
Sofie berjalan mondar mandir di depan halaman rumah, berkali-kali ia menengok ke arah pintu rumah utama, namun yang ditunggu tak kunjung keluar
"Ah lama sekali sih mas Ido, cuma ganti baju aja setahun" gerutu Sofie
Tiba-tiba pintu terbuka namun yang keluar mama dan papa nya
Sofie langsung menunduk lesu menghampiri papa dan mama nya
"Sayang sedang apa kamu di sana? seperti orang bingung mondar-mandir"
"Lagi nunggu mas Ido ma, Sofie mau makan bubur di deoan komplek tapi makan disana.
Mama sama papa mau?
"Ah tidak sayang, mama sama papa mau lari pagi dulu, kita ketemu disana ya" ucap mama mengedipkan sebelah matanya
Setelah kedua orengtua nya pergi, Sofie mulai tak sabar menanti Ido yang tak kunjung keluar rumah
Tiba-tiba pintu terbuka dan Ido muncul dengan memakai piyama yang ia kenakan tadi malam
__ADS_1
Sofie langsung tersenyum sumringah dan berjalan menghampiri Ido lalu menggandeng tangan Ido dengan manja
"Mengapa lama sekali sih yank, aku sudah kelaperan"
"Aku gak pede pakai baju seperti inu keluar, sebaiknya aku ganti baju dulu" ucap Ido ingin berbalik arah masuk kembali ke dalam rumah namun Sofie menahannya
"Pakai baju itu saja, ayoo. atau aku berubah pikiran" ajak Sofie setengah memaksa Ido yang dengan enggan mengikuti langkahnya
mereka lalu menuju tukang bubur yang Sofie inginkan, sampai disana ternyata suasana ramai, terlebih sekarang adalah hari minggu. Banyak warga yang selesai berolahraga lalu mampir di tukang bubur yang terkenal enak di lingkungan tempat tinggal Prakoso
"Ayo yank turun" Ajak Sofie, namun Ido terlalu malu untuk turun karena pakaian yang ia kenakan
"Ih cepetan turun masss, masa diem aja? nanti buburnya keburu habis
Ido lalu perlahan turun dari kendaraannya dan beberapan orang yang melintas memandangnya dengan pandangan sulit diungkapkan
"Serasa jadi badut gue disini, saltum alias salah kostum jadi pusat perhatian orang-orang" Ido terus menggerutu mengekor Sofie yang berjalan ke arah tukang bubur
"Mang Udin bubur dua ya, puya Sofie biasa ya" teriak Sofie pada tukang bubur langganannya
__ADS_1
"Eh neng Sofie, udah lama gak kesini, siap neng. mau diantar apa makan disini? " tanya mang Udin ramah
Sofie menoleh pada Ido yang canggungbdan wajahnya memerah karena malu
"Diantar aja mang, mobil Sofie di sana " ucap Sofie menunjuk mobilnya yang terparkir
"Siap neng ditunggu"
Sofie lalu mengajak Ido menuju stand minuman dan membeli air mineral untuk mereka berdua tak lupa ia membeli cilok kesukaannya yang berada di sebelah stand minuman
Ido hanya memperhatikam Sofie yang dengan lahap menikmati cilok kesukaannya, Ido terkenal suka kebersihan sehingga ia tak tertarik panganan pinggir jalan, namun melihat ekspresi makan Sofie, ia jadi ngiler
"Apa makanan itu sebegitu enaknya? "
"Ini makanan enaaaak dan susah di cari yanm, kamu mau coba? ayolah satu aja, dijamin kamu pasti ketagihan"
Sofie memaksa Ido memakan satu butir cilor dan melihat ekspresi Ido dan tersenyum
"Gimana? enak kan? jangan lihat dari tempat nya tapi rasanya, asalkan bersih di pinggir jalan itu banyak kok makanan enak, seperti ya cilok ini, mau lagi gak? "
__ADS_1
Ido menggangguk pelan dan Sofie langsung menyuapinya, sengaja Sofie membeli ukuran dua porsi karena ia ingin memperkenalkan jajanan pinggir jalan ini pada Ido.
Tidak lama kemudian bubur pesanan mereka datang, lalu mereka menikmati sarapan bubur, Ido hingga nambah. Ia sudah lupa dengan pakaian yang ia kenakan, yang penting perutnya terisi