
"Pa, papa yang membuat Andre bersikap seperti itu, papa terlalu egois tanpa memikirkan perasaan Andre .
Terus saja memaksakan kehendak papa.
Apa papa tidak juga terbuka matanya?, Sisil itu bukan wanita baik-baik pa, apa jadinya jika dia menikah dengan Andre???
Jangan karena Sisil itu anak sahabat papa jadi papa bela dan anak sendiri jadi korban"
ucap Andre langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi keluar dari ruangannya.
"Ya Tuhan, maafkan hamba sudah bersikap kasar pada papa" ucap Andre mengacak-acak rambutnya karena Frustasi.
Sementara di ruang kerja Andre
Bagas terlihat terkejut atas ucapan anak nya, ia tak pernah melihat Andre berkata kasar pada nya.
Bagas masih terlihat shock, selama ini ia mengenal Andre sebagai anak yang penurut.
Apa yang di ucapkan Andre memang ada benarnya, namun ia sudah terlanjur memiliki janji dengan Hermawan akan menikahkan anak mereka ketika mereka sudah berkeluarga, itu lah sumpah dua sahabat selagi mereka masih belia.
Walaupun sejak kejadian beberapa tahun silam udah membuat Hermawan meminta Bagas merupakan janji mereka, namun Bagas masih saja bersikeras dengan kemauannya
Sementara Andre menghentikan kendaraan nya di tepi jalan, lalu ia menghubungi sekretaris nya
" *Apa papa say masih di sana?"tanya Andre begitu mendengar panggilan nya diangkat
"Masih pak, Pak Bagas masih duduk termenung, saya gak berani menegur beliau"
”Tolong bawakan papa saya teh hangat dan jangan lupa telepon supir papa untuk naik keatas”
"Baik pak”
"Ah satu lagi, pastikan papa saya pulang dengan supir”
”Baik pak”
”Terima kasih” Ucap Andre mengakhiri panggilan telepon nya*.
Andre lalu menghidupkan kendaraan nya menuju rumah Sofie
Andre berdiri lama di depan gerbang rumah Sofie hingga seorang berbadan tegap membentak Andre kasar
"Mau apa loe di depan rumah orang? maling loe ya?" tanya nya membentak
__ADS_1
”Maling? Tampang kaya gue? loe gak salah nuduh orang?”
"Jaman sekarang maling banyak juga yang berdasi, apa jangan-jangan loe Sales obat ya?
sana- sana , Gue gak beli obat yang gak jelas”ucap nya mencibir.
Andre menahan nafas, ia masih kesal dengan kejadian beberapa waktu di kantor nya dan kini ia berhadapan dengan kingkong yang bermulut racun
Andre tak habis pikir, bagaimana ia bisa di katakan maling atau Sales, apakah wajah nya tak terlihat tampan dan berwibawa?
”Uhuk, uhuk, mas saya bukan maling apalagi Sales obat seperti yang mas tuduhkan ke saya.
Saya ingin bertemu Sofie”
"Ada keperluan apa?"
”Pribadi” ucap Andre mulai tak sabar
”Anda siapa mau ketemu Sofie?"
"Ya Tuhan, jika membunuh gak dosa, udah gue kasih sianida nih kingkong”gerutu Andre dalam hati.
Ia tak menggubris Lelaki bertubuh kekar itu, Andre mengambil ponselnya dan langsung menelpon Sofie
"Assalamu'alaikum mas"
"Wa'alaikum salam, sayang mas di depan, kingkong penjaga rumah mu tak mengizinkan mas masuk"Ucap Andre sengaja membesarkan suaranya membuat si pria yang merasa dirinya di bicarakan melotot ke arah Andre
"Kingkong?” tanya Sofie bingung
"Udah cepetan kesini, atau sebentar lagi akan ada pertumpahan darah karena emosi"
Sofie yang masih bingung dengan perkataan Andre segera berjalan menuju depan rumahnya dan melihat Andre di luar pintu gerbang dan di sana juga ada bang Jack yang berdiri sambil ber sedekap dada
”Mas, kamu kenapa gak masuk?" Tanya Sofie begitu mendekat
Andre dengan enggan hanya memanyunkan bibir nya menunjuk bang Jack
”Bang , kenalin ini temen Sofie”ucap Sofie setelah membuka pintu gerbang rumah nya
"Oh teman mba Sofie? kirain tadi maling, habis mencurigakan mondar-mandir aja di depan pintu gerbang"ucap bang Jack polos
"Jack"ucap bang Jack mengulurkan tangan tanpa dosa dia tak sadar sudah membuat Andre gondok setengah mati,
__ADS_1
Seumur hidupnya baru kali ini ada orang yang meragukan dirinya.
"Masss" ucap Sofie menyenggol Andre yang masih enggan mengulurkan tangan berjabat tangan
dengan enggan Andre mengulurkan tangannya
”Andre, pacar Sofie"ucap Andre mulai memproklamirkan kepemilikannya
”Oh pacar mba Sofie ?hehehe"
ucap Bang Jack nyengir kuda
"Baru tahu kan loe"ucap Andre kesal
”Udah sih mas, bang Jack ini bodyguard papa, dia tinggal di rumah ini dengan istrinya dan anak-anak nya.
dan... Kamu sudah kenal anak-anak bang Jack, mereka Dian dan Sisil”
”Dia bapak nya Dian dan Sisil? kasian anak-anak itu"ucap Andre lirih nyaris bergumam untuk dirinya sendiri
"Apa mas?”
"Ah enggak”ucap Andre nyengir
"Jadi mba Sofie, laki-laki ini yang telah menyelamatkan Sisil waktu hilang di mall ya?"
Sofie mengangguk
"Makasih ya mas, kalau gak ada mas, anak saya pasti sudah hilang”
”Hmmm”ucap Andre masih kesal.
Sofie gemas lalu mencubit pinggang Andre
"Iya"ucap Andre dengan senyum di buat-buat.
"Sofie masuk dulu ya bang,"ucap Sofie memberi kode Andre untuk mengikuti nya.
Sejak tadi, ia menahan tawa karena Andre di tuduh maling oleh bang Jack, dan Sofie bisa menebak kingkong yang di maksud oleh Andre tak lain adalah Bang Jack.
Mereka sudah masuk kedalam rumah, Sofie lalu tertawa terbahak-bahak, ia tak kuat lagi menahan tawa nya
"Kenapa kamu ketawa?ada yang lucu?" Tanya Andre bingung
__ADS_1