Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Rindu


__ADS_3

"Gue juga bakal rindu sama loe, hidup bahagia lah dan lupakan masa lalu walau itu berat, loe juga pantas buat bahagia.


Pak Andre sangat mencintai loe, gue yakin dia bakal jadi suami terbaik untuk loe" bisik Nia lirih diteliga Sofie


Sofie hanya bisa mengangguk pelan, suaranya tercekat di tenggorokan


Nia tahu perjalanan hidup Sofie penuh dengan aral melintang , cobaan dan duri tajam.


Kesedihan, kehilangan, keputusasaan, penghianatan mewarnai jalan hidup sahabatnya itu


Nia ingin melihat Sofie bahagia dengan Andre, Pria yang tulus mencintai Sofie yang rela menanti hingga bertahun-tahun demi Sofie.


Nia selalu berdoa untuk kebahagiaan sahabatnya itu


Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruang kerja Sofie tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sontak membuat Nia dan Sofie langsung menengok kearah pintu masuk


"Hai para gadis, ada acara apa nih pada pelukan kaya teletubies" ucap Andre langsung melangkah menuju Sofa dan duduk disana


Nia dan Sofie langsung melepas pelukan mereka da. menghapus air mata masing-masing


"Sof, gue cabut dulu ya, tuh yang dari tadi loe pikirin dah disini" ucap Nia melirik sekilas kepada Andre lalu bergegas meninggalkan ruang kerja Sofie sambil mengedipkan sebelah matanya


"Nia, kita masih bahas laporan" Sofie berusaha menahan Nia agar tidak pergi


"Percuma, loe gak akan konsen, mending loe obatin dulu penyakit rindu loe sama arjuna loe, mumpung dia nyasar kesini" teriak Nia di iringi tawa lalu menutup pintu ruangan Sofie setelah ia keluar


"Jadi ada yang rindu nih ceritanya sama mas?" goda Andre menaik turunkan alisnya, sementara wajah Sofie merona merah karena malu


"Ih siapa yang rindu, Nia aja tuh mulutnya ember" gerutu Sofie menyangkal


"Duh kirain rindu sama mas, kasian dong mas doang yang rindu sama kamu" terlihat Andre berpura-pura sedih


"Lebay ih mas Andre, bilang rindu tapi gak ngabarin seharian, sebel" ucap Sofie langasung menutup mulutnya sendiri


"Ah mulut gak tahu ngerem, ngapain juga pake jujur sama mas Andre kalau aku nungguin telepon dari dia?, bisa kegeeran dia"gumam Sofie dalam hati


Tiba-tiba Andre sudah berada dekat dengan Sofie, entah sejak kapan Andre berjalan kearahnya, ia terlalu sibuk menutupi malunya karena blak blakan berharap Andre menghubunginya

__ADS_1


Andre mengalungkan tangannya di pinggang ramping Sofie membawanya dalam pelukannya, ia menengadahkan wajah Sofie menghadap padanyanya


"Sayang mas minta maaf ya, kemarin mas ada urusan mendadak dan harus keluar kota, mas segera menyelesaikan urusan mas disana jadi mas gak ada waktu telepon kamu, mas cuma mau secepatnya kembalu ke kota ini dan langsung bertemu dengan wanita yang selalu buat mas kangen.


I miss u so much sayang" ucap Andre mengecup kening Sofie lembut, membuat hati Sofie luluh, ia tak lagi marah pada Andre, justru ia sangat senang Andre langsung menemuinya segera setelah ia kembali


"Jadi mas belum istirahat terus langsung ke sini? " tanya Sofie menatap mata kekasihnya


Andre mengangguk pelan, tangannya merapihkan anak rambut Sofie dan menyematkannya di belakang telinga Sofie


"Mas harusnya istirahat, Sofie ngertiin kok kalau mas sibuk, yang penting mas kasih kabar, jadi Sofie gak kwatir"


"Apa kamu mengkawatirkan mas? tanya Andre senang


"Tentj saja mas, masa iya pacar sendiri ilamg tanpa kabar gak kawatir?" ucap Sofie memanyunkan bibirnya


Cup


Sebuah ciuman mendarat di bibir Sofie


"Sofie juga sayang mas" Sofie membenamkan wajahnya di dada bidang Andre, ia merasa damai, bahaga dan merasa sangat di cintai oleh pria ini


Kkkkrrrruuuucccccuuuuuuukkkkkk


Sofie tertegun dan tiba-tina tertawa


"Mas laper ya? ayo kita keluar cari makan" ucap Sofie melepas pelukannya"


"Mas masih mau memeluknya seperti ini" ucap Andre manja


"Kalau mas masih seperti ini, nanti mas bisa sakit karena telat makan, ayo kita makan ya?" rayu Sofie, Andre hanya mengangguk pasrah


Sofie segera menyambar tas nya lalu memggandeng tangan Andre keluar dari kantornya


Andre dengan mesra memeluk pinggang Sofie, awalnya Sofie merasa risih di perlakukan seperti itu di depan umum, namun ia membiarkan saja karena Andre seperti sedang memamerkan kepemilikan dirinya pada semua orang


Beberapa karyawannya terlihat tersenyum sambil berbisik-bisik, mereka menyapa Sofie dengan Sopan

__ADS_1


"Siang bu Sofie" ucap salah satu karyawan yang berpapasan dengannya


"Siang" balas Sofie dengan senyum ramah keluar dari gedung perusahaannya


"Loe liat gak pacar bu Sofie? gila ganteng abis, cocok banget sama bu Sofie, semoga mereka jodoh ya?" ucap Karyawan berambut sebahu


"Amiiinnnn, gue juga berdoa semoga beliau bahagia, kasian habisnya beliau tuh atasan yang baik banget, sayang nasibnya kurang baik" timp rekannya yang berambut sebahu


"Iya, loe liat laki-laki yang jadi pacarnya, ya Ampun ganteng banget, adek rela bang jadi yang kedua" cerotos seorang karyawan yang baru bergabung dalam. obrolan mereka


"Woi, loe kan bulan depan mau kawin, masih sempet-sempetnya ye cuci mata, mau loe kemanain si Zapra? " ucap Rekannya yang sejak tadi diam mendengarkan


"Namanya juga cewe, suka keindahan, lagian yang licin-licin gitu mubazir ga diliat" ucapnya cuek membuat rekannya mengiyakan setuju


"Licin? kenapa gak loe kasih minyak si Zapra mukanya, kan licin juga? " ucap karyawan berambut panjang


"Licin kaga demek iya, kaya cucian emak gue yang kaga kering dua hari, puas loe" saut karyawan tersebut kesal membuat para rekannya tertawa terbahak-bahak melihat temannya sensi


"Kalian apa tidak ada kerjaan selain bergosip? cepat kembali ke meja kalian sekarang" ucap. Nia menatap satu persatu karyawan yang sedang bergosip itu, tanpa komando mereka langsung berjalan cepat memuju meja mereka masing-masing


"Untung bu Nia baik, coba kalau yang lihat kita lagi bergerombol bu Ningsi, sudah pasti wasalam kita" ucap salah satu karyawan yang bergosip tadi


"Iya ya, makannya bu Nia dapat suami bule, kalian udah pernab liat belom?, Masya Allah....." ucap karyawan berambut pendek menggantung kalimatnya membuat rekannya penasaran


"Kenapa? ganteng ya? " tanyanya penasaran begitu juga rekannya yang lain


"Masya Allah tinggi banget, gue aja sampe seketek tuh bule" ucapnya cengengesan


"Ye, kalu itu mah loe nya aja yang kurang gizi makannya bantet kaya adonan kurang pengembang" cibir rekannya sewot membuat yang lainnya tertawa terpingkal-pingkal


"Sue loe gak asik ab bawa fisik, lagian loe pake nanya ganteng gak? ya namanya bule pasti ganteng" ucapnya cuek membuat rekannya gemas ingin menjitaknya, namun mereka melihat Nia kembali dengan membawa Hans, hari ini mereka berencana fitting baju untuk acara pernikahan mereka


"Ganteng ya? " ucap karyawan berambut panjang"


"Ganteng sih ganteng, lap dulu tuh iler ahahhaa" ucap Karyawan berambut pendek membalas rekannya yang tadi membulinya


"Sue loe" teriaknya melempar pulpen ke arah rekannya tersebut

__ADS_1


__ADS_2