
Kendaraan Sofie memasuki pelataran kediaman Prakoso, Sofie memang sengaja tidak memberitahukan kedatangannya, ia setengah berlari masuk ke dalam rumah setelah Ido selesai memarkirkan kendaraannya
"Sayang jangan lari, ingat kamu sedang hamil"teriak Ido kawatir
Sofie berhenti dan berbalik arah tersenyum pada Ido, ia lupa sedang hamil karena sangat senang berada di rumah Prakoso
Sofie lalu melanjutkan langkahnya sambil memgelus perut ratanya
"Maafkan mama sayang, mama lupa jika ada kamu di dalam sini" ucap Sofie berbisik
Sofie membuka handle pintu lalu mencium bau wangi masakan yang familiar, Sofie lalu bergegas menuju dapur, dan seperti bias, mbok Iyaj sedang masak sambil berdendang dangdut
"Assalamu 'alaikum" teriak Sofie membuat mbok Iyah locat kesamping tubuhnya
"Neng Sofieeee, heran kalau datang hobby banget ngagetin nenek-nenek.
Kalau jantung mbok Iyah copot gimana?"
"Nanti di sambung pake powerglue hehhe"
ucap Sofie asal sambil menyomot tempe goreng di meja makan
"Mama sama papa mana mbok? "
"Ada, nyonya besar lagi di kamarnya, sedang tuan di ruang kerja, loh emang non Sofie gak bilang apa mau kesini? "
" Gak mbok, Sofie pulang karena tadi di kerjaan sakit"
__ADS_1
"Ya udah non Sofie duduk dulu, mau mbok Iya buatkan minuman apa? "
"Uhm, Sofie mau minum yang asem-asem manis. lemon di peras, kasih gula, es batu terus mbok kasih daun mint" ucap Sofie mengelap air liur nya karena membayangkan segar nya minum juice lemon
"Sayang, aku cari-cari tahu nya disini" ucap Ido tiba-tiba
"Eh den Ido. Mau minum apa? biar sekalian mbok buatkan"
"Lemon tea aja mbok, makasih"
"Sip den, ditunggu ya" ucap mbok Iya lalu berjalan menuju teras dapur
"Loh mbok Iyah katanya mau buat minuman? kenapa malah keluar dapur? tanya Ido
"Mau ambil lemon sama daun mint" ucap Sofie cuek masih menikmati tempe goreng di hadapannya
"buat apa? " tanya Ido bingung
GAGANG MANGGA NYA JANGAN SAMPAI PUTUS" ucap Sofie menekankan setiap katanya
"Iya-iya" ucap Ido bangkit lalu menuju halaman belakang mencari keberadaan mang Ujang.
Sofie yang sudah menghabiskan tempe goreng , lalu bangkit menaiki tangga menuju kamar mama nya
Tok tok tok
"assalamu 'alaikum, mamaa..."
__ADS_1
"Wa alaikum salam, loh sayang kok kerumah gak kasih kabar mama? gimana kabar anak mama yang cantik ini"
"Alhamdulillah ma, baik.
Mama apa kabar? kata papa maag mama kambuh ya? pasti mama telat makan deh"
"Mama lagi gak nafsu makan sayang"
"Mau Sofie belikan sesuatu kah? Mama lagi mau makan apa? "
"mama gak pengen apa-apa. yuk kita kebawah. kamu selalu datang saat mbok Iyah masak Opor ayam. mama kangen kamu jadk mama suruh mbok Iyah masak opor ayam kesukaanmu"
"Mama kalau kangen tinggal kerumah atau Sofie yang kesini. mama jangan banyak pikiran. sehat-sehat terus sampai punya cucu dan cicit"
"Amiiinnnn.
Ayo kita ke bawah, papa kamu pasti senang liat kamu datang" ucap Wida istri Prakoso
"Mama, Sofie sayang mama.
Mama jaga kesehatan ya. Biar cucu mama gak kawatir juga"
"Cucu? sayang apa? " tanya Wida berbinar-binar
"Iya ma, cucu. mama sebentar lagi akan jadi oma" Sofie mengangguk sambil tersenyum.
Wida yang sangat senang hingga tak mampu berkata apa-apa langsung memeluk Sofie menciuminya dan membelai rambut putrinya
__ADS_1
"Alhamdulillah sayang, terima kasih ya Allah, engkau telah mengabulkan doa hamba" ucap Wida menitikan air mata
"Nak jika saja kamu masih ada, mungkin anak yang di kandung Sofie adalah anakmu. Tapi mama tetap menganggap anak yang di kandung Sofie cucu mama, keturunan Prakoso. karena Sofie anak mama yang lahir dari hati" gumam Wida dalam hati dan tak henti-hentinya ia bersyukur