Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Hukuman


__ADS_3

Ido terlihat kusut, ia terjaga sepanjang malam menunggu Sofie pulang, namun Sofie tak kunjung pulang hingga pagi menjelang.


Ido menghembus rokoknya lalu meneguk segelas kopi yang sudah di siapkan oleh Prapti pembantu di rumah mereka.


tampak puntung rokok yang berserakan di lantai.


Tok tok tok


Mba prapti muncul dari balik pintu


"Pak Ido sarapan sudah siap, saya mau kepasar karena bahan-bahan makanan sudah habis"


"baik mbak, terima kasih" ucap Ido singkat


lalu mba Prapti menutup kembali pintu kamar Ido.


Ido mendesah frustasi


"kemana kamu sayang?? kenapa kamu tega nyiksa aku kaya gini?? Maafkan aku


Aku benar-benar cinta kamu dari dulu hingga kini" ucap Ido sambil memandang foto pernikahan mereka


Ido lalu meraih ponselnya, lalu menghubungi adeknya yang ahli mencari informasi


"*hallo, tumben loe nelpon gue? pasti ada maunya" ucap Risya langsung menebak


"tolongin gue cari keberadaan istri gue, jangan sampai orang rumah tau kalau gue sama Sofie lagi berantem. masalah bayaran loe tenang aja"


"Hah kak sofie minggat hahahha.. " terdengar tawa keras Risya di ujung telepon


"Gue ngomong sama loe bukan buat di ketawaain" gerutu Ido


"Kak, kak, loe pasti kepergok lagi cewe ulat bulu.


insyaf kak.


waktu itu loe di jodohin gak mau sama Sherly alesannya dia cewe gak bener suka gonta-ganti pacar, loe ngotot mau sama Sofie yang jadi cinta pertama loe, cinta mati loe, tapi kelakuan loe gak nunjukin kalau loe cinta dia tulus. loe masih aja doyan sama bunga bangke, trus apa bedanya loe sama si Shely?


ubah kak sebelum semua terlambat.


penyesalan datang belakangan.

__ADS_1


Ingat loe udah nikah, udah dapatin apa yang loe mau dari dulu yaitu Sofie.


Jangan sampe ya, dia ninggalin loe selamanya" Ucap Risya serius


"Udah deh gue lagi pusing, malah loe ceramahin" umpat Ido


"Gue cuma ngingetin sebagai adek!"


"iya, iya bawel, mending loe cepetan cari info dimana keberadaan istri gue*"


Ido memutuskan panggilannya, kepalanya berdenyut-denyut hebat.


Sebenarnya apa yang di katakan oleh Risya benar, namun yang sekarang jadi focus Ido adalah menemukan istrinya terlebih dahulu.


ponsel berdering, tanda panggilan masuk


Hilda calling..


dengan cepat Ido meraih ponselnya karena ia berfikit Hilda mengetahui info mengenai keberadaan Sofie


"*hallo pak, Saya mau mengingatkan bapak ada meeting jam sebelas hari ini"


"Ahh ****... ah maaf saya lupa, saya fikir kamu memghubungi saya karena ada info tentang istri saya.


dan satu lagi jangan lupa hubungi saya jika istri saya menelpon" ucap Ido memberi perintah


"Baik pak*"


Panggilan berakhir


"Dimana kamu sayang".gumam Ido


"Ah apa mungkin Sofie dirumah papa? tapi beliau kan masih stay di Thailand.


tapi gak ada salahnya juga di coba"


Ido langsung bangkit berjalan keluar menuju kendaraannya, ia melajukan kendaraannya menuju rumah Prakoso


Sampailah ia di depan gerbang rumah Prakoso, Ido melihat dari jendela mobilnya tidak ada mobil Sofie di halaman rumah tersebut.


Keadaan rumah terlihat sepi layaknya tidak ada penghuni, hanya terlihat security yang berjaga di post.

__ADS_1


Ido turun dari mobilnya melangkah mendekati pintu pagar untuk memastikan penglihatannya.


"Siang pak Ido" sapa pak Jali security senior keluarga Prakoso


"Ah siang pak Jali, apa papa dan mama sudah kembali ke indonesia pak? tanya Ido sambil melihat kedalam rumah dari balik pagar rumah


"Nyonya dan tuan masih diluar, dirumah hanya ada mbok Iyah dan dua supir "ucap pak Jali


"Apa belakangan ini istri saya kesini pak? " tanya Ido ragu-ragu"


"Aduh sepertinya belum"


"Oh ya sudah pak, makasih" Ucap Ido kembali ke mobilnya


Sebuah mobil datang, kaca mobil diturunkan, nampak mbok Iyah di dalam kendaraan tersebut


"Eh den Ido, sudah mau pergi? sapa mbok Iyah


"Ya mbok, permisi" ucap Ido menutup kaca mobilnya


"Oh udah ketemu" ucap mbok Iyah namun Ido tidak mendengar ucapan mbok Iyah karena ia sudah melajukan kendaraannya menjauh dari rumah Prakoso


"Apa yang udah ketemu mbok? " tanya pak Jali


" Ya non Sofie sama den Ido lah siapa lagi" ucap mbok Iyah polos


"Wong pak Ido cuma di depan pagar rumah nda masuk ya ketemunya sama saya hehehe


mbok jangan bilang kalau non Sofie disini, begitu mandat yang saya terima"


"Owalah hampir ketauan ya? gak bilang-bilang sih pak Jali" ucap mbok Iyah tertawa


"Kan yang jaga rumah saya, gak mungkin tamu datang langsung masuk kan" ucap pak Jali bangga


"Iya, Iya, pak Jali kan penjaga gawang ehhehe" seloroh mbok Iyah sambil menutup kaca mobilnya lalu menyuruh mang Ujang menjalankan kendaraan mereka memasuki rumah


"Security mbok, security " ucap pak Jali berteriak


"Kenapa ya mak non Sofie gak mau suaminya tau? " tanya mang Ujang yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka


"mbooh ra ngerti aku, lagi minggat mungkin" ucap mbok Iyah santai sambil melenggang masuk kedalam rumah

__ADS_1


"mak kumaha belanjaan na" teriak mang Ujang menatap belanjaan yang mereka beli


"Kan ada bapak" ucap mbok Iyah tersenyum terus melangkah masuk tanpa memperdulikan mang Ujang yang mengoceh kesal


__ADS_2