Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Jebakan II


__ADS_3

Dimas sudah berada di kamar sebuah hotel bintang empat di pusat kota.


Sementara Sofie, Nia dan Azis berada tepat di sebelah kamar Dimas.


Mereka sudah melengkapi kamar Dimas dengan kamera tersembunyi di beberapa titik.


Tepat setengah jam lagi waktu yang di janjikan oleh Ricky akan membawa Vivi.


seperti perkataan Jack, Ricky sendiri lah yang mengantar Vivi ke kamar Hotel.


Vivi sendiri masih tergolong sangat muda, mungkin diusia sekitar dua puluh tahun, dengan kulit putih bersih, hidung mancung, bibir tebal dan body yang sedikit padat, ia bergelayut manja di bahu Ricky.


Ricky terlihat malah duduk di lobby dan berbicara dengan Vivi. terlihat wanita tersebut memanyunkan bibirnya tanda tak senang.


Namun demi uang, Ricky rela meminjamkan kekasihnya semalam pada kliennya Dimas.


Dimas juga sudah memesan doping berupa ekstasi dan obat kuat pada Ricky dan yang membuat Ricky senang bukan main, karena Dimas membayar cash serta melebihkan uang pembayaran sebagai bonus sebelum mendapat service.


"Sayang ayolah, aku butuh pertolonganmu, pria itu naksir kamu, walau sudah ku berikan yang lain dia menolak dan rela membayar kamu dengan harga tinggi, bukan aku gak sayang kamu, tapi nanti uangnya buat kamu semua, bagaimana? " tanya Ricky


"Uhm, bener ya? ya udah deh, tapi memangnya kamu ga cemburu gitu aku main sama cowo lain?


Gimana kalau orang itu mau sama aku terus?" selidik Vivi


"Aku gak akan kasih, kamu adalah kucing liarku diatas ranjang" ucap Ricky mengelus dan meremas bokong semok Vivi membuat mata wanita tersebut sayu tersulut gairahnya

__ADS_1


"Sayang kau nakal, apa harus kita bermain dulu baru ketemu klien mu? " tanya Vivi parau


"Tidak sayang, kamu harus menemani pria itu, aku tak mau pria tersebut kekurangan service dari mu" ucap Ricky mencubit kecil hidung Vivi


"Tapi aku mau kamu"


"Aku milikmu besok, kamu bisa melakukan apapun padaku" ucap Ricky mencium bibir Vivi, mengulumnya sebentar, lalu melepaskan.


Ia harus menahan hasratnya karena tidak ingin Dimas merasa tak puas karena Vivi lelah.


Ricky bangkit, lalu mengulurkan tangan pada Vivi, dengan enggan Vivi menerjma uluran tangan Ricky, lalu mereka menuju kamar hotel yang di janjikan.


Setelah sampai di kamar yang di sebutkan Dimas, Ricky langsung memencet bell, dan pintu terbuka.


Ricky sudab siap dengan handuk kimono nya, rambutnya basah dan menampilkan tubuhnya yang atletis serta maskulin, membuat Vivi tak sengaja menatap Dimas tanoa berkedip sedikit pun.


"Ya Tuhan, ganteng dan body nya wow, roti sobek, sexy banget, udah punya istri belum ya, gue rela jadi simpanannya deh.


Kalau gue tahu klien yang di maksud dia, gue lera ga di bayar asal bisa wik wik sama nih cowo" gumam Vivi sambil berhayal


Ricky yang melihat Vivi melotot memandang Dimas tanpa berkedip, Ricky yang melihat langsung kesak dan menyesali keputusannya.


"Eheemmm" dehem Ricky menyadarkan Vivi


"Oh iy mas ayo kita masuk" ucao Vivi tanpa memperdulikan Ricky, ia melambaikan tangan lalu menutup pintu sebelum Ricky beranjak dari depan pintu kamar.

__ADS_1


"Dasar wanita ******, ternyata cintanya sama gue cuma segitu, liat licin dan berotot sedikit langsung lupa gue, awas aja loe, gue akan buat loe menderita" gumam Ricky geram meninggalkan kamar hotel


Sedangkab di dalam kamar, Vivi tanpa malu-malu memeluk Dimas dan mulai melakukan gerakan erotis.


"Ehem, Vivi, saya perlu barangnya dulu, biar bisa kita pakai sama-sama, jadi nikmatnya double" ucap Dimas melepaskan pelukan Vivi


Vivi yang sedang bergairah lalu memajukan bibirnya kesal


"Apa tidak bisa kita langsung saja sayang, aku sudah gak sabar nih" ucap Vivi melepaskan pakaiannya yang hanya minim itu.


"Barangnya dulu please" ucao Dimas datar membuat Vvi dengan jengkel melangkah menuju tas nya dan mengeluarkan lipstik dari tas nya, lalu meyerahkannya pada Dimas.


Alis Dimas naik sebelah melihat apa yang di berikan Vivi


"Ya tuhan, itu barangmu, buka dulu, obatmu ada di bagian bawah kemasan nya" ucap Vivi tak sabar karena melihat Dimas hanya menatap lipstik yang diberikan Vivi.


"Ok sudan semua, siap operasi" ucap Dimas lalu berjalan menuju kamar mandi, memakai pakaiannya, Vivi yang mengira Dimas akan bertelanjang badan keluar jadi melongo melihat Dimas malah keluar dengan pakaian rapih.


"Loh mas? kita gimana kok kamu malah pakai pakaian rapih? tanya Vivi meraih pakaiamnua yang sudab berserakan di lantai.


"Pakai pakaianmu sekarang" ucap Dimas, walau Vivi kesal ia tak bisa berbuat apapun, tak lama kemudian pintu kamar Dimas di ketuk seseorang dan masuklah petugas kepolisian


"Malam pak" ucap si petugas


"Malam, wanita ini orangnya" ucap Dimas yang di balas anggukan kepala si petugas, Vivi yang masih belum menyadari situasi hanya bengong ketika petugas kepolisian mendekati nya lalu memborgolnya.

__ADS_1


"Apa... aapa gue di jebak? Sialan lepasin gue" teriak Vivi ketika petugas tersebut membawa Vivi dengan penolakan dari Vivi tentu nya.


__ADS_2