Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Memohon III


__ADS_3

"Ido akan tetap berusaha meminta maaf sama Sofie, berapa lama pun Ido siap" ucap Ido menatap Istrinya membuat air mata Sofie jatuh tak tertahan


"Kamu Sof? " tanya Tania menyentuh tangan mantunya memberi kekuatan


"Sofie masih belum bisa memutuskan ma, pa, maaf"


Ido tertunduk lesu mendengar pernyataan Sofie, ia mengira Sofie akan berubah pikiran saat berhadapan dengan orangtuanya, ternyata malah Sofie teteh kekeh dengan pendiriannya belum bisa memaafkan dirinya


Ido memandang wanita disampingnya yang masih menunduk, sesekali ia menghapus air mata yang jatuh membasahi pipinya


"Ido akan terima keputusan Sofie, jika Sofie belum bisa memaafkan Ido, semua Ido terima pa, karena memang itu kesalahan Ido.


Tapi Ido akan membuktikan pada Sofie bahwa Ido bisa jadi ayah sekaligus suami yang baik buat Sofie" ucap Ido berusaha menggegam tangan Sofie walau Sofie berusaha melepaskan genggaman tangan suaminya itu.


"Papa menyerahkan masalah ini pada kaliam, bicarakan baik-baik, jangan pakai emosi.


Kami sebagai orangtua selalu menginginkan yang terbaik, terlebih lagi kini Sofie sedang mengandung cucu papa, papa harap Sofie dapat mempertimbangkan masak-masak dalam mengambil keputusan, karena keputusanmu hari ini akan menyangkut masa depan anak dalam kandunganmu"Ucap Haryo menghela nafas berat


Di dalam hati Haryo ia merasakan sakit hati yang di rasakan Sofie, namun dinlain sisi ia tak mau Sofie berpisah dengan anaknya demi cucu dalam perut Sofie.


"Papa sudah memutuskan, untuk sementarabperusahaan akan di pegang Risya, biar Risya belajar menjadi pemimpin. Dan kamu Ido, papa bebas tugaskan kamu dari perusahaan sampai waktu yang tidak di tentukan.


intropeksi diri atas semua kesalahan dan kelalaianmu, karena papa nilai kamu sudah gagal sebagai suami maupun sebagai pemimpin perusahaan"

__ADS_1


"Tapi pa, apa tidak terlalu berat kamu menghukum anakmu sendiri? "Protes Tania yang shock atas keputusan suaminya


Haryo hanya menatap sekilas istrinya, namun Tania bisa melihat kemarahan yang Haryo berusaha sembunyikan, seumur pernikahan mereka Tania tidak pernah melihat Haryo menatapnya datar dan dingin, membuat Tania langsung membungkam mulutnya, tidak meneruskan protesnya.


"Baiklah kalau begitu, papa dan mama istirahat terlebih dahulu, kalian selesaikan masalah kalian secara baik-baik.


Papa percaya akan keputusan kamu, apapun itu" ucap Haryo mengelus kepala Sofie lembut lalu meninggalkan ruang keluarga di ikuti Tania.


Ido melongo melihat mamanya yang tak berkutik di depan papanya, kali ini Tania tidak bisa membantah Haryo.


Ido makin lesu mendengar keputusan Haryo.


Jika saat ini Sofie membuangnya makan tamatlah hidup Ido.


"Ternyata ia masih saja perduli denganku walau hatinya telah aku sakiti. Manusia macam apa aku ini telah menyakiti wanita sebaik Sofie" ucap Ido dalam hati.


Ido mulai menangis tanpa suara. Ia menyesali semuanya, Hidupnya yang dulu oenuh arti hancur karena balas dendam yang tak jelas.


Cinta dan kecewa yang besar di masa lalu mendorong Ido terjerumus dalam kubangan dosa, jerat nafsu yang fatamorgana membuatnya kian hancur dalam jurang kesalahan demi kesalahan yang membentuk karakternya kini, membuang dirinya yang dulu, hingga Ido sulit kembali pada dirinya yang dulu.


Satu yang tak pernah berubah, perasaannya pada Sofie, namun itu semua kini menjadi beda karena Ido menjadi sosok yang berbeda.


"Maafkan aku Sof, aku gak bermaksud menyakitimu, aku benar-benar cinta kamu" ucap Ido lirih berulang ulang di sela tangisnya

__ADS_1


Sofie terlihat ragu ingin memeluk suaminya, ia bisa merasakan ketulusan kata-kata Ido kali ini, jika sebelum-sebelumnya Ido meminta maaf, ada rasa yang membuat Sofie tak percaya, namun kali ini Sofie melihat Ido begitu rapuh dan penuh penyesalan.


Sofie bangkit dari kursinya lalu mendekati Suaminya dan memeluknya, Ido yang tak menyangka Sofie akan menghampirinya terkejut dan langsung memeluk istrinya.


"Please sayang, jangan tinggalkan aku, aku mohon padamu, aku benar-benar minta maaf. Aku cinta kamu, gak bisa hidup tanpamu.


Aku bisa mati jika kamu meninggalkanku" ucap Ido di sela tangisnya"


Sofie membiarkan Ido menangis dalam pelukannya, setelah reda Sofie menangkup wajah suaminya. mata Ido yang biasanya bersinar kini terlihat kuyu dan pasrah


"Aku memberi kamu kesempatan, demi anak kita, aku mohon kamu berubah.


jujur aku masih mencintaimu, tapi..


aku masih belum bisa memaafkanmu, biarkan waktu yang menjawab maafmu apakah tulus atau tidak"


"Makasih sayang, itu cukup buat aku, terima kasih. aku akan tunjukan sama kamu kalau aku benat-benar tulus"


"maka buktikan kata-katamu, dan hapus airmatamu. Apa kamu tidak malu pada anakmu, menangis seperti itu" goda Sofie membuat Ido malu dan langsung buru-buru menghapus air matanya


"Anakku juga tahu jika papanya menangis karena tidak mau kehilangan kalian berdua" ucap Ido langsung mencium perut rata Sofie


Ada yang tahu? apakah rahasia kelam Ido yang membuatnya berubah? jika reader ada yang tahu tulis di comen ya dan jangan lupa tinggalkan like nya. terima kasih

__ADS_1


__ADS_2