Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Aib Ido


__ADS_3

"Ya udah, nanti mama minta pak Jali yang ambil ya, mangga lengkap sama gagang dan daun-daunnya, sekarang kamu makan dulu, kasian bayi dalam kandunganmu pasti sudah kelaperan"


Sofie menuruti semua perkataan Wida,walau dalam hatinya kesal


Sofie makan tanpa menghiraukan Ido, ia juga tak mengerti mengapa ia sekesal ini hanya karena sebuah permintaan yang tidak sesuai apa yang di harapkannya.


Ido berkali-kali melirik Sofie, namun yang dilirik tak peduli


"Sayang kenapa opor ayamnya gak di makan, itu kan makanan favorid kamu?" tanya Wida yang melihat Sofie hanya menaruh tempe goreng yang di atasnya ia kasih kecap


"Gak ma, tempe ini enak banget ma, lebih enak dari opor" ucap Sofie sambil melahap makanan nya


"Mbok nanti malam goreng tempe yang banyak ya, Sofie mau makan kaya ini lagi"


"i iya non, beres" ucap mbok Iyah bingung


"Ternyata non Sofie seleranya kaya mbok Iyah, ndeso lebih nikmat makan tempe daripada daging atau ayam hehhe" gumam mbok Iyah tertawa dalam hati


Sementara Prakoso dan istrinya hanya bisa menggeleng melihat kelakuan putrinya.


"Mama panggil mang Ujang dulu ya, biar mang Ujang petikkan mangga untukmu" Ucap Wida beranjak dari tempat duduknya


"Makasih ma, jangan lupa.. "


"Iya, iya mangga plus gagang dan daun kan? "

__ADS_1


"hehehe iya ma, makasih lope u mama"


Wida tersenyum sambil berjalan menuju rumah belakang yang tempat tinggal para pembantu, Ido tentu tidak akan menemukan mang ujang di kebun karena mang Ujang hari ini bekerja memperbaiki rumah belakang


"Papa juga ada sedikit pekerjaan yang harus papa selesaikan, papa tinggal ya sayang"


Sofie menoleh dan mengangguk


"Sayang kamu marah ya? " tanya Ido setelah semua orang meninggalkan meja makan


"Udah tahu nanya"


"Maaf dong yank, masa gitu aja marah, lagi kan yang penting mangga yank" ucap Ido lirih di akhir ucapannya, namun Sofie masih bisa mendengar dan melotot tak senang ke arah Ido


"Masalahnya yank, jangan ketawa ya sini" ucap Ido mendekati wajah Sofie


"Apaan sih deket-deket? ingat ya aku masih marah sama kamu, rasanya tuh kesel banget tahu gak? "


"Aku mau banget ambil mangga seperti yang kamu minta, masalahnya... "


Ido membisikkan sesuatu ketelinga Sofie, lalu mata Sofie membulat sempurna dan tak lama ia tertawa terbahak-bahak


"Ahahhahaha, Astaga, beneran?


ya Ampun mas, anak umur 5 tahun aja bisa, masa kamu gak bisa sih? lucu bener"

__ADS_1


"Psssstttt, pelan-pelan ngomongnya, malu kalau sampai ada yang tahu"


"Habis kamu aneh sih, mana ada laki-laki yang gak bisa manjat pohon hahahha"


Sofie tertawa geli melihat ekspresi Ido akhirnya ia tak tega.


kini ia bisa memaklumi jika Ido tidak bisa memperoleh Mangga yang utuh dengan gagang ,dan daun, pasalnya ia menggunakan sepatunya untuk menimpuk mangga tersebut


"Sepertinya kita bakal butuh sepatu baru hahahha" Sofie berjalan sambil tertawa meninggalkan suaminya yang mendengus


kesal di goda olehnya


"Sayang mau kemana? tunggu" teriak Ido menyusul Sofie yang sudah berjalan ke arah halaman belakang


"loh nak, sepertinya suasana hatimu sudah membaik, nah gitu dong, gak baik lagi hamil marah-marah"


"Udah ma, habis Sofie tahu kenapa mas Ido ga dapat mangga yang Sofie mau"


"Kenapa?? "


"Karena... mas Ido gak bisa manjat pohon hahahahha, mangga yang mas Ido dapat hasil dia nimpuk pake sepatunya" ucap Sofie tertawa lepas, Wida yang mendengar ikut tertawa, namun langsung berpura-pura batuk karena melihat mantunya sudah berada dekat dengan mereka dengan Wajah merona merah karena malu


"Ah Sofieeee, bener-bener ya, bikin malu gue aja depan mertua, aib gue, sial apa tanggapan mama tahu mantunya gak bisa manjat. tengsin banget gue" gerutu Ido menatap Istrinya yang tanpa dosa menertawainya"


"Sabar Ido, sabaaarrr, orang hamil emang gitu," ucap Idomenenangkan hatinya

__ADS_1


__ADS_2