
Andre langsung tancap gas menuju kantornya secepatnya setelah membaca email dari ikbal, ia tak mau lama-lama menyelesaikan masalah ini, baginya makin lama pria itu di sekeliling Sofie, makin lama pula ia menikah dengan Sofie
Kini ia harus mencari bukti kebenaran informasi yang di berikan Ikbal
kendaraan Andre sampau di gedung perusahaannya, ia melempar kunci mobilnya pada security di sana lalu bergegas naik lift menuju ruangannya, beberapa karyawan yang menyapanya pun ia abaikan, membuat mereka bertanya-tanya ada apa dengan boss mereka
"Tammy suruh Ikbal segera menghadap saya, sekarang" ucap Andre langsung masuk kedalam ruangannya tanpa menunggu jawaban sekertarisnya itu
Di dalam ruangan nampak ia menghubungi seseorang melalui ponselnya
"*Hallo Om Edy apa kabar? " sapa Andre ramah
"Astaga loe udah lama gak hubungi om ya, om kira sudah lupa mentang-mentang sekarang sukses" cerocos Edi di ujung telepon
Edi adalah bos tempat dimana dulu Sofie dan Agus serta Andre bekerja dalam satu perusahaan
"Enggaknlah om, mana bisa Andre lupa, om kan mentor terbaik dalam dunia bisnis, kesuksesan Andre juga karena bimbingan om"
"Hahahhaa oe tersanjung hah, kamsiah, kamsiah, mulut loe emang manis tapi banyak racunnya hahahha" Tawa lelaki tua itu menggema, ia memang terkenal ceplas ceplos, namun jam terbangnya serta koneksinya di dunia bisnis sampai kepelosok-pelosok, sehingga dia di juluki Naga tua selain di segani ia memiliki pengaruh besar buat beberapa pembisnis tak terkecuali Prakoso juga menghormati beliau
"Loe langsung to the point aja, butuh bantuab apa sama om, atau loe mah kerja sama om ya? Skak Edi yang selalu berbicara langsung pada intinya
"Hehehe om tau aja, begini om, Andre minta tolong om carikan informasi mengenai keluarga kuncoro, dia memiliki perusahaan di Surabaya om"
"Buat apa loe cari-cari info tentang dia? " suata Edi terdengar menyelidik
Andre terpaksa menceritakan semuanya pada Edi yang sudah dia anggapnya orangtuanya sendiri itu
"Hemmm, gue paham sekarang, jadi maksud loe mau cari bukti kalau dia deketin tunangan almarhun Agus itu buat kuasai harga si Prakoso tua itu? " Tanya Edi langsung mengerti maksud tujuan Andre
"Kurang lebih begitu om, Andre terbentur restu om Prakoso, bukan Andre mau jatuhkan rival Andre, namun Andre tak mau om Prakoso salah ambil tindakan"
"Ah loe cuma takut Prakoso kasih itu anak angkat ke anaknya Kuncoro kan" terdengar tawa terkekeh Edi diujung telepon
"Itu juga om hehhee" Andre memggaruk kepalanya yang tak gatal
"Masalah Prakoso gak setuju sama loe, biar om yang tangani, tapi kalau loe mau buka kedok mengapa keluarga itu mendekati Prakoso loe harus putar otak anak muda.
Jangan terkesan loe menjebak mereka.
__ADS_1
Dan satu lagi, gue kenal sama kuncoro dan tahu sifatnya, rasanya tak mungkin dia punya pikiran sedangkal itu, tapi kalau itu karena seorang wanita di belakangnya mungkin saja.
Ada pribahasa sukses karena wanita, hancur karena wanita.
Tiga hal yang jika laki-laki gak bisa kendalikan bisa hancur dunia akhirat, Harta, tahta dan wanita, loe harus ingat itu"
"Iya om, Andre akan selalu ingat pesan om, terima kasih om guru sekaligus orangtua bagi Andre"
"Hahaha ya ya sama-sama, gue juga anggap loe anak, apalagi kalau mau kerja lagi di tempat gue" ucap Edi kembali tertawa
"Om Edi bisa aja, michel kan sudah pegang kendali, om tinggal memantau dan terima laporan"
"Ah michel, anak nakal itu, bisa kah om titip dia satu tahun di perusahaanmu? ajari dia dengan bail, dan satu lagi, anggap ia seperti karyawan biasa tanpa ada perbedaan siapa dia. Om minta kamu tempatkan di level paling rendah, biar dia belajar bagaimana perihnya hidup dan memulai suatu karir"
"Tapi om... "
"Om Anggap kamu setuju ok, om mau main dulu sama cucu, Anthony sudah punya anak sekarang hehehe"
"Selamat om jadi Opa, next Andre main sama calon mantu om"
"Yaya om nantikan itu, jangan lupa didik anak sulung om itu biar tidak manja" ucap Edi langsung mematikan teleponnya
Ikbal yang baru masuk kedalam ruangan Andre langsung menempel ke dindin, ia melihat boss nya tersebut terlihat frustasi dan takut kena imbas
"Loe ngapain nempel di dinding gitu? udah kaya cicek aja loe, sini cepet" perintah Andre dengan melotot kearah Ikbal
"Tuhan lindungi hamba dari saiton yang terkutuk" Doa Ikbal lirih, namun Andre yang memiliki kuping sensitif bisa mendengarnya.
Setelah Ikbal berada di dekatnya, Andre dengan semangat menyentil kuping sahabtnya itu
"Sakiy woi, gue aduin bini gue loe" ucao Dion meringis memegangi kepingnya yang berdengung
"Siapa suruh loe bilang gue saiton" ucap Andre santai langsung menghempaskan tubuhnya di sofa
"Emang gue salut sama loe sob untuk urusan pendengaran, tapi buat urusan cinta nih pakarnya" ucap Dion menepuk dadanya bangga
"Owh seperti itu, sayangnya nih tiket melayang" ucap Andre kembali memasukkan tiket honeymoon full fasilitas yang tadi Kimmy serahkan di mejanya
"Ah maafkan sobat, gue cuma becanda, loe mah gitu Ndre, sensi kaya pinggiran bisul" goda Ikbal lagi
__ADS_1
"Mulai? "
"Enggak tuan, ampuni hamba sahayamu ini" ucap Ikbal mengatuplan kedua tangannya, membuat Andre tersenyum penuh kemenangan
Andre menyerahkan amplop coklat berisi tiket dan cek yang nominalnya lumayan untuk mereka gunakan saat berbulan madu
"Serius nih sob buat gue? " tanya Ikbal terharu, Andre mengangguk pasti.
Ikbal langsung memeluk sahabatnya tersebut
"Thanks ya sob, Talita pasti bakal seneng banget, sekali lagi thanks" ucap Ikbal haru
"Iya, iya dah jangan peluk-peluk molo, nanti di sangkanya gue belom kawin karena lekong lagi" ucap Andre mendorong Ikbal menjauh
"Ah loe mah gitu Ndre, gak liat suasana lagi romantis"
"Dih Najis" ucap Andre beringsut pindah Sofa membuat Ikbal tertawa terbahak-bahak
"Tapi Bro, disini minggu depan, masalah si rival loe itu kan belum kelar masa gue tinggal?
"Gue bisa handle, lagi pula ada si Kanji yang handle kerjaan loe, biar dia gak ngetek sama kakaknya aja"
"Loe yakin? tanya Ikbal ragu
"seratus persen, sekalian gue mau jodohin dia sama anaknya om Edi, biar dia gak jadi playboy cap ayam jago" ucap Andre terkikik sendirian
"Kalah dong mangkok mie ayam pak Min yang depan kantor kita" Ikbal menimpali ucapan Andre lalu ketuanya tertawa terbahak-bahak
Tiba-tiba pintu ruangan Andre terbuka dan masuklah seorang pria tampan dengan wajah mirip-mirip artis korea
"Perasaan gue gak enak, kalian pasti lagi gibah gue ya? kuping gue panas" ucap Kanji langsung duduk diantara kakaknya dan Andre membuat keduanya mendengus kesal
"Loe kalau duduk liat-liat kek, main nyempil aja kaya upil" gerutu Andre langsung mendorong Kanji kearah Ikbal
Ikbal dengan sigap langsung pindah, membuat Kanji jatuh tersungkur dari sofa
"Becandanya gak asik loe bro, gimana kalau tampan gue hilang? " gerutu Kanji bangkit lalu duduk di Sofa
"Heookkk" ucap Andre dan Ikbal kompak, mereka menggelangkan kepala melihat kepedean Kanji yang over
__ADS_1
"Nyidam bu? " ucapnya cuek seolah tak terganggu dengan boss dan kakaknya