Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Andre II


__ADS_3

Sofie berjalan menuju ruangan Nia, belum sempat ia mengetuk pintu, ponselnya berbunyi


Andre calling......


Sofie mengeryitkan alisnya melihat nama yang yang tertera pada ponsel nya.


Akhir-akhir ini Andre gencar sekali menghubunginya. Terkadang pesan singkat yang bertanya hal seputaran kegiatan Sofie seperti lagi apa?, sudah makan belum?sampai tidur pun Andre tak lupa mengirinkan pesan atau menelepon sekedar mengucapkan selamat tidur.


"Hallo, assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam, Sofie kamu dimana? mas di lobby kantor kamu"


"Apa mas lagi apa di lobby? aku masih diatas mas"


"Mas Nunggu kamu lah, kebetulan ada meeting sama klien di dekat kantor kamu, jadi mas sekalian mampir"


Ikbal yang sedari tadi berada di samping Andre memutar mata males mendengar bos sekaligus sahabat nya sedang menelpon Sofie


"Meeting dekat kantor Sofie apaan? , sejak kapan perjaka lapuk ini pintar berbohong? bukannya kita tadi dari kantor langsung menuju perusahaan Sofie dan menunggu disini selama hampir satu jam hanya buat menunggu pujaan hatinya itu pulang kantor" ucap Ikbal menggerutu


Andre yang tahu jika Ikbal menggerutu dalam hati langsung menatap Ikbal sambil matanya melotot ke arah Ikbal


"Ok mas, Sofie segera turun" ucap Sofie lalu mengakhiri panggilan telepon Andre.


"Sebenarnya ada perlu apa ya mas Andre ke sini pas jam pulang kantor? kaya nya alasan dia terlalu klise atau hanya perasaanku saja ya???"


Sementara di Lobby


"Ikbal mana kunci mobil? " tanya Andre menodongkan tangannya


"Buat apa? " tanya Ikbal singkat


"Udah mana kuncinya cepat"


Ikbal dengan ragu-ragu menyerahkan kunci mobil pada Andre. Ia sebenarnya curiga mengapa Andre meminta kunci mobil nya, Firasatnya mengatakan jika akan ada hal yang buruk akan terjadi


Andre tersenyum lebar melihat kunci mobil ditangannya


"Sekarang balik kantor" ucap Andre


"Loh, bukannya loe lagi nunggu Sofie, terus buat apa loe nunggu ampe satu jam kalau akhirnya kita balik juga ke kantor?"


"Gue memang nunggu Sofie pengen ketemu, tapi....


gak sama loe, nah loe balik ke kantor nya naik taxi atau ojek online lah


masa loe ganggu gue lagi pendekatan sama Sofie? "


"Ah sahabat apaan loe, habis manis sepah di buang, adek sakit hati bang" ucap Ikbal memukul dada Andre gemas dengan gaya alay


"Dih najis, hus hus sana.


Virus jomblo menjauh.


Kalau gue deket loe selama nya, gue akan jomblo terus"


"Sial loe gini-gini banyak yang naksir dong"


"Naksir doang tapi tak memiliki hahahhaa"


"loe mah gitu kalau ngomong suka bener, bikin kesel" ucap Ikbal ngeluyur pergi"


"Hati-hati dijalan sobat, siapa tahu ketemu jodoh dijalan" teriak Andre cekikikan


"Ya ya ya" ucap Ikbal sambil mengangkat tangannya sebelah lalu berjalan keluar dari gedung

__ADS_1


Sementara Andre masih terlihat senyum-senyum sendiri berhasil mengerjai sahabatnya itu


"Loh mas, kamu kenapa senyum-senyum sendiri begitu? apa ada yang salah?


Mas gak sakit kan? " tanya Sofie celingukan lalu memegang kening Andre


"Sakit karena kamu"


"Mas ada-ada aja"


"Ini beneran loh"


"Hahaha iya aja deh, mas ada perlu apa kesini? "


"Dibilang mau ketemu kamu"


"Serius mas"


"iya mas mau ajak kamu minum kopi dulu di cafe depan, apa kamu ada waktu"


"Tapi mas? "


"Sebentar aja kok"


Sofie terdiam, lalu tiba-tiba Andre meraih tangan Sofie sehingga mau tidak mau ia mengikuti lagkah Andre.


beberapa pasang mata tak lepas memandang kepergian mereka yang berjalan bergandengan tangan.


Sofie yang menyadari beberapa karyawan melihatnya hanya mampu menundukkan kepala karena malu.


"Ya Tuhan ternyata cowo ganteng itu pacar bu Sofie"Ucap Resepsionis yang berambut pendek memperhatikan mereka pergi


"Ganteng banget beruntung bu Sofie kalau jadi pacar nya" ucap teman nya


"Mereka pasangan yang serasi, yang satu gabteng, satu nya lagi cantik" timpal si resepsionis berambut panjangnyang di angguki oleh temannya


"Amin "ucap mereka serentak.


Para karyawan di perusahaan itu sangat senang Sofie menjadi penerus perusahaan, selain Sofie di kenal baik hati ia juga seorang pemimpin yang berdedikasi tinggi serta mengayomi bawahanya.


Andre membukakan pintu untuk Sofie lalu naik kendaraan nya, Sementara Sofie hanya bisa pasrah


Hanya memakan waktu setengah jam mereka sudab sampai di sebuh kedai kopi yang bernuansa retro.


Andre membukakan pintu mobil untuk Sofie lalu mereka masuk ke dalam kedai kopi tersebut


Sofie untuk pertama kali masuk ke dalam sebuah coffee shop yang membuat nya merasa nyaman dan betah


selain design ruangan juga menyuguhkan barang-barang clasic sebagai pemanis ruangan.


"Bagaimana? suka? "


"Iya mas, suka. Mas tahu aja ada tempat senyaman ini"


"Hanya kebetulan saya pencinta kopi, jadi ya tahu"


"Seorang pelayan menghampiri mereka, lalu menyerahkan buku menu.


Sofie memesan minuman dan desert clasic ala jadoel


mereka terlibat obrolan santai hingga tak terasa sudah jam tujuh malam.


"Mas kita pulang yuk, sudah malam.


Sofie lupa kabari orang rumah"

__ADS_1


"Mas sudah kabari mama mu kok"


"sejak kapan mas? "


"Pas kamu ketoilet tadi aku sudah menelpon tante Ratih" Sofie sedikit terkejut mama nya dan Andre termyata dekat.


"Mas kita pulang dulu, aku lelah.


Lain kali kita keluar lagi"


"Baiklah aku antar kamu pulang"


"Aku bawa kendaraan sendiri mas"


"Kali ini saja aku antar kamu, besok aku jemput kamu berangkat kerja"


"gak usah mas, aku nanti merepotkan kamu"


"Aku gak merasa di repotkan, terlebih sama cewe cantik kaya kamu"


Wajah Sofie bersemu merah karena ucapan Andre, ia berusaha membuang muka agar Andre tak melihat nya


"Ayo kita pulang" ucap Andrw mengulurkan tangannya" Sofie buru-buru bangkit dan berjalan mendahului Andre, sementara Andre menahan senyumnya berjalan mengikuti Sofie keluar dari tempat itu.


Andre selalu membukakan pintu untuk Sofie, memperlakukan Sofie bak putri.


Perlakuan Andre yang terlihat manis di mata Sofie mau tak mau membuat Sofie merasa tersanjung.


Ia kembali teringat akan almarhum tunangannya yang sangat menghormati dan memperlakukan wanita dengan sangat sopan


"Mas aku melihat dirimu di diri nya, namun aku tak mau kembali salah menilai.


walau aku akui jika perlakuannya padaku membuat hatiku sedikit luluh."


"Kok kamu bengong aja? gak suka ya jalan sama aku?


"Ah gak mas"


Andre terdiam dan wajahnya langsung murung, ia tak mengira jika Sofie akan blak-blakan mengatakan itu.


Ia mengira jika Sofie tidak suka jalan dengannya.


Sepanjang perjalanan merema hanya diam.


Sofie merasakan perubahan pada Andre, ia lalu menyadari bahwa kalimat nya tadi bisa saja di salah artikan oleh pria tersebut


mereka memasuki halaman rumah Prakoso.


Andre hanya tersenyun canggung masih memikirkan perkataan Sofie tadi


"Mas, makasih ya sudah ajak Sofie keluar.


Sofie suka mas, lain kali kita keluar lagi ya?


selamat malam. hati-hati di jalan mas, sampai ketemu besok pagi" ucap Sofie lalu turun dari kendaraan Andre


"Sofie, besok mas jemput ya?


Sofie mengangguk dan tersenyum. ia melambaikan tangan melepas kepergian Andre.


Andre merasa berbunga-bunga. hatinya berdegub kencang terlebih melihat senyum manis wanita yang di cintai nya.


Sementara dari atas balkon rumah seorang pria menatap tak suka pada apa yang di lihat nya, siapa lagi jika bukan Prakoso.


"Aku kurang setuju dengan Andre, bukan karena dia buruk atau kurang potensial sebagai mantu ku, namun masalah dia dengan tunangannya tempo hari membuatku sedikit kecewa padanya. Aku hanya takut jika masalah ia dan tunangannya masih belum selesai, berdasarkan info dari anak buah Hendra bahwa pertunangan itu di putuskan secara terpaksa.

__ADS_1


Jujur aku menyukai nak Andre, dia laki-laki yang sempurna untuk ku, tapi.... .


Aku harus secepatnya mengatur pertemuan Sofie dengan anak sahabatku Wita agar mereka bisa akrab dan jatuh cinta secara alami. kali ini aku tidak mau salah lagi"


__ADS_2