Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Serangan Jantung Ke Dua


__ADS_3

Prakoso duduk di meja kerjanya, rahangnya mengeras memegang beberapa lembar kertas di tangannya.


Selama ini tanpa sepengetahuan Sofie, diam-diam Prakoso meminta seseorang menyusup ke dalam perusahaan Ido untuk mengamati tindak tanduk Ido.


Sebelum menikah dengan Sofie, Prakoso sudah menjadi salah satu penanam modal di perusahaan Haryo, namun ia tak menggunakan namanya, statusnya di rahasiakan.


Prakoso juga tahu jika Ido menyalahgunakan keuangan perusahaan untuk pribadi, Ido terlilit utang dan imbasnya jika ingin mempertahankan perusahaan maka ia harus mencari penanam modal, dan lagi-lagi ia meminta asistennya untuk menanamkan modal di sana menggunakan namanya.


"Jadi pak,apa kita jadi jalankan rencana kita?”


”jalankan sesuai rencana, aku mau Ido di depak dari perusahaan, jika kita jadikan satu saham kita, kita jadi pemegang saham terbesar dan mempunyai hak mutlak mendepak Ido dengan alasan gagal menjadi pemimpin perusahaan"


" Setelah itu kita akuisisi perusahaan itu di bawah PRAMS company.


Sita semua aset keluarga Ido, tapi sisakan satu tempat tinggal tinggal untuk orangtua dan adiknya tinggal, jangan sita kendaraan adiknya, Risya dan minta dia menghadap padaku”


"baik tuan, ada lagi yang bisa saya bantu?”


”Bagaimana perkembangan sidang anak saya?”


"Semua berjalan dengan lancar, besok adalah sidang pertama non Sofie”

__ADS_1


”Baiklaj, tolong kosongkan Jadwal saya sampai Minggu depan, saat ini saya ingin fokus mendampingi Sofie”


"Baik pak, kalau begitu saya permisi” pak Hendra membungkuk lalu berjalan menuju pintu keluar


”Ah Hendra, apa menurutmu aku kejam pada mereka?"


”Tidak pak, wajar seorang ayah membela putrinya"ucap Hendra lugas


”Aku sudah lama mengenal Haryo , kami sudah lama bekerjasama. Hendra apakah tindakanku benar?”


”Tapi apa yang bapak lakukan sudah lebih dari cukup, Bapak hanya mengambil uang yang sudah Ido pinjam dan perusahaan Haryo masih tetap milik mereka, namun dalam management perusahaan kita”


”Baiklah Hendra, terima kasih . Oh ya kosongkan jadwal saya jadi sebulan kedepan, dan selama itu kamu istirahatlah, sewaktu-waktu aku akan menghubungimu jika perlu sesuatu”


Sementara di rumah sakit


Haryo membuka matanya perlahan, ia merasakan pusing dan dada nya sesak, sudut matanya menangkap sosok wanita yang tak lain adalah istrinya


"Taniaaa"panggil Haryo lirih


”Masss, Alhamdulillah akhirnya kamu sadar.

__ADS_1


Apa yang kamu rasakan mas? apa masih pusing?apa dada mu sesak?”berondong Tania dengan wajah kuwatir


”Tania aku ingin bertanya padamu, kamu harus jawab dengan jujur, jangan sekali-kali kamu bohongi lagi aku, apa hanya aku yang tidak tahu? apa bagimu suamimu ini bodoh dan dengan mudah nya kamu tipu”


Wajah Tania yang cantik di usia senjanya kini pucat pasi, ia sudah menduga arah pembicaraan suami nya


”katakan apa yang terjadi dengan Sofie?apa anak tak tahu diri itu lakukan sampai kita kehilangan cucu kita?


bagaimana kamu mengajarkan anak sampai punya anak durhaka seperti itu Tania”teriak Haryo keras hingga urat-urat wajahnya terlihat dan matanya merah


"Mas tenang lah mas, kamu masih sakit”bujuk Tania panik. sepanjang pernikahan mereka ini adalah pertama kalinya Tania melihat suaminya marah melebihi beberapa waktu lalu ketika Ido kedapatan selingkuh


”Apa kamu pikir aku laki-laki lemah yang tak berdaya sehingga kamu berani membohongiku?”


”Mas maafin aku, kamu tenang ok, ingat kesehatan mu mas”


”Tania, aku gagal menjadi ayah, gagal Tania gagal. Aku tak bisa mendidik anakku sendiri ”Ucap Haryo menitikkan air mata, wajah Haryo berubah meringis dengan tangan mencengkram dadanya


"maaaasss, ya Allah, Susterrrrr tolong” teriak Tania yang melihat Haryo tumbang dengan tangan mencengkram dadanya


Suster dan beberapa dokter lalu membawa Haryo menuju ruang tindakan, Haryo terkena serangan jantung dan kali ini wajah dokter terlihat tidak baik

__ADS_1


Tania masih menangis di depan ruang operasi, ia menangis tanpa suara, Tania tak sanggup jika harus kehilangan suami yang di cintai nya, suami yang selalu memanjakannya. Bagi Tania, Haryo adalah segalanya dalam hidupnya, lelaki yang baik dan pengertian , sosok suami sekaligus ayah yang hangat. Tania mengigit bibirnya menahan isak karena kwatir dengan kondisi Haryo


”Mas bertahanlah mas, aku mohon jangan ambil suami ku ya Allah”Doa Tania dalam hati


__ADS_2