
Sofie sedang menikmati sarapan paginya saat sebuah panggilan masuk berbunyi.
Ia merogo ponsel dalam celana nya dan melihat si penelpon
Andre calling....
Sofie meletakkan ponselnya di meja makan, ia enggan mengangkat nya
"Sayang, siapa yang menelpon pagi-pagi begini? Angkatlah mungkin penting" Ratih melirik sebentar ponsel Sofie yang terus berdering
"Bukan siapa-siapa ma, cuma orang iseng" ucap Sofke cuek meneruskan sarapan pagi nya
Dan lagi ponselnya berbunyi
"Ma, pa, sofie angkat telepon dulu ya" ucap Sofie bergegas pindah keruangan lain
"Hallo Assalamu'alaikum mas"
"Wa'alaikum salam, kamu lagi apa? lama sekali angkat nya" cerocos suara dia ujung telepon
"Sarapan mas, mas sudah sarapan belum? " tanya Sofie
"Ya mas telat dong, mas mau jemput kamu sekalian ajak sarapan"
"Aku berangkat kantor hari ini agak siangan mas, karena akan ada meeting dengan klien di luar"
"Ya udah mas jemput jam berapa?
"Gak usah mas, Sofie bisa diantar sama mang Ujang"
"Biar saya yang jemput kamu antar kerja nanti, saya kan sudah janji"
"Mas kan kerja, Sofie gak mau merepotkan mas"
"kebetulan mas lagi kosong jadwal kok, mas gak pernah merasa di repotkan kamu, justru mas sangat senang bisa mengenal kamu lebih jauh"
"Ya udah terserah mas"
"Apa gak bisa kamu temenin mas sarapan pagi, mas kan tinggal sendiri"
"Mas pesan online aja"
"Jam segini pesan apa sayang"
Blus wajah Sofie memerah mendengar Andrw memanggilnya sayang. Ia merasa senang sekaligus malu.
Sofie merasa kasian pada Andre, ia pasti selalu melewatkan sarapan nya karena tinggal sendirian
"Mas hari ini kekantor?"
"iya, tapi mas kan ke kantor nya sekalian jemput kamu"
__ADS_1
"Ya udah gini aja, mas kekantor aja seperti biasa, nanti Sofie minta mang Ujang antar ke kantor mas skalian bawakan mas sarapan, gimana? Tapi mas antar Sofie nanti ke kantor Sofie karena kan mobil semalam Sofie tinggal"
"Ok, makasih ya, maaf merepotkanl
"Gak apa-apa mas, itung-itung ucapan terima kasih mas udah nolong Sofie tempo hari"
"Ok mas tunggu di kantor ya, kamu hati-hati dijalan"
"Iya mas, sampai ketemu nanti"
"Assalamu'alaikum
"Wa'alaikum salam"
panggilan berakhir
Sofie kembali ke meja makan, terlihat Ratih tersenyum penuh arti, ia sudah bisa menebak siapa yang menelpon putrinya, Pasalnya Andre dengan blak-blakan dan gentle meminta izin pada dirinha untuk mendekati Sofie dan berniat serius, itulah alasan mengapa ia tidak setuju Sofoe dijodohkan dengan anak sahabat suaminya.
Kali ini Prakoso ingin menjodohkan putrinya dengan sahabat nya yang bernama Wina, dan Ratih sangat tahu oranv macam apa Wina itu.
"Siapa yang menelpon" tanya Prakoso menatal putrinya tajam, walau ia bisa menebak, namun Prakoso hanya mengetes kejujuran putrinya
"Andre pa"
"Mau apa dia? "tanya Prakoso dengan nada tak suka
"Hanya menyapa aja kok pa"
Apa kamu mengerti?" ucap Prakoso yang menegaskan ia melarang Sofie berhubungan dengan Andre
"Iya pa" Sofie menjawab sambil menundukka. kepalanya, untuk pertama kalinya Prakoso bersikap seperti itu padanya
"Bagus, habiskan makanmu. Papa ada urusan kantor sebentar. terus lah belajar agar papa tidak harus menguru perusahaan papa yang lain nya, kamu penerus papa nantinya.
Banyak orang akan berlomba-lomba mendekati kamu agar hidup enak, jadi mulai sekarang kamu harus selektif memilih teman"
ucapnya lagi
"Kamu terlalu kawatir pa, anak kita bisa menjaga dirinya dengan baik, lagi pula mama lihat nak Andre baik dan menyukai Sofie" bela Ratih yang melihat Sofie tertekan
Prakoso diam, lalu bangkit dan berjalan menuju ruang kerja nya
"Jangan ambil hati ucapan papamu, dia bersikap seperti itu karena terlalu kawatir padamu. Papa maupun mama sangat menyayangimu"
"Sofie mengerti ma, Sofie juga sayang kalian"
"Oh iya, Siang nanti mama akan kerumah orangtuamu, apa kamu mau ikut? "
"Sofie ada meeting ma, mungkin nanti saat senggang Sofie akan kerumah bapak"
"Baik,.nanti mama akan sampaikan salam mu pada mereka.
__ADS_1
Ingat nak, sering-seringlah menjenguk mereka.
Menginaplah barang beberapa hari disana. mama dan papa tidak keberatan.
Kami sama-sama orangtuamu."
"Oh ya mengenai nak Andre, mama setuju kamu dekat dengannya, sementara ini rahasiakan dari papamu.
Papa mu hanya trauma melihatmu disakiti tempo hari dan membuatnya lebih protec padamu"
"Iya ma, Sofie mengerti, lagi pula Sofie sama mas Andre tidak punya hubungan apapun hanya teman"
"Menurut mama bukan tidak, tapi belum.
Mama bisa melihat di mata Andre ada cinta padamu, apa kamu tidak memperhatikan itu?"
"Apa sih mama jadi bahas mas Andre"
"Mama. berharap kamu dan Andre bisa jadi pasangan kelak. Mama sangat menyukai anak tersebut, entah mengapa mama merasa ada beberapa sifat nya yang mirip dengan Almarhum, terlebih ia pria yang sangat sopan dan menghormati orangtua.
Jika kamu mencari pasangan hidup, cari lah pria yang menghormati orangtua nya dan menyayangi mama nya, karena itu bukti dia bisa menghormati dan mencintaimu tulus"
"Iya ma, Sofie akan ingat itu.
Untuk sekarang Sofie belum bisa membuka hati Sofie. Sofie masih sedikit trauma"
"Mama mengerti apa yang kamu rasakan, waktu akan menyembuhkan lukamu, tapi jangan pernah sia-siakan orang yang benar-benar serius denganmu, buka sedikit hatimu dan lihatlah apakah pria itu pantas untuk bersamamu atau tidak.
Nak Andre langsung meminta restu mama, mama pikir ia sudah mencintaimu jauh sebelum kamu menikah, karena ia terlihat tulus dan serius. Ingat lah mama akan selalu mendukung keputusanmu"
"Mama, Sofie sangat sayang mama" ucap Sofie memeluk mama nya.
"Ya sudah kamu mandi dan bersiap apa kamu tidak berangkat kantor? mama mau buat cake buat besan dan memetik beberapa buat mangga yang sudah ranum di kebun belakanh"
"Sofie mau kekantor mas Andre ma, antar sarapan dia"
"Nah sekalian kamu potongkan mangga hasil kebun kita dan bawa beberapa untuk calon mertuamu"
"Mama apa sih" ucap Sofie merona merah karena mama nya terus saja menggoda
"Sudah sana kamu bersiap, biar mama yang urus bekal sarapan pagi buat calon mantu mama"
"Ma, apa mama sebegitu sukanya sama mas Andre"
"Tentu saja, mata orangtua ini tak bisa berbohong. Feeling mama mengatakan bahwa dia pria yang cocok buatmu."
"Mama bisa aja, ya udah Sofie atas dulu siap-siap"
Sofie berjalan menuju kamar nya, ia tersenyum mendengar perkataan mama nya tentang Andre
"Apa yang kamu katakan pada mama mas? sampai mama sebegitu percaya nya padamu? feeling seorang ibu ya? semoga itu tidak salah. Benar kata mama, aku harus membuka hatiku dan memberj mas Andre kesempatan.
__ADS_1
Setidaknya aku harus bersikap adik pada mas Andre, tak ada salahnya memberi ia kesempatan. Jika kami pada akhirnya tak bersatu itu karena bukan jodoh" ucap Sofie lalu membuka pintu kamarnya langsung menuju kamar mandi.