
Andre mendorong kereta belanjaan, ia meletakkan dian di dalamnya, sementara Sasha sedang berlari kesana kemari membanti Sofie membawa barang dan meletakkan di kereta dorong yang di bawa Andre.
"Adik cantik namanya siapa? umur berapa? " tanya seorang spg melihat Andre mendorong Dian dalam kereta dorong
"Dian tiga taun" ucap Dian cadel
"Anak nya pinter banget om, cantik lagi pasti mama nya cantik juga"
Andre hanya tersenyum tak mengatakan apa-apa, ia bingung harus menjawab apa karena ia tak kenal dengan ibu si anak ini
"Om beli susu ini dong, bagus loh buat anak nya" ucap si SPG yang ujung-ujungnya menawarkan produk nya.
ia juga meminta foto Andre beberapa kali dan no telepon, membuat Andre jengah dan memberi nomor ponsel lalu membeli beberapa produk yang ditawarkan si SPG setelah itu buru-buru menyusul Sofie.
Dian yang sumringah mendapat banyak susu di dorongannya memanggil kakak nya yang sibuk membantu Sofie
"Kakak, Dian di beliin susu dong" ucap nya pamer. membuat Sasha antusia mendekati nya.
mau tak mau Sofie yang penasaran ikut menengok ke arah Dian dan benar saja kereta dorong mereka penuh dengan susu dan wajah Andre yang berkeringat karena ia mendorong Dian secepatnya meninggalkan stand susu tadi
"Mas, kamu gak salah ambil susu segitu banyaknya? "
"Ah ini, iya aku yang belikan nanti aku yang bayar" ucap Andre salah tingkah
"Mama, tante yang jual genit, om di ajak foto" ucap Dian mengadu membuat Andre buru-buru menyumpal mulut Dian dengan susu
Sofie mengeryitkan alisnya, lalu mengikuti arah tangan Dian, dan ia tertawa mengerti.
setelah semua keperluan Sofie didapat, ia mengajak Andre menuju kasir yang melewati Stand susu tadi
"Dada om ganteng, dada Dian" ucap si Spg yang Sofie taksir usianya baru dua puluhan.
Sofie menahan tawa melihat Andre yang pura-pura tak mendengar
"Mas di sapa sama daun muda tuh" ucap Sofie cekikikan, sementara Andre memasam wajah masam.
Setelah membayar semua belajaan Sofie, Andre membawa semua belanjaan tersebut menuju mobil Sofie.
"Mas, makasih ya sudab nemanin aku sama anak-anak seharian"
"Iya sama-sama, jangan lupa janji kamu ya" ucap Andre dari jendela mobil Sofie, lalu Sofie menjalankan kendaraan nya meninggalkan Andre yang masih melambaikan tangan
Andree melihat jam di pergelangan tangan nya, sudab jam delapan malam, ia lalu membuka ponselnya yang sengaja di mode silent, berpuluh-puluh panggilan dan pesab singkat dari Ikbal, asisten sekaligus sahabat Andre.
Andre lalu menelpon Ikbal, setelah menunggu beberapa kali nada panggil akhirnya Ikbal mengangkat telepon nya
"Andreeee, loe kemana aja sih? susah banget di hubungi.
__ADS_1
Sianh tadi kita ada meeting sama Mr masamoto, loe buat gue jadi gak enak sama beliau karena membatalkan janji, gue bilang aja lor sakit biar dia gak kecewa dan batalin perjanjian kerja sama kita.
Sebenernya loe kemana sih, gue samperin ke rumah, orang rumah bilang kalau loe udab dari pagi keluar" Andre menjauhkan terlinga nya dari ponsel, ia sudah tahu jika Ikbal akan mengomel panjang lebar karena ia tiba-tiba menghilang
"Ikbal hari ini gue bahagia" Ucap Andre tanpa mengindahkan ucapann Ikbal
"Hallo loe denger gak apa yang gue omongin?"ucap Ikbal sewot
"Gue mau pulang dan mimpi indah" ucap Andre mematikan ponselnya lalu berjalan menuju mobil nya, ia lalu melajukan kendaraan nya menuju apartemen nya.
dengan bibir tersenyum
"gur harus dapatin wanita itu bagaimana pun cara nya" ucap Andre bertelad dalam hati.
Kediaman Sofie
Sofie menurunkan semua barang belanjaan nua di bantu Erna, sesampainya di dalam rumah, ia menyadari ada dua paperbag yang seingat nya tidak ia beli.
Setelah menyerahkan beberapa tentengan pakaian yang di belinya untuk Sasha dan Dian. Setelah merapihkan semua kebutuhan dapur yang di belinya, Sofie membawa dua paperbag tersebut ke kamar lalu membuka nya
Ia terkejut melihat sebuah dress sederhana namun terkesan elegan dan di paperbag satunya lagi ia melihat sepasang sepatu dengan warna senada gaun itu, warna pastel,. warna kesukaan nya.
Sofie melihat ada sebuah kertas di bawah sepatu tersebut dan membaca nya.
"Sofie, jika aku memberi kan langsung, aku yakin kami menolaknya, jadi aku sembunyikan diantara barang belanjaaanmu
Ini sebagai permintaan maafku waktu itu, jangan menolaknya atau aku akan sedih.
Jangan lupa utang janjimu dua kali makan malam denganku, dan aku berharap kamu mau memakai gaun dan sepatu pemberianku.
Andree
"Ya Tuhan mas andreee" pekik Sofie
Ia merasa tak enak dengan pria itu, lama tak berjumpa, sekalinya berjumpa ia sudah menolong Sofie, membawa semua belanjaannya, membayar nya lalu kini sebuah hadiah tak terduga, walau tidak bisa di pungkiri Sofie menyukai dress ini.
"Ah laki-laki itu, selalu bisa memikat hati wanita" gumam Sofie dalam hati.
Ia mencari kontak telepon Andre lalu menghubungi nya
Hanya satu kali nada dering, terdengar suara bas nan merdu di ujung telepon
"Hallo Assalamu 'alaikum"
"Wa'alaikum salam, mas ini Sofie"
"Iya mas tahu"
__ADS_1
"Oh, mas mengapa memberikan barang itu, Sofie berhutang banyak sama mas jadinya"
"Kamu suka? " Sofie mengangguk lalu menyadari kebodohannya, bagaimana Andre bisa melihat
"Uh, suka tapi mas"
"Kalau kamu suka mas senang, itu sebagai permintaan maaf mas waktu itu"
"Mas Sofie sudah maafin mas, kita gak usah bahas lagi"
"Tapi mas masih merasa gak enak. jadi mas harap kamu gak menolak pemberian mas, dan jangan lupa utang mu makan malam sama mas dua kali, lebih juga gak apa-apa mas malah senang hehe" ucap Andre tertawa
Niat Sofie menelpon Andre adalah untuk mengembalikannya, namun ia jadi bingung sendiri
"Ya udah mas mau makan malam kapan? "
"Nanti mas hubungi kamu lagi ya"
"Iya mas, kalau begitu Sofie istirahat dulu ya, met rehat mas"
"met rehat, sweet dreams"
Panggilan berakhir, Sofie masih menatap bingung pada gaun yang di berikan Andre.
Gaun itu membuat Sofie jatuh hati pada pandangan pertama.
Sementara Andre masih memandang ponselnya, ia melihat walpaper ponselnya, seorang gadis sedang tersenyum manis, gadis itu tak lain adalah Sofie.
Ternyata Andre diam-diam mengambil foto tanpa sepengatuan Sofie.
Andre menghubungi Ikbal,
"Ikbal, tolong cari informasi sekarang juga tentang Sofie"
"Bro besok gue kabarin loe, sekarang gue mau tidur dulu"
"Loe mau gue pecat? " teriak Andre
"Dasar bos kejam, loe kaya kompeni" ucap Ikbal kesal
"Itu loe tau. cepat gue nunggu kabar loe dalam dua jam"
"Whaaattt?? loe yang bener aja bro...
Tut tut tut
Panggilan diakhiri Andre
__ADS_1