Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Hukuman II


__ADS_3

Mbok Iya langsung menuju kamarnya, ia menekan nomer seseorang, dan tak lama terdengarlah sautan


"Hallo assalamu alaikum, ya mbok" ucap bu Prakoso


"Hallo nyonya, anu nyonya, ada non Sofie di rumah"


"loh tumben dia kerumah? " tanya bu Prakoso bingung


"Iya sudah dari kemarin siang, mbok aja gak liat kapan datangnya, tahu-tahu non Sofie kedapur pas mbok lagi masak ayam opor kesukaannya. Apa non sofie tau kalau mbok masak opor ya nyonya? " tanya mbok Iyah polos


"haha si mbok tuh ada-ada aja, mungkin Sofie rindu kami, makannya ia kerumah nginap"


"tapi nyonya... "


"Tapi apa mbok? "


"Non Sofie sendirian kerumahnya, dan setelah datang gak keluar-keluar kamar lagi"


"baiklah mbok, tolong terus kabari saya mbo, tolong jaga anak saya ya mbo, besok kami langsung pulang"


"baik nyonya" ucap mbok Iyah lalu panggilan berakhir


"mboook.. mboook iyaaaahhh"


teriak Sofie


"Loh mbok di cari-cari taunya disini, saya mau keluar dulu sebentar, pulangnya sore hari, jadi mbok gak usah buatkan saya makan siang"


"baik non, hati-hati di jalan ya, oh iya non, nyonya dan tuan besok pulang"


"Ah iya kah mbok? baiklah biar Sofie telepon mereka, Sofie sudah kangen mama, Sofie tinggal dulu ya mbok" Sofie lalu bergegas keluar rumah, ia tidak menggunakan kendaraannya, agar Ido tidak bisa melacaknya

__ADS_1


Siang ini, Sofie mempunyai janji bertemu dengan klien. Malam tadi Nia menghubungi Sofie di private number yang sengaja Sofie rahasiakan, hanya Nia, pak Herman dan pak Prakoso yang tahu nomer tersebut


Sofie menuju tempat pertemuan, ia sudah mendapat kabar bahwa Nia sudah sampai di lokasi


Sofie turun dari mobilnya, ia menuju lobby hotel bintang lima plus, Nia melambaikan tangan ke arahnya..


"Ayo sof, klien kita sudah menunggu diatas, beliau terkenal orang yang tepat waktu"


Sofie mengangguk lalu mengikuti Nia memuju tempat pertemuan, sebuah restoran jepang yang berada di hotel tersebut.


nampak dua orang pria sedang duduk, yang satu membelakangi mereka, sedang yang satunya lagi, Sofie berfikir agak lama. rasanya ia pernah bertemu dengan laki-laki itu.


"Pagi, maaf saya terlambat" ucap Sofie ramah


"Sofie ah maaf bu Sofie? sapa Ikbal"


"Apa kita pernah bertemu, maaf saya lupa"


"Sofie? " pekiknya kaget


"Pak Andre?, kok bapak bisa disini? "


"Reuni ini namanya, pak Andre klien kita hari ini" ucap Nia


"Kebetulam sekali, kita jadi bisa reuni sekalian bahas bisnis" ucap Andre


pandangan mata Andre menatap lekat wanita di depannya, wanita yang pernah ia targetkan sebagai istrinya, sementara Ikbal tersenyum melihat atasannya yang terpesona dengan kliennya


"Sebaiknya kita pesan dulu makan atau kita bahas bisnis?" tanya Nia


"Sebaiknya kita makan dulu karena sebentar lagi sudah masuk jam makan siang" jawab Ikbal yang melihat Andre masih terdiam

__ADS_1


"Ah ya, kita makan dulu" ucap Andre canggung


Sementara Sofie jadi serba salah di tatap oleh Andre tanpa berkedip, Sofie lalu buru-buru duduk di sebelah Nia.


Andre nampak beberapa kali mencuri lihat ke arah Sofie. Ikbal dan Nia yang melihat hal tersebut hanya tersenyum-senyum saling memberi kode.


"Ah apakah ada yang salah dengan wajahku? mengapa pak Andre terua menatapku" gumam Sofie membolak-balik buku menunya


"Kenapa Sofie tidak menikah saja dengan pak Andre dari pada dengan Pak Ido, baru saja sebulan lebih menikah tapi sudah gatel sama wanita lain" gerutu Nia dalam hati


"Sofie terlihat makin cantik saja, tidak sia-sia aku rencanakan kerjasama dengan perusahaannya. sepertinya Surprise ku pada Andre berhasil, aku gak tega melihat dia merindukan Sofie tanpa beranj bertemu" gumam Ikbal tersenyum dalam hati


"Ya Tuhan cantiknya wanita ini, wanita yang mengisi hari-hariku beberapa tahun ini. Sungguh takdir yang kejam, hanya bisa mencintai tanpa memiliki" gumam Andre menelan kenyataan pahit karena ia mendengar Sofie sudah menikah sebulan lalu namun kerinduannya tak pernah hilang


Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Hanya terdengar tawa dan candaan Nia serta Ikbal di sela-sela makan siang mereka, sementara Sofie dan Andre hanya menjadi pendengar yang baik


#Bagaimana hubungan Sofie dengan Ido selanjutnya?


#lalu apakah perasaan Andre terbalas?


#Bagaimana reaksi Prakoso dan istrinya setelah tiba di tanah air?


ikutin kisah selanjutnya ya..


Jangan lupa like, coment, dan favoritkan agar kalian dapat notice update terbaru author.


Sekali lagi mohon dukungannya ya, dukungan Anda berarti bagi author.


Terima kasih


Pooh

__ADS_1


__ADS_2