Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Reuni


__ADS_3

Kehamilan Sofie sudah menginjak lima bulan, namun gejala morning sick nya tidak berkurang sama sekali, sejak awal kehamilan hingga menginjak usia kandungan lima bulan, ia tidak bisa makan nasi karena akan muntah kembali, cara satu-satunya untuk mengisi perutnya yang kelaperan adalah dengan memakan buah-buahan.


Sofie selalu menyimpan pear dan tomat di tas nya, terkadang ia memakai daster yang ada kantongnya untuk menyimpan tomat.


dan sejak itu pula emosi Sofie tidak terkontrol.


Sofie mudab marah dan menangis untuk hal yang sepele, sehingga terkadang terjadj pertengkaran kecil antara Ido dan dirinya.


Sofie juga menyadari jika dirinya salah, namun kesibukan Ido membuat Sofie merasa di abaikan, sejak hamil Sofie cenderung manja, namun Ido tak memiliki waktu untuknya.


Dua bulan lalu, masa hukuman Ido di cabut sehingga ia kembali kerja dan melakukan rutinitas padat nya.


Sofie yang sejak kehamilannya hanya beberapa kali masuk kerja, dan semua pekerjaannya di handle Erna sahabatnya sekaligus asisten pribadinya.


Karena kehamilannya yang parah, entah sudah beberapa kali Sofie masuk rumah sakit dan di rawat karena kekurangan cairan akibat mual muntah hebat tanpa adanya makanan yang masuk.


Siang ini Sofie sedang duduk di meja makan menatap makan siang yang sudah tertata rapih di sana, namun Ido tak kunjung pulang, hingga pukul satu siang Ido belum menampakkan batang hidungnya.


"Mas Ido kemana sih? sudah lewat jam makan siang, belum juga pulang istirahat.


padahal aku dari tadi sudah menahan liur ingin makan ikan goreng itu" gumam Sofie


Sofie lalu berjalan menuju telepon di ruang makan, lalu menekan nomer ponsel Ido


"Assalamu 'alaikum"

__ADS_1


"Wa 'alikum salam, mas kamu kemana sih kok belum pulang juga? ini sudah lewat jam makan siang"


"Maaf sayang, aku lagi makan di luar. Aku lupa kabari kamu kalau Hans temanku dulu di LA datang, dia kabarin aku mendadak ngajak makan siang, maaf ya sayang"


"Ya ampun mas, masa gak sempet kasih kabar aku apa? aku tuh nungguin kamu dari tadi sampai perut aku sakit karena kelaperan"


"Ya namanya juga lupa sayang"


"Ya udah deh" ucap Sofie kesal lalu memutuskan panggilan teleponnya.


"Ih orang nungguin kelaperan, dia enak-enakan makan di luar ketawa ketiwi, sementara istrinya lapuk karena nunggu, bete" dumel Sofie lalu duduk dan mulai menyantap ikan goreng permintaannya.


Sementara restoran tempat Ido makan siang


"Ya siapa lagi? dia nanya kenapa gak pulang, dan gue lupa kasih kabar dia"


"Sorry ya bro, gara-gara gue ngajak ketemuan dadakan" ucap Hans tak enak hati


"Santai aja bro, gue kan setiap hari makan di rumah, sekali-kali kan boleh makan di luar"


"Hahaha ok lah, next gue mampir ke rumah loe, buat minta maaf sama istri loe"


"Sip gue tunggu bro"


"Loe masih kenal Veronica kan? mantan gebetan loe dulu masa kuliah"

__ADS_1


"Kenal lah, anak semester sembilan kan"


"Iya, dia juga lagi di Indonesia, dan lagi on the way ke sini"


"Serius loe? tuh cewe udah kawin belum? " tanya Ido penasaran


"Kawin ma udah sama loe kan dulu ampe setiap hari, nah kalo nikah belum bro, doi kaya nya belum bisa move on dari loe"


"Ngaco aja loe"


"Serius bro, sekarang makin semok aja dia, kalau gue single dah gue pepet dia" seloroh Hans


"Angkot kali main pepet aja"


"Ya loe gak percaya sama gue, loe kalau liat Veronica sekarang, panas dingin loe pengen pegang dan peluk"


"Sorry bro, gue udah insyaf gak kaya dulu lagi"


"Gue baru yakin kalau loe udah ketemu dia dan loe biasa aja, gue jamin loe ngiler deh liat bodinya yang padat merapat"


"gemuk dong ahhaha" seloroh Ido tertawa


"maksud gue, tengah padat montok belakang padat montok, pinggang kecil, ah pokoknya loe liat sendiri, gue gak bisa berkata-kata"


"Omongan loe kaya sales obat Hans, jelas tajam , meyakinkan dan bikin penasaran"

__ADS_1


__ADS_2