
Pagi itu Prakoso dan istrinya terlihat sedang kedatangan tamu. Sesekali terdengar gelak tawa dari ruang tamu.
Seorang wanita setengah baya dan suami nya serta seorang anak muda seumuran Sofie terlihat malu-malu sedang di ajak bicara oleh Prakoso
"Jadi jeung Nani, saya senang sekali jeung sekeluarga datang kerumah saya, tapi sayangnya anak saya sedang di rumah nya. Tapi saya sudah kabari dan sedang dalam perjalanan ke sini" ucap Ratih istri Prakoso
"Duh Jeung Ratih pakai repot-repot, nanti juga mereka bisa ketemu lain hari. " ucap Nani berbasa basi, padahal ia ingin sekali melihat anak angkat Ratih dari dekat.
Sebab waktu Sofie menikah, ia dan suami nya masih tinggal di luar negeri.
"Gak apa-apa, putri saya itu anaknya penurut, sudah saya kabari sejak tadi pagi, semalam saya lupa kabari "
Terdengar suara mobil memasuki pelataran rumah. bu Prakoso lalu bangkit memastikan putrinya yang datang
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam" ucap bu Prakoso menyambut kedatangan Sofie
Sofie mencium punggung tangan mama nya
"Maaf ma agak macet tadi"
"Iya gak apa-apa, ayo temui teman papamu, mereka sudah menunggu kedatanganmu"
Sofie di gandandeng mama nya menuju ruang tamu dia lalu menyalami sepasang suami istri dan putra nya.
Sofie merasa risih karena anak dari sahabat papa nya tersebut melihat nya seperti hendak memakannya.
Pria yang ternyata bernama Ronald itu tadi juga menggenggam tangan Sofie lama saat mereka bersalaman hingga Prakoso berdehem hingga ia melepaskan pegangan tangannya.
"Anak jeung Ratih cantik sekali seperti mama nya" ucap jeung Nina yang tak tahu jika Sofie hanya anak angkat.
Namun memang mereka memiliki kemiripan dati mata dan bibir nya. sehingga orang yang tak tahi pasti tidak menyangka jika mereka tidak ada pertalian darah
"Makasih tante, tante juga cantik" ucap Sofie balas memuji
"Hahaa anakmu ini pintar sekali membalikan omongan, oh ya nak Sofie memangnya tinggal sendirj ya? anak muda jaman sekarang memang suka kebebasan gak kaya wong dulu" ucap jeung Nina
"Anak saya ini hanya weekend aja kok itu juga gak setiap weekend karena dia sudah punya rumah sendiri jadi hanya untuk mengecek, sayang kan gak di tinggali" ucap bu Prakoso yang tak terima Sofie di bilang anak suka kebebasan. Sofie menyentuh tangan mama nya, ia tahu mama nya tidak suka dengan ucapan tamu nya tersebut. namun Sofie juga tak menyalahkan tamu nya, karena kondisi sekarang begitu pada umum nya.
"Ronald ini walau sudah besar masih tinggal dengan kami, kami takut dia kena imbas pergaulan bebas" ucap jeung Nina membanggakan anak nya.
Sofie dan Ratih hanya tersenyun mendengar nya.
"Jadi nak Ronald, sekarang kegiatannya apa?" Tanya Prakoso memecah kecanggungan
"Saya bantu papa mengelola perusahaan om, tapi saya harus banyak belajar sama om"
"Ya anak muda harus di latih dari sekarang agar bisa jadi penerus di kemudian hari" timpal Suryo papa nya Ronald
__ADS_1
"Betul tuh, saya setuju sama kamu sur" ucap Prakoso.
"Sofie ajak nak Ronald ke teras belakang, kalian pasti gak betah kan lama-lama bicara dengan orang tua. biar kalian sesama anak muda bicara masa kalian" ucap Prakoso memberi kode
Sofie lalu mengajak Ronald menuju teras belakang rumah nya, ia menyediakan jus dan beberapa cemilan untuk menemani mereka berbincang-bincang.
"Jadi apa kesibukan mu " tanya Ronald membuka percakapan karena Sofie hanya diam
"Ngantor aja"
"Selain itu? "
"Gak ada"
"Kok gak ada sih? " tanya Ronald lagi
"Ya memang gak ada, terus harus di ada-adain? " tanya Sofie balik
"Ya gak juga sih, kamu gak suka ya bicara berdua sama saya? " tanya Ronald yang merasa Sofie tidak se antusias dirinya, ia hanya membalas pendek pertanyaan Ronald tanpa mau balik bertanya.
"Gak juga, cuma aku memang gak pandai bicara" ucap Sofie beralasan.
"Aku suka gadis yang pemalu seperti kamu" ucap Ronald tiba-tiba membuat Sofie sontak melihat ke arah Ronald
"Jangan menilai terlalu cepat, nanti kamu kecewa"
"aku gak akan kecewa, kamu memang cantik dan type ku banget" ucap Ronald lagi.
Andre calling......
"mau apa dia menelpon siang-siang begini? apa mau ajak makan malam ya? " tanya Sofie dalam hati memandang ponselnya hingga dering panggilan telepon berhenti
"Kok gak diangkat? angkat aja, saya orangnya santai" ucap Ronald yang mengira Sofie tidak mengangkat telepon nya karena ada dirinya
"Aapa? " tanya Sofie yang tidak memperhatikan ucapan Ronald
"Telepon nya" Ucap Ronal
Ponsel Sofie berbunyi lagi dan dari orang yang sama
"Maaf ya aku angkat dulu" ucap Sofie sedikit menjauh dari Ronald
"Hallo Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam ya mas ada apa? "
"Kamu lagi sibuk ya, lama sekali angkat telepon nya"tanya Andre diujung telepon
"Ah gak kok mas, cuma tadi gak denger karena ada tamu"
__ADS_1
"Tamu? di hari libur? apa Sofie sudah punya pacar? " tanua Andre dalam hati
"Mas, mas kamu masih di sana? "
"Eh iya maaf, oh kalau gitu mas ganggu kamu dong, ya udah mas matikan ya"
"Eh mas tunggu, Sofie gak keganggu kok" ucap Sofie spontan
"Kenapa gue jadi lebih senang terima telepon Andre dibandingkan nemenin laki-laki itu? "
Namun sikap Sofie membuat pria diujung telepon tersenyun senang bahkan ingin bersorak kegirangan
"Beneran gam ganggu nih, bukannya kamu bilang tadi ada tamu? "
"Iya tapi tamu papa" ucap Sofie lagi
"Sofie aku ke toilet dulu ya" ucap Ronald sengaja mengencangkan suara nya karena ia curiga Sofie sedang menerima telepon dari pria lain.
"Tamu papamu, tapi suara nya masih sangat muda" ucap Andre yang menangkat suara ronald
"Ah iya itu anak teman papa, tadi aku diminta menemani nya" ucap Sofie serba salah
"Sial om Prakoso berniat menjodohkan Sofie dengan anak teman nya, kalau aku tidak bertindak cepat, bisa-bisa aku akan kehilangan wanita ini untuk selama nya dan aku tak mau kehilangan dia lagi untuk kedua kali" ucap Andre dalam hati.
"Mas, kok diam? "
"Sofie mas akan jemput kamu makan malam"
"mas sekarang masih siang" ucap Sofie yang bingung dengan ucapan Andre yang tiba-tiba
"Apa gak boleh mas ajak kamu jalan-jalan dulu, kebetulan ada film bagus, bagaimana?"
"Tapi mas? "
T****ut tut tut
Andre memutuskan panggilannya
Sofie mencoba menghubungi Andre namun tak ada jawaban.
Ia jadi bingung sendiri, ia sudab berjanji pada papa dan mama nya akan menemani tamu papa nya hingga malam nanti. tapi Andre tiba-tiba ingin menagih utang janji nya
"Mas, kamu membuatku dalam masalah" ucap Sofie yang berusaha terus menghubungi Andre namun tak ada jawaban.
Andre segera mandi dan berpakaian, ia tak mau wanita yang selama ini ia cintai kembali di miliki orang lain. Kali ini tekadnya sudah bulat.
Ia akan membuat Sofie menjadi miliknya. Terlebih lagi semalam Ikbal memberikan informasi yang membuat Andre bersemangat, ia sangat bahagia mengetahui jika status Sofie kini single dan mantan suami nya sudah meninggal beberapa minggu lalu.
Andre sampai memberikan bonus yang lumayan pada Ikbal karena memberikan informasi yang membuat nya senang.
__ADS_1
Ikbal yang awalnya kesal mendapat tugas dadakan langsung bersyukur diberi bonus yang besar oleh Andre.