"


"Lihatlah perbuatanmu, seprai sampai berhambur, bereskan, aku sudah mengantuk" ucap Ido mendekati Sofie ingi menciumnya


"Maaaassss lepasin, kamu bau" teriak Sofie sambil mendorong Ido hingga jatuh dari kasur


"Aduh" ucap Ido karena pantatnya terjatuh di lantai


"Maaf mas, gak sengaja. Apa itu sakit? " tanya Sofie kawatir yang melihat Ido meringis sambil memegangi bokongnya


"Udah tahi nanya lagi" dengus Ido masih mengelus bokongnya , ia lalu hendak naik keatas ranjang, namun Sofie dengan sigap menghalang-halangi


"Gosok gigi dulu mas, mulutmu bau" ucap Sofie menjepit hidungnya


"Sore tadi aku sudah gosok gigi yank"


Sofie hanya diam memandang tajam kearah Ido


"Baiklah, baiklah aku gosok gigi lagi" ucap Ido pasrah, ia berjalan agak terpincang ke kamar mandi dan mengosok gigi nya.


Beberapa menit kemudian ia kembali dan bersiap. naik ke atas ranjang

__ADS_1


"Coba hah" ucap Sofie memeriksa Ido


"Mas, ish mulut kamu masih bau, pasti gosok giginya gak bersih nih" ucap Sofie membekap mulutnya karena mual dan ingin muntah


"Aku su... , iya iya, aku gosok gigi lagi"


Udo berjalan gontai ke arah kamar mandi lalu mengulang menggosok giginya lagi kemudian berkumur menggunakan antiseptik


"Sekarang aku sudah gosok gigi dan berkumur, jadi mas boleh tidur kan sayang"


"Enggak, masih bau. gosok lagi sampai bersih, kalau perlu satu pasta gigi habiskan, mulut mas bau banget"


"tapi mas sudab ngantuk sayang"


"Mas tinggal pilih, mau gosok gigi lagi atau tidur di kamar mandi sekalian" ancam Sofie


Dengan terpaksa Ido menyeret langkahnya menuju kamar mandi, mengulang menggosok giginya.


"Bagaiman sekarang? "


"Lulus, boleh bobo, met malam suamiku. Cup" Sofie mendaratkan ciuman di pipi Ido lalu tak lama kemudian ia tertidur


sementara Ido merasakan nyeri di giginya karena terlalu banyak mengoosoknya


dan bibirnya serasa tebal


"Ini mah urusannya bersih sih bersih tapi... besok sariawan kebanyakan pasta gigi" gerutu Ido

__ADS_1


Sebenarnya ia mau marah, namun Ido coba bersabar. malam ini dia dipaksa bolak balik ke kamar mandi, entah esok apa lagi ulah Sofie.


Ido yang tadinya masih marah, melihat wajah polos Sofie yang tenang menjadi luluh


Bagaimanapun itu kemauan anak dalam perut Sofie yang se akan menghukum ayahnya dari dalam perut


Ido mencium kening Sofie dan merebahkan dirinya di samping Sofie, tak la kemudia ia pun tertidur.


Keesokan harinya, Ido mengerjapkan matanya, ia melihat Sofie sudah tidak berada di sampingnya.


Ido lalu mandi dan bergabyi baju, lalu keluat dari kamarnya dan siap berolah raga


"Massss, mass" panggil Sofie dari arah ruang tamu


Ido menghampiri Sofie yang terlihat cemberut


"Mas kenapa gak pake baju tidur sih?"


"Lah mas kan mau olahraga sayang, masa pake baju tidur?"


"Ih pake baju tidur aja yank, pokoknya mas harus pake baju tidur, mau olah raga kek, amkan kek, Sofie mau mas pake baju tidur titik" tegas Sofie sambil bersedekap tangan


"Tapi sayang.. "


"Enggak pake tapi- tapian, Sekarang mending mas ganti baju cepetan Sofie mau makan bubur mang dadang yang ada di depan komplek"


"Nah kamu udah kelaperab kan, ayuk gak usah ganti baju" bujuk Ido berusah berkelit

__ADS_1


"Cepetan ganti baju" ucap Sofie singkat


"Aaaaarrrggg ya Tuhan Ampun, hambah nyerah di siksa terus. sekarang di buat malu" ucap Ido berteriak dalam hati


__ADS_2