Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Kekasih


__ADS_3

Sofie berangkat kekantor dengan diantar mang Ujang karena mobilnya, ia tinggal di kantor.


Sofie memasuki gedung perusahaan tempatnya dulu bekerja, nampak beberapa orang memperhatikan nya memasuki lobby perusahaan Andre.


Sofie menghampiri resepsionis


"Pagi mba, bisa saya bertemu dengan pak Andre putra Bagaskara? "


"Dengan mba siapa? "


"Sofie"


"Apa sudah buat janji dengan pak Andre? "


"Belum mba"


"Maaf harus membuat janji dulu mba, tidak bisa langsung bertemu, tapi sebentar saya tanyakan ya, mba nya silahkan duduk dulu" ucap Si resepsionis ramah.


Sofie lalu duduk di ruang tunggu, sebenar nya ia bisa saja langsung menuju ruangan Andre, namun terkesan tidak sopan.


"Siapa tuh? " tanya resepsionis satunya yang berambut panjang


"Gak tahu, dia cuma bilang mau bertemu pak Andre" ucapnya ragu


"Loe terus mau nyampein kalau ada tamu buat pak Andre, yang ada nanti loe kena semprot ganggu pak Andre aja"


Si resepsionis berambut pendek yang tadi


berbicara dengan Sofie terdiam dengan perkataan teman nya, ia menjadi ragu.


"Loe liat deh, pakaiannya sederhana gitu, apa beneran mau ketemu big bos? " timpal nya lagi


"Tapi... " tanya si resepsionis berambut pendek


"Tuh telepon meja loe bunyi mending urus yang lain. biarin aja dia nunggu"ucap Si resepsionis berambut panjang.


Sofie menunggu sudah hampir satu jam lama nya , namun ia belum diperkenankan masuk.


ia terlihat sudah bosan sejak tadi mengutak atik ponselnya dan makanan yang dibawanya mungkin sudah dingin karena lama menunggu.


Sementara diruang kerja Andre


"Kemana ya Sofie tadi bilang on the way, kenapa sampak sekarang belum juga sampai? apa macet ya? " ucap Andre dalam hati


Ia sejak tadi sudah bersiap akan kedatangan Sofie, entah berapa kali ia bercermin untuk memastikan bahwa penampilannya maksimal.


Sudah hampir satu jam setengah Sofie belum juga muncul. Andre memprediksi jika memang macet maka setengah jam lalu Sofie sudah sampai, namun hingga kini belum juga nampak batang hidungnya.


Sementara itu Ikbal berniat keluar kantor untuk bertemj klien,.


Hari ini Andre mengosongkan semua Agenda nya dan melimpahkan tugas nya pada Ikbal.


Ikbal keluar dari lift dan menuju resepsionis untuk meminta sekertaris Andre membawakan dokumen yang tertinggal di meja kerja Andre.


"Dina, tolong kamu hubungi sekertaris big bos untuk membawakan saya dokumen yang tertinggal di ruangan pak Andre" ucap Ikbal pada sekertaris yang berambut pendek bernama Dina.


"Baik pak" lalu ia segera menghubungi sekertaris big bos


"Anu pak, ada seseorang yang mau bertemu big bos, tapi belum buat janji, saya meminta orang itu menunggu" ucap Dina takut-takut


"Siapa Din, mana orangnya? " tanya Ikbal acuh tak acuh.

__ADS_1


Namun, beberapa saat kemudian mata Ikbal membulat sempurna melihat orang yang di sebutkan Dina


"Siapa suruh dia menunggu? sudah sejak kapan dia disana? tanya Ikbal panik"


lalu dengan tergesa-gesa ia berjalan


"su..sudah hampir satu jam, mba Lara yang katakan saya tidak boleh menghubungi atas dan menyuruhnya menunggu" ucap Dina yang di balas pelototan Lara, resepsionis berambut panjang yang merupakan senior di sana


"Apaaaa? apa kalian sudah bosan kerja? cari mati kalian.


Kalian tahu tidak?? big boss sedang menunggu wanita itu, dia itu calon istri pemilik perusahaan ini, dia kekasih pak Andre" ucap Ikbal marah suara nya membuat semua mata melihat padanya.


Ikbal adalhb pemimpin yang terkenal tegas dan disiplin tinggi, ia segera berjalan turun ke lobby perusahaan, memarahi resepsionis yang bertugas


Sofie yang mendengar suara ribut-ribut mendongakkan kepalanya yang sedang asik bermain ponsel


"Ah Ikbal" ucap Sofie lalu ia bangkit dan menghampiri Ikbal yang terlihat sedang memarahi dua resepsionis tadi


"Hai Ikbal, apa bos mu ada? " tanya Sofie dengan senyum lebar, seolah tak merasa bosan menunggu


"Ada Sof,maafkan kelalaian karyawan kami" ucap Ikbal malu


"Ah tak apa, mereka juga gak sepenuhnya salah, hanya menjalankan prosedur, sudah kasian jangan marahi mereka" ucap Sofie sambil tersenyum


"Terima kasih bu. maafkan kami yang tidak tahu jika ibu calon istri bos kami" ucap mereka serentak sambil memasang wajah memyesal


Sofie melirik Ikbal sejenak, ia terkejut mereka mengatakan jika ia calon istri Andre dan memastikan jika itu ulah Ikbal.


Sementara Ikbal pura-pura tak melihat Sofie yang melotot ke arah nya.


"Ayo Ikbal, mas Andre pasti sudah menunggu pesanannya" ucap Sofie melenggang pergi di ikuti Ikbal.


mereka masuk dan lalu menekan tombol angka, lantai paling atas dimana pemilik perusahaan berada.


"Jadi Ikbal, kamu bisa menjelaskan pada saya? dari mana gosip itu? " tanya Sofie dengan mata menyelidik


"Maafkan saya bu Sofie,, itu gak sepenuh nya gosip tapi kenyataan. Pak Andre sudah menyukai bu Sofie sejak dulu pertama bertemu, saya harap ibu bisa menerima pak Andre yang setia menunggu ibu" ucap Ikbal panjang lebar


"Apa Andre gak bisa bicara sendiri dan harus melalui kamu? " tanya Sofie lagi


"Maaf bu, bu Sofie salah paham" ucap Ikbal kikuk


"Apa Andre tahu kamu akan berbicara seperti itu pada saya?" ucap Sofie menyelidik, mencari kebenaran di mata Ikbal


"Maaf bu, sekali lagi maaf. Jangan laporkan saya pada beliau atau karir saya tamat" ucap Ikbal pucat pasi


"Saya bukan orang yang seperti itu. Any way thanks sudah mengantar saya, kalau gak ada kami pasti saya masih menunggu di bawah" ucap Sofie tersenyum.


Sofie sengaja menggoda Ikbal, ia tak akan mengadukannya pada Andre.


justru hati Sofie berbunga-bunga mengetahui kenyataan bahwa Pria yang akan di temuinya sudah mencintainya sejak lama dan selalu menantinya.


"Sepertinya benar kata mama, aku harus memberikan dia kesempatan " gumam Sofie dalam hati.


Sofie baru sampai di lantai atas, ia lalu melangkah menuju meja sekertaris direktur


"Loe Sofie kan? pegawai disini dulu? " ucap Tamy, sekertaris Andre


"Hai Tamy, apa kabar?" ucap Sofie berusaha ramah


"Baik, loe apa kabar? Ada keperluan apa loe ke sini? " tanya Tami dengan pandangan mengejek

__ADS_1


"Aku alhamdulillah baik Tam, pak Andre nya ada? " tanya Sofie ramah


"Buat apa nanyain big bos? loe gak lagi ngigo kan? emang loe udah buat janji?" tanya Tamy sinis


"Uhm belom sih, tapi gue diminta ke sini" Sofie masih memasang senyum, walau Tamy merendahkannya


"Ah loe mimpi siang bolong" ucap Tamy lagi tertawa mengejek


Sementara Sofie hanya tersenyum, karena ia tak mau ambil pusing dengan perkataan Tamy.


Tiba-tiba Andre keluar dari ruangannya, ia sudah gelisah menunggu lama dan yang di nanti tak juga tiba


"Loe kira, loe siapa Sof, bisa seenaknya keluar masuk perusahaan ini? apalagi dengan bebas bertemu sama pak Andre.


Apa loe gak punya kaca? " ucap Tamy lalu tertawa sendiri


"Siapa dia kamu bilang? berani-berani nya kamu menilai orang yang ingin bertemu dengan saya, kamu siapa? " ucap Andre murka karena melihat Sofie yang hanya diam di ejek oleh sekertaris nya itu


Sofie terkejut dan melihat Andre yang berjalan ke arah nya


"Maafkan mas ya, harus nya mas jemput kamu di lobby " ucap Andre lembut menatap kekasihnya


"Gak apa-apa mas, maaf ya Sofie telat, tadi nunggu di bawah. "


"Benar-benar kalian semua tidak becus bekerja.


Kamu tamy, apa itu sikap seorang sekertaris direktur? apa kamu tahu siapa wanita ini? Dia kekasih saya, calon istri saya. Hari ini juga kamu silahkan bereskan meja kerja kamu, Kamu saya pecat!! " ucap Andre murka


"Mas, jangan begitu Tamy cuma tegur sapa aja kok" ucap Sofie yang melihat Tamy menangis


"Dia karyawan saya, saya berhak memutuskan " ucap Andre


"Jika saya yang memohon sama mas, apa mas masih mau memecat dia? " tanya Sofie memandang wajah Andre


"Kali ini, saya maafkan kamu.


Kamu beruntung Sofie menyelamatkan karir mu" ucap Andre menatap kesal pada sekertarisnya


"Ma, makasih Sof"


"Coba ulangi ?" ucap Andre geram karena Sekertarisnya hanya memanggil nama wanita nya


"Terima kasih bu Sofie" ucapnya gemetar karena karirnya akan berakhir jika ia tak menyadari kesalahannya sesegera mungkin


"Ayo mas kita masuk" ajak Sofie


mereka berjalan menuju ruangan Andre.


Sofie meletakkan bekal sarapan buat Andre lalu membukanya


"Sudah mas jangan marah-marah, kamu karena lapar ya jadi galak" ucap Sofie tertawa mencoba mencairkan suasana karena melihat wajah Andre yang masih kesal


"Apa terlihat ya? " tanya Andre mengertukan dahinya


"Uhm " ucap Sofie menahan tawa


"jadi kamu mengejek ku ya?" ucap Andre mendekati Sofie


ia mengelitiki tubuh Sofie hingga Sofie tertawa dan berteriak-teriak kegelian.


beruntung ruangan Andre kedap udara sehingga tidak ada yang mendengar tingkah mereka, jika tidak bisa dipastikan orang akan salah paham.

__ADS_1


__ADS_2