Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Penebus Dosa II


__ADS_3

kendaraan mereka memasuki parkiran lapas, Risya langsung keluar dari kendaraan nya, ia menatap Sofie yang ikut turun dan berjalan ke arahnya.


"Kak, Apa kau yakin mau ikut? " tanya Risya ragu


"Percayalah, kakak akan baik-baik saja. walau bagaimana pun, dia (Ido) pernah jadi bagian hidup kakak"


Risya menatap bola mata berwarna coklat milik mantan kakak iparnya dan ia bisa melihat kesungguhan di sana.


"Baik lah" ucap Risya lalu berjalan masuk di ikuti oleh Sofie, ia langsung menuju keruangan kepala penjara, karena beliau lah yang meminta Risya datang dan menemui nya terlebih dahulu.


Setelah berbincang sebentar, si kepala penjara yang bernama Pak Didit membawa mereka ke sebuah ruangan dan terlihat seorang pria terbaring di sana


Jika saja Sofie dan Risya tak melihat wajahnya, mungkin mereka tidak akan mengenali pria tersebut yang tak lain adalah Ido


Ido terlihat seratus delapan puluh derajat berubah, tubuhnya yang dulu ideal kini hanya tulang dan kulit saja, kurus, hitam dan rambut yang acak-acakan


waktu yang singkat hanya selama dua bulan saja memberi perubahan besar.


Risya menghampiri Ido yang meringkuk di sebuah ranjang besi.


Rambutnya terlihat sudah dua warna, kulitnya hitam dan wajah tampannya kini memudar.


"Kak Ido, ini Risya kak, kakak kenapa "tanya Risya menggenggam tanga kurus Ido


Ido terlihat membuka matanya, pandangannya sayu menatap Risya


"Risya, kenapa kamu disini? apa terjadi sesuatu pada mama? " tanya Ido balik bertanya, ia berusaha bangkit, walau tubuhnya lemah ia berusaha bangun. Risya membantu Ido duduk dan bersandar.


"Mama baik-baik saja, kakak gak usah kawatir.

__ADS_1


Apa yang terjadi dengan kak Ido? mengapa kakak tidak meminta seseorang mengabarkan tentang kondisi kakak" ucap Risya sedih.


Ido langsung terdiam, ia baru menyadari keberadaan seseorang yang amat di rindukan nya,menatap sedih kearah ido sambil menangis tanpa suara.


Sofie memghapus air mata nya, ia memang membenci pria itu, namun ia juga sedih karena lelaki yang pernah jadi bagian hidupnya kini tak ubahnya seperti tengkorak hidup.


Wajah tampan Ido pun tak terlihat karena hanya tulang pipinya yang terlihat.


"Sofieeeee" ucap Ido lirih


Sofie berjalan mendekat, melihat dengan jelas kondisi mantan suami nya


"Apakah aku pantas menerima tangismu itu? jangan pernah menangis lagi untukku.


aku tidak pantas kau tangisi apalagi kau kasiani.


jangan pernah kamu lupa, Aku yang menghancurkan hidupmu, rumah tangga kita dan hidup orangtua ku" ucap Ido menunduk, terisak


"Mas, kamu kenapa jadi begini? sebenarnya apa yang menimpamu?"


Ido hanya diam, membuang wajahnya.


"Mas kita berobat ya, biar nanti pengacara aku yang urus jaminan mas biar bisa jadi tahanan luar"


"Risya bisa tolong tinggalkan kakak sebentar?" Risya mengangguk lesu lalu melangkah meninggalkan dua pasang manusia yang kini berbeda jalan.


"Sofie jangan kamu paksa mas untuk berobat please, ini sudah karma yang harus mas terima.


Allah sudah menurunkan Azab atas perbuatan mas, mas terima semuanya dengan ikhlas sebagai penebus dosa-dosa mas sama kamu, anak kita dan papa.

__ADS_1


Mas hanya minta satu sama kamu, maafin mas, walau pun kamu sulit memaafkan mas, setidaknya mas sudah mengatakannya, sehingga tak ada penyesalan di kemudian hari.


Hidup bahagialah kamu, carilah suami yang berakhlak baik, jangan seperti mas." ucap Ido lirih lalu tiba-tiba ia tak sadarkan diri.


Sofie berteriak panik memanggil Ido, membuat Risya yang berada di depan ruangan berhambur masuk, memeriksa kondisi Ido, lalu mengangkat tubuh Ido,


ia ingin membawa kakaknya kerumah sakit.


Kepala penjara memberi izin dan mereka lalu dengan ambulance membawa Ido yang tak sadarkan diri menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, dokter yang memeriksa terlihat berwajah masam, ia menggelengkan kepala melihat kondisi Ido.


"Mengapa anda baru membawa nya ke rumah sakit? keadaan pasien sangat buruk. apa pasien sudah lama mengeluh sakit terutama di alat vital nya? "


"Sa...saya tidak tahu dok"


"Anda bagaimana? kondisi kakak anda sendiri tidak tahu"ucap Dokter kesal


Risya hanya menunduk mendengarkan omelan si dokter.


"Melihat dari kondisi kakak anda terkena penyakit spilis yang di tularkan saat berhubungan intim, dan penyakit itu sudah parah karena pasien sampai kencing nanah dan darah.


Kami akan melakukan pemeriksaan lengkap segera secepatnya agar nyawa pasien bisa di selamatkan, saya harap anda segera lengkapi prosedurnya agar kami bisa segera melakukan tindakan" ucap si dokter lalu pergi.


Risya jatuh terduduk, ia terkejut mendengar penjelasan dokter. air mata nya berlinang,.


Jika saja ia mau menyingkirkan sedikit saja ego nya dan menjenguk Ido sebentar saja pasti ia bisa tahu kondisi Ido.


Namun Risya terlalu marah pada kakaknya sehingga mengabaikan Ido yang saat itu merasa terpuruk.

__ADS_1


__ADS_2