Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Orangtua Andre


__ADS_3

"Mas, mas, apa kau tidak bercermin pada dirimu sendiri, buah tak jauh dari pohonnya, dari mana sifat keras kepala anakmu diturunkan dan kau juga mewarisi satu sifat lagi pada putramu itu, sekali ia mencintai seseorang, maka ia akan mencintai orang itu selamanya, bukankah kau dulu seperti itu? sudah berapa kali aku tolak cintamu... " Bagas langsung membekap mulut istrinya dan meringis malu


"Mama stop, stop iya iya papa setuju, jangan buka aib papa" bisik Bagas lirih pada Mirna, sedang Mirna mengedipkan sebelah matanya pada Andre, membuat Andre membekap mulutnya menahan tawa melihat tingkah kedua orangtuanya itu


"Ehmmm, papa setuju, bawa dia kerumah, papa mau lihat, sehebat apa wanita itu bisa membuat putra papa bertekuk lutut" ucap Bagas menetralkan perasaannya


"Baik pa, terima kasih" ucap Andre bahagia


Keesokan harinya


Andre seakan tak mau menyia-nyiakan waktu, ia segera meminta Sofie ikut dengannya untuk berkenalan dengan orangtuanya, setelah semua berjalan lancar, ia ingin segera melamar Sofie


Kendaraan yang mereka naiki berhenti di halaman rumah orangtua Andre, Sofie masih terdiam menatap lurus rumah megah Andre, walau masih bisa di katakan lebih megah rumah Prakoso, namun tetap saja membuat hati Sofie tak karuan, gelisah


"Ayo, jangan takut, ada aku" ucap Andre mengulurkan tangannya membantu Sofie keluar dari mobil


"Mas, bagaimana kalau orangtuamu tidak setuju? " tanya Sofie ragu


"Sayang mereka sudah setuju apapun keputusanku. kamu harus percaya diri, masa mas aja yang berjuang, kamu juga harus berjuang" ucap Andre lembut yang dijawab anggukan Sofie


Sofie keluar dari mobil dan menggenggam tangan Andre, ia menghela nafas bebeeapa kali untuk meredakan rasa gugupmya


"Sayang, rasanya aku ingin segera menjadikan milikku selamanya, kamu cantik sekali" bisik Andre mengabaikan rasa gugup yang di rasakan Sofie membuat wajah Sofie memerah karena malu


Andre lalu menarik tangannya, hingga Sofie jatuh dalam pelukannya, menengadahkan wajah Sofie, memandangnya penuh cinta


Tangan Andre membelai wajah Sofie, hingga pandangannya jatuh pada bibir merah merekah di depannya, Andre mendorong wajah Sofie mendekat, lalu ********** lembut penuh perasaan


"I love u sayang" ucap Andre melepaskan ciumannya


"Eheemmm eheeemm" suara orang berdehem membuat Sofie buru-buru mendorong tubuh Andre menjauh, ia lupa jika kini sedang berada di kediaman orangtua Andre


Nampak seorang gadis cantik berusia dua puluh tahun tertawa menatap mereka


"Udah, mending cepet resmiin, main sosor aja anak orang nih kakak" teriaknya membuat mata Andre melotot kesal, sedang Sofie lebih memilih menunduk


"Hai, pasti perkenalkan aku Agnes, salam kenal kakak ipar, pantes kakak tergila-gila kakak ipar cantik dab anggun" cerocosnya sambil mengulurkan tangannya


Sofie membalas uluran tangan Agnes


"Sofie, kamu juga cantik dan imut" ucap Sofie tersenyum sambil melirik ke arah Andre, seolah bertanya siapa gadis di depannya itu


Andre merangkul Agnes dan mengacak -acak rambutnya, membuat Agnes kesal


"Dia adikku yang paling jelek" ucap Andre mengejek ke arah Agnes


"Apa-apaan ini, ada tamu bukan di persilahkan masuk malah berantem" ucap Mirna yang keluar karena mendengar keributan Agnes dan putra sulungnya


"Kak Andre duluan tuh mah, huh nyebelin" ucap Agnes menghentakkan kakinya kesal, lalu berjalan ke arah Sofie


"Ma, kenalkan ini Sofie calon mantu mama" ucap Andre bangga membuat hati Sofie berbunga

__ADS_1


"Mirna" ucap mama Andre mengulurkan tangan


"Sofie tante" ucap Sofie malu-malu


"Pantes anak tante cinta mati, calonnya cantik dan anggun gini" ucap mama menyungging senyum memuji anakanya


"Ma.. makasih tante" ucap Sofie malu-malu


"Kakak ipar ayo masuk, biarin bujak lapuk itu di luar ucap Agnes menjulurkan lidahnya kearah Andre


Sofie hanya bisa tersenyum canggung karena melihat kelakuan Andre dan adiknya


Mereka lalu masuk kedalam rumah Andre yang bergaya eropa, nampak seorang pria setengah baya sedang duduk sambil membaca koran ditangannya


Wajahnya masih terlihat tampan, sedang mamanya sangat cantik, khas wanita blasteran


"Sayang, calon mantu kita sudah datang" ucap Mirna memanggil suaminya yang langsung menutup koran yang di bacanya


"Sofie om" ucap Sofie mengulurkan tangan


"Sepertinya saya pernah melihat kamu, tapi di mana ya? " tanya Bagas setelah mereka semua duduk


"Mungkin di kantor mas Andre om, saya dulu karyawan di sana" ucap Sofie mengingatkan


"Oh jadi kamu karyawan anak saya" ucap Bagas dengan nada meremehkan


"Mas" Mirna menyentuh tangan suaminya


"Iya om, kurang lebih Tiga tahun lalu" ucap Sofie berusaha tenang


"Di Prans and Co, bertugas mengawasi om" ucap Sofie tersenyum, ia memegang tangan Andre di bawah meja, berusaha menenagnkan kekasihnya yang mulaunkesal dengan ucapan papanya


"Pengawas gudang ya? ucap Bagas mencibir"


Namun Sofie masih memasang wajah penuh senyum


"Papa apaan sih? dia kan calon kakak, mas di introgasi begitu" protes Agnes yang ikutan kesal dengan sikap papanya


"Kamu anak kecil tahu apa" ucap Bagas santai


Agnes tidak menjawab, ia berjalan kekamarnya, tak lama kemudian ia kembali dengan majalah di tangannya sambil menyodorkan majalah tersebut pada papanya


"Anak kecil lebih tahu dari papa" ucap Agnes tersenyum lebar lalu duduk di samping Sofie


"Mas kamu keterlaluan" ucap Mirna geram


"Nak Sofie maafkan om ya, dia kurang sajen sepetinya dia perlu puasa setahun" ucap Mirna menatap dingin pada suaminya


"Kakak ipar, aku mendukungmu" bisik Agnes sambil tertawa kecil


"Mirna lalu membaca halaman yang di buka oleh Agnes, nampak wajah yang familiar baginya, ia memandang Sofie sekilas, lalu membaca majalah fashion itu yang nampak foto seorang wanita cantik sebagai sampulnya

__ADS_1


"**Pengusaha wanita muda yang sukses dan fashionable"


Pengusaha muda wanita masih sangat jarang di negara kita, namun wanita cantik bernama lengkap Sofie Bimo Prakoso Hadikusumo membuktikannya


Anak pengusaha sukses Prakoso Hadikusumo ini telah mengukir prestasinya dalam mengelolah beberapa perusahaan kecil yang bernaung di bawahnya seperti kosmetik yang beredan dan sedang booming di kalangan anak muda saat ini, Sofie (begitu biasa ia dipanggil) juga bergelut di bidang fashion dan toko perhiasan dengan design yang terkenal unik dan khas anak muda.......


mirna tak meneruskan membaca artikel pada majalah itu**.


Mirna menghela nafa sejenak, lalu ia memberikan majalah itu pada suaminya, dan mata Bagas melotot tak percaya bahwa wanita di depannya ini adalah seorang pengusaha muda yang sukses dan di balik namanya ada seorang pengusaha yang merupakan orang terkaya di kota itu, namun ada yang sedikit mengganjal di hati, karena setahu nya Prakoso hanya memiliki anak laki-laki


"Nak Sofie maafkan om ya, sudah berlaku tak sopan" ucap Bagas salah tingkah, cukup sekali ia membuat kesalahan waktu itu yang hampir membuat Prakoso murka dan beruntung anaknya tidak mau memperpanjang. Bagas mengingat kembali kejadian itu dan ia baru menyadari sesuatu


"Apa kamu yang waktu itu korban bullying Sisil? " tanya Bagas meyakinkan


"Iya om"


"Astaghfirullah, om baru ingat, maafin om ya, om sudah bersikap gak sopan padamu" ucap Bagas menggaruk kepalanya yang tak gatal karena merasa malu


"Huh dasar musang tua" ucap Andre lirih


Ia memang tak pernah akrab dengan papanya karena Bagas selalu memgukur segala sesuatu dengan Materi dan selalu meremehkan orang


Mirna bangkit lalu berjalan menuju calon mantunya


"Ayo sayang, kita tinggalkan musang tua ini disini" ucap Mirna melirik malas kearah suaminya, dengan sedikit ragu Sofie menyambut uluran tangan Mirna


mereka berjalan menuju halaman belakang rumah mereka, diikuti Andre


"Kayanya ada yang nanti malam tidur di sofa" sindir Agnes lalu berjalan menyusul mama nya


"Agnes tolong papa" teriak bagas pada putri bungsunya


"Maaf pa, Agnes gak ikutan, lagi papa gak ada kapoknya, pasti papa bermaksud bandingin kak Sofie sama si Sisil itu ya kan?


Sisil gak ada apa-apanya pa dibanding kak Sofie. Kak Sofie kelasnya jauh diatas si perempuan gila itu, berhenti papa ngotot jodohin kak Andre sama perempuan gila itu kalau papa mau hidup nyaman" ucap Agnes berjalan meninggalkan papanya sendiri


Mirna, Sofie dan Agnes sudah duduk di beranda belakang rumah mereka


Mirna memegang tangan Sofie, ia masih tak enak dengan perkataan suaminya


"Nak Sofie maafkan papanya Andre ya, dia sebenarnya baik, hanya saja obesesinya mau menjodohkan anaknya dengan anak sahabatnya membuat ia selalu menilai jelek wanita di sekitar Andre, tante minta maaf ya sayang" ucap Mirna pelan


"Gak apa-apa kok tan, mas Andre sudah memberitahu Sofie kalau om masih berusaha menjodohkan dirinya dengan mantan tunangannya itu, jadi Sofie sudah menduganya" ucap Sofie masih tersenyum, ia sengaja berbohong jika Andre memberitahunya, ia hanya teringat ketika Andre kesal dan datang padanya, Andre hanya mengatakan papanya tak mau menyerah dengan Sisil


"Nak Sofie, tante menyetujui hubungan kalian, jauh sebelum kamu datang dan bukan karena tante tahu latar belakangmu.


Bagi tante kamu orang yang berarti buat Andre, Andre bahagia denganmu dan sangat mencintaimu, itu sudah cukup menjadi alasan tante menyukaimu dan tante merestui hubungan kalian" Mirna mengelus rambut Sofie


"Makasih tante, apa tante tidak keberatan.... " Sofie merasa tenggorokannya tercekat


"Maksudmu statusmu? sayang makin tante kenal kamu, makin tante suka kamu, tante tak pernah mempermasalahkan itu, Asal kalian saling mencintai, itu bukan masalah buat tante"

__ADS_1


"Makasih tante" ucap Sofie terharu, kekwatirannya sedikit berkurang, tinggal papanya Andre yang masih belum merestui mereka


"Mengenai om, kamu gak usah kawatir, ia pasti akan merestui kalian" ucap Mirna seakan bisa membaca apa yang sedang di pikirkan Sofie


__ADS_2