Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Bunuh Diri


__ADS_3

Mediasi ke dua putrinya hari ini, Prakoso terus mendampingi Sofie hingga akhir sesi.


Kali ini Ido tidak hadir, dan Prakoso sudab menduga hal tersebut.


Sofie terkejut mendengar pengacara Ido memberitahukan pihak pengadilan jika klien nya tidak hadir karena sedang dimintai keterangan prihal perusahaan oleh pihak berwajib.


Sofie mencium hal yang tidak baik, ia lalu menanyakan maksud perkataan pengacara tersebut dan betapa terkejutnya ia mendengat jika Ido terlibat penggelapan uang perusahaan dan investasi bodong yang membuat perusahaannya diambang ke bangkrutan.


Ido kini sedang dalam proses pemeriksaan pihak berwajib.


Sebenarnya Sofie merasa iba, ia tak menduga jika pria yang selama ini jadi pendamping hidupnya adalah pria tak jujur di segala aspek hidupnya.


Prakoso juga berkata jika Sofie akan dimintai keterangan seputar kehidupan pribadi Ido selama ia menjadi istrinha.


Sofie akan di dampingi oleh Hendra asisten sekaligus pengacara pribadi Prakoso.


Sofie sangat mengkwatirkan kondisi Tania jika mengetahui hal ini, ia meminta tolong Prakoso untuk mengantarkannya ke kediaman Haryo sekedar melihat kondisi kesehatan Tania.


Sesampainya di kediaman Prakoso, nampak ambulance terparkir di halaman rumah Haryo dan seorang wanita berlumuran darah di bawa keluar


"Astaghfirullah mama Tania"teriak Sofie mengenali wanita yang terlihat tak sadarkan diri dengan darah di mana-mana

__ADS_1


"pa, Sofie ikut ambulance"teriak Sofie masuk tanpa menunggu jawaban Prakoso, ia naik kedalam ambulance yang langsung melaju membawa Tania yang kritis


Disamping Sofie, pembantu yang menemukan Tania sedang menangis melihat kondisi Tania yang kritis.


"Mba, apa yang terjadi? mengapa mama sampai seperti ini? " tanya Sofie


"Tadi mas Ido pulang dan memaksa masuk kerumah walau nyonya sudah larang, gak lama polisi datang dan bawa mas Ido pergi. nyonya shock dan masuk kamar, saya gak tahu jika nyonya nekad bunuh diri" ucapnya terisak.


Ambulance memasuki rumah sakit. suster lalu membawa Tania menuju ruang operasi, karena Tania nekad memotong urat nadi nya. dan beruntungnya pembantu rumah tangga mereka menemukan Tania yang bersimpah darah dan menelpon ambulance secepatnya.


Sofie menggigit bibir nya ia berjalan mondar-mandir, air matanya membasahi pipinya. di kejauhan terlihat Risya yang berlari panik dan disusul Prakoso dan Hendra asisten Pribadinya


"kak bagaimana kondisi mama? " tanya Risya


Sofie memeluk Risya, menguatkan.


Bencana tak henti-hentinya menerpa keluarga Haryo.


Setelah Risua tenang, Prakoso menyodorkan teh hangat pada Sofie dan Risya


"Makasih pa, maaf Sofie tadi langsung naik ambulance ninggalin papa"

__ADS_1


"Gak apa-apa sayang, papa maklum"


"Kamu yang tabah ya, semoga mama mu bisa melewati semua cobaan ini" ucap Prakoso menepuk punggung Risya


"Makasih om, insha Allah Risya kuat"


"Papa sebaiknya istirahat, nanti kalau ada apa-apa Sofie pasti hubungi papa"


"Baiklah nak, nanti kalau kamu mau pulang telepon papa ya, biar mang ujang jemput kamu"


"iya pa, papa hati-hati dijalan"


Prakoso dan Hendra lalu meninggalkan mereka.


Kini tinggal Sofie dan Risya


Sofie menggenggam tangan Risya.


Ia tahu kini adik iparnya sangat rapuh dan sedih.


Tak lama datang Hilda yang langsung memeluk Sofie, setelah itu ia menghampirj kekasihnya. ia memeluk Risya dan terlihat Risya menangis tanpa suara. Sofie memilih meninggalkan mereka sejenak.

__ADS_1


Setengah jam kemudia Sofie kembali bertepatan saat Tania yang sudah keluar dari kamar operasi.


Tania di tempatkan di ruang perawatan dengan pengawasan extra ketat, mencegah ia untuk percobaan bunuh diri lagi.


__ADS_2