Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Mama


__ADS_3

Tania membelai wajah Ido yang terpejam dengan ujung alis yang bertaut, seperti ia sedang menahan rasa sakit.


bulir-bulir keringat dingin keluar dari tubuh dan wajahnya.


"Huhuhu, Ido mengapa kamu jadi begini nak?, apa yang terjadi pada kamu?" ucap Tania langsung menangis tersedu-sedu


Ido yang terpejam sontak membuka mata nya, ia terkejut mendapati mama nya sedang memeluknya sambil menangis


"Mama" ucap Ido lirih


"Iya nak, ini mama, apa yang terjadi sama kamu? mana yang sakit? " tanya mama penuh cinta mengenggam tangan kurus Ido


Ido tersenyum lalu mencium punggung tangan wanita yang sudah melahirkan nya itu


"Ma, apa yang Ido rasakan tidak sebanding sama yang mama rasakan.


maafkan Ido.


Ido tahu, Kesalahan Ido sudah terlalu banyak dan sulit untuk di maafkan.


Ido harap, mama masih memiliki sedikit saja kata maaf untuk semua kesalahan yang sudah Ido perbuat.


Ido minta maaf sudah membuat mama susah, menangis dan kecewa, Ido minta maaf ma.


Ido juga udah buat papa sakit dan akhirnya meninggal. maaf, maaf, maaf"


ucap Ido mencium punggung tangan Tania


Tania menangis sesegukan, ia tak mampu berkata apa-apa. Tania lalu memeluk Ido dan menangis


"Mama, apa mama sulit untuk memaafkan Ido? Ido sadar dosa Ido sangat besar sama mama, Ido takut azab nanti.


sekarang Ido sudah mendapatkan azab di dunia, pedih dan sakit ma"


"Sayang, mama sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf sama mama.


mama harap kamu dapat belajar dari pengalaman dan bertaubat ya nak.


Mama sangat menyayangi mu dan adikmu. Hanya kalian berdua harta berharga mama. Cepat sembuh dan jalani sisa hukuman mu, mama akan menanti kamu di rumah"

__ADS_1


"Mama, Ido kangen rumah.


Sebentar lagi Ido akan pulang ma.


Mama jangan sedih lagi ya. Ido sayang mama"


Mereka meluapkan perasaan mereka, sementara Risya terlihat berkaca-kaca.


Hilda menggenggam tangan kekasihnya, memberikan kekuatan pada Risya


"Ma, Ido mau bicara berdua sama Risya, mama sama Hilda tolong belikan bubur.


makanan rumah sakit gak enak, Ido mual bau nya. tolong ya ma, sekalian mama biar dekat sama calon mantu.


Hilda wanita sempurna, ia pasti akan menyayangi mama seperti mama nya sendiri" ucap Ido mengedipkan mata nya dan tersenyum.


Tania mengangguk, ia sebenarnya enggan jauh lagi dari putra nya ini, terlebih setelah melihat kondisi memprihatinkan Ido.


namun demi melihat putra nya bisa makan, Tania bergegas berjalan menuju kantin bersama Hilda.


Kondisi Ido memang turun drastis terlebih setelah cuci darah, dokter mengatakan jika tubuh Ido menolak cuci darah.


Risya merasakan firasat buruk, ia ingat terakhir kali papa nya juga bersikap demikan.


Risya menghampiri Ido dengan mata berkaca-kaca


"Hey adik kakak yang kaya gorilla, kenapa kamu sekarang cengeng. kakak belum mati jadi jangan kamu tangisi" celoteh Ido menggoda Risya yang malah membuat Risya menangis dan memeluk Ido


"Tak ku kira, adik ku masih sama seperti kamu saat kecil, menangis sambil memeluk ku. Apa kamu tidak pernah berkaca, saat kamu menangis sangat jelek" goda Ido


"Kak, maafin Risya belum bisa jadi saudara yang baik buat kakak"


"Risya, bagi kakak, kamu adalah adik sekaligus pengganti papa. kamu lebih dewasa dan bertanggung jawab. sedang kakak hanya bisa menyusahkan semua.


Maafkan kakak ya adik ku.


Kak Ido sangat menyesal atas semua perbuatan buruk kakak di masa lalu, kamu mau maafin kakak kan? " Risya mengangguk lemah


"Risya sudah lama maafin kakak, yang penting kakak sembuh"

__ADS_1


"Risya kalau ada satu hal yang kakak sesali seumur hidup adalah, kakak belum bisa membahagiakan mama.


kakak serahkan penjagaan mama padamu, jaga mama, sayangi mama dan jangan pernah buat mama sedih. kakak juga minta tolong padamu bahagiakan mama"


"Stop kak, Risya gak mau dengar. kak Ido juga harus menjaga mama. kak Ido harus sembuh"


"Kamu lebih tahu kondisi kakak dibanding yang lain. Kak Ido sudah gak kuat, waktu kakak tidak banyak Risya.


papa sudah menunggu kakak"


"Enggak kak, jangan ngomong begitu, Risya gak akan izinkan itu. kita sama-sama jaga mama "


Ido tersenyum lalu membelai rambut Risya


"Kakak hanya memasrahkan diri pada sang pencipta, mempersiapkan diri saat di panggil. karena satu di dunia ini yang pasti adalah kematian. Dari tiada menjadi tiada kembali"


"Hapus air mata mu, atau mama akan melihat itu" ucap Ido yang mendengar suara langkah mendekat


Risya buru-buru menuju toilet membasuh wajahnya, ia tak ingin Mama nya tahu jika ia menangis.


Kasih sayang orangtua memang tiada batas.


Orangtua akan memaafkan segala kesalahn anaknya walaupun menyakitkan, tapi terkadang anak sulit memaafkan orangtua.


Orangtua rela menerjang batu krikil tajam demi melihat anak-anaknya bahagia namun anak sangat jarang mau berkorban demi melihat orangtuanya bahagia.


Kita banyak mengeluh untuk sesuatu yang kecil, padalah orangtua kita sesulit apapun akan hilang capeknya melihat senyum kita.


Yuk sama-sama kita sayangi dan bahagiakan kedua orangtua kita, terlebih saat mereka masih ada, jangan menyesal dan menangis saat hanya ada batu nisan.


#Jika kita belum bisa membahagiakan mereka, setidaknya jangan membuat kedua orangtua kita susah.


Sehat terus dan selalu bersyukur


terima kasih untuk semua reader yang selalu mengikuti karya author.


mampir juga ke karya author lain nya yang ceritanya tak kalah seru.


Jangan lupa tinggalkan like, coment dan tekan tanda love untuk mendapatkan notifikasi update terbaru karya author.

__ADS_1


- pooh -


__ADS_2