
Veronica sudah keluar dari rumah sakit, ia mengalami patah tulang di beberapa bagian, yang terparah di bagian betisnya sehingga kemungkinan ia bisa berjalan sangat kecil.
Andy langsung meminta persetujuan orangtua nya serta orangtua Veronica untuk menikahi Veronica.
Awalnya Vero menolak karena kondisi nya yang sangat memprihatinkan, ia lumpuh selamanya, dan tak ingin menyusahkan Andy, namun Andy dengan hati yang lapang menerima Veronica.
Veronica menangis dan menyesali jika saja ia menyadari besarnya cinta Andy, ia tak akan pernah mengabaikan nya.
Mereka langsung terbang ke negara A untuk menetap dan memulai hidup baru disana.
Andy dan Vero sepakat memberikan Ido apartemen Vero untuk ditinggali, tapi tidak bisa di jual, itu sebagai balasan karena di masa lampau Ido telah menjadi sahabat Andy disaat banyak orang yang menghina Andy, hanya Ido yang tulus mau bersahabat dengan Andy.
sementara di apartemen Veronica
Ido mengamuk, ia melihat seluruh isi apartemen tak menjumpai satu pun barang Veronica. lalu ia menuju apartemen Andy, namun kondisinya sama.
__ADS_1
Ido pun menuju kediaman Andy, namun Sesampainya disana , security dikediaman Andy mengatakan jika Andy sudah menetap di luar bersama kedua orangtua nya.
Ido merasa sendiri dan putus asa, ia merasa dijebak Andy hingga Vero meninggalkannya yang otomatis dana untuk membayar utang-utang nya raib.
Dengan langkah gontai ia menuju kediaman keluarga nya, melihat kondisi Ido yang kusut dan Kumal, akhirnya pembantu nya yang merangkap pengasuhnya waktu kecil membiarkan Ido masuk, mandi dan berganti pakaian.
Ia merasa iba melihat kondisi keluarga yang harmonis kini hancur karena ulah pemuda di depannya.
pembantu itu berani memberikan izin karena yakin nyonya nya dan Risya tak akan pulang dalam jangka waktu lama, karena Tania masih di rawat karena depresi berat, sehingga Risya menemani di rumah sakit dan bekerja dari rumah sakit, bergantian jaga dengan Hilda kekasihnya.
Ido yang heran melihat kondisi rumah yang sepi sejak kedatangannya, menghampiri si pembantu tua tersebut
”Loh den Ido gak tahu ya? nyonya kan dirumah sakit, dan den Risya juga menemani nyonya"
"Ido enggak tahu mbok, emang mama sakit apa?Kapan pulangnya mbok"
__ADS_1
"Kalau itu mbok gak tahu den, soalnya sudah lama nyonya di rawat, tapi belum pulang. itu loh den nyonya kan percobaan bunuh diri, setelah Aden pergi, nyonya memotong urat nadi pergelangan tangannya"ucap mbok Ratmi menghapus air matanya.”
Ido melongo terkejut, ia lalu bergegas mengambil jaket dan keluar rumah dengan tergesa-gesa
mbok Ratmi menggelengkan kepala , ia tak habis pikir mengapa Ido tidak mengetahui kondisi orangtua nya sendiri.
Ido menaiki Ojek yang berada di depan komplek rumahnya menuju rumah sakit yang di sebutkan mbok Ratmi.
Sesampainya di ruangan Tania dirawat, Ido melihat mama nya sedang duduk dengan tangan dan kaki terikat, lalu ia menghampiri mama nya yang hanya duduk diam dengan pandangan kosong, sesekali air mata nya menetes.
Suster yang baru melihat Ido langsung mencegah Ido mendekati mama nya
"sus, saya anaknya sulungnya, saya mau lihat kondisi mama saya"ucap Ido meyakinkan dan akhirnya si suster memperbolehkan ia mendekat.
Ido memeluk mama nya yang terlihat tak memiliki gairah hidup.
__ADS_1
"Mama ini Ido ma, mama kenapa jadi begini? maafin Ido ma, maafin"Ucap Ido menangis di pangkuan wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya.
Tania mendengar Ido berteriak menyebut namanya lalu membelai rambut Ido, air matanya menetes deras, namun tiba-iba ia menjerit dan memukul-mukul Ido histeris