Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Pendekatan II


__ADS_3

Sementara di kamar Sofie


"Ah, wanita itu sungguh membuatku jatuh cinta lagi dan lagi, membuatku mabuk kepayang" Andre menatap kepergian wanita yang dincibtainya dengan senyum lebar


Sementara Sofie langsung menutup pintu kamar orangtua nya, ia memegang pipi nya yang terasa panas


"Ah laki-laki itu membuat jantungku tak menentu di buatnya" gumam Sofie menatap wajahnya di cermin, ia memegang wajahnya yang merona merah


"Hai jantung, satai dikit kek kalau dekat mas Andre, bikin malu" gerutunya memegang dadanya sendiri


"Kok aku jadi kaya ABG lagi ya, apakah aku benar-benar sudah jatuh cinta sama Andre??.


Siapa yang tidak bisa jatuh cinta padanya, jika ia begitu sempurna dan idaman wanita.


Apakah dia benar-benar mencintaiku yang banyak kekuarangan ini?" Sofie mendesah pelan, sebanarnya ia juga menyukai Andre tapi tterkadang ia merasa ragu


Tok tok tok


Ibu masuk kedalam kamar sambil tersenyum jail


"Jadi sayang, apa nak Andre dan kamu sudah serius?


"Apa sih ibu ini, datang-datang nanya kaya gitu" ucap Sofie malu-malu


"Ibu bertanya serius nak, ibu sangat senang akhirnya kamu membuka hatimu untuk lelaki lain, ibu dan bapak hanya ingin melihatmu bahagia nak.


Maafkan sikap bapakmu yang sedikit keras pada teman lelakimu, bapak hanya bersikap sedikit tegas menyeleksi siapa lelaki yang sedang dekat dengamu, apakah laki-lqki iti serius atau gak, karena bapak ingin kamu bahagia"


"Sofie mengerti bu, ibu jangan kawatir, Sofie akan lebih hati-hati memilih pasangan"


"Ibu percaya padamu, sudah kamu istirahat, pasti kamu lelah karena perjalanan jauh"


"Sofie bisa istirahat nanti-nanti, Sofie mau ke kebun belakang rumah"


"Kalau begitu, ayo kebelakang, ayahmu sedang panen jambu air di kebun belakang"


"Asik, ayo bu" ajak Sofie menggandeng ibu nya berjalan kearah kebun


Mereka memanen buah jambu air berukuran jumbo, kesukaan Sofie, ia juga memetik mangga manalagi yang walaupun masih muda tidak masam.


Sri sengaja membuat sambel rujak sebagai teman makan jambu. mereka memakan rujak sambil bercengkrama, sudab lama sekali mereka tidak berkumpul dan tertawa bersama.


"Wah curang, makan rujak gak ngajak-ngajak" ucap seseorang dari arah belakang mereja yang tak lain adalah Herman kakak sulung


"Kakak, Sofie kangen" ucap Sofie berlari kecil kearah herman lalu memeluknya


"Ya tuhan, kapan adik kecil kakak bisa dewasa? apa gak malu kalau pacar nya liat? "


"Biarin aja" ucap Sofie bergelayut manja di lengan Herman


"Loh, kata ibu kamu datang sama pacarmu? kakak sampai pulang kantor cepat demi melihat calon adik ipar, lebih tepatnya menguji calon adek ipar" ucap Herman celingak celinguk mencari keberadaan pria yang di sebutkan ibu nya beberapa waktu saat menelponnya meminta ia segera pulang ke rumah

__ADS_1


"Ih apa sih kak, kakak ya udah kaya pak guru pake ujian segala"


"Pasti dong, harus tahan banting dulu, baru bisa jadi keluarga Bima


"Kakak ya, nanti kalau punya pacar terus di gituin sama kakak pacar kakak, apa kakak mau? "


"Siapa takut" ucap Herman menaik turunkan alisnya menggoda adik perempuannya semata wayang


"Ih nyebelin " Sofie memanyunkan bibirnya karena kesal


"Wah pantes rame ada putri kurcaci pulang" teriak seseorang dari arah belakang mereka membuat semua orang langsung menengok ke arah sumber suara


"Dani, nih anak gak sopan ya, bukan ngucap salam pas masuk rumah" Sri memarahi anak bontotnya


"Ibu, tadi Dani udah ngucap salam, tapi semua orang di belakang" ucapnya santai sambil nyomot jambu di meja


"Emang nih bocak gak sopan bu, marahin aja" Sofie mengompori sambil cekikikan ketawa


"Dasar kurcaci"


"Dani, kakakmu punya nama, apa perlu ibu potong uang jajan kamu selama seminggu? "


"Ahahahha mamam" ucap Herman dan Sofie berbarengan sambil tertawa, sementara Bim hanya bisa menggeleng.


Jarak usia yang terlalu jauh membuat kedua kakaknya selalu kompak mengerjai adiknya yang memang usil


"Sudah kamu ganti baju dan jangan lupa cuci tangan, main comot makanan aja, kotor kan" tambah Sri memarahi anaknya


"Anak kecil cuci tangan kaki terus bobo siang gih" goda Herman membuat Dani kesal menghentakan kaki nya, jika tak ada Bim dan Sri, sudan dipastikan Dani akan menerjang Herman karena kesal di goda


"Sudah biar Dani gak usah ganti baju bu, cuci tangan aja dek di sana. nanti kekamar kakak ya, kakak bawa sesuatu buat kamu"


"Serius kak? asik, emang kak Sofie kakak yang paling baik sedunia"


"Huh muji karena ada maunya" sindir Herman


"Biarin weeeekkk" ucapnya berjalan riang menuju wastafel


Namun tak berapa lama terdengar Dani berteriak kencang


"Bu, pak, ada maling masuk rumah, cepettttt" teriaknya sambil berlari menghampiri semua orang


Sontak semua mengikuti Dani yang berlari kedalam rumah karena penasaran


Terlihat Andrew yang celingak celinguk mencari keberadaan semua orang, memang jika orang tak tahu ia tamu akan di kira orang yang akan berbuat jahat.


Pletaaaaakkk


"Aaaaaaawwww" teriak Dani kencang membuat semua mata memandang ke arah Dani termasuk Andre yang terkejut melihat semua keluarga Sofie berkumpul di dapur


"Sakit tahu kak, gimana kalau pala Dani geger otak? main jitak aja kepala orang, bu kakak tuh" Adu Dani sambil mengelus-elus kepalanya yang terasa berdenyut karena di jitak Herman.

__ADS_1


"Kamu ya kak, masa adek nya main jitak aja, kasian kak" ucap Sri mengelus kepala putra bontot nya


"Huh hiperbola bu, orang cuma pelan kok" ucap Herman nyengir kuda


"Bohong bu, liat nih kepala Danu benjol, kak Herman harus ganti rugi"


"Dasar setan kecil matre" gerutu Herman


"Matre sebagian dari hidup" senyum Dani lebar


"Bu, itu orangnya, mencurigakan tadi dia celingak celinguk di rumah kita" ucap Dani keras membuat semua mata melotot pada Dani, namun ia hanya cuek saja


"Itu pacarnya kak Sofie" bisik Sri pada Dani sambil tersenyum canggung


"Ah nak Andre sudah bangun, ayo kita ke belakang saja, kami habis panen buah jambu.


Oh iya maafkan perkataan anak saya ya nak, ini Dani, putra bungsu saya, dan ini Herman kakak sulung Sofie"


Mereka lalu bersalaman dan berjalan menuju kebun belakang rumah


Dani langsung mendekati Andre sambil tersenyum lebar


"Kak, kakak pacar kak Sofie ya? bentar lagi jadi kakak ipar Dani dong? kakak kerja dimana? nih ya kak, kak Sofie kalau tidur suka ngiler" ucap Dani setengah berbisik pada Andre


Andre yang mendengar cerocosan Dani hanya tersenyum kecil


Pletaaaaakkkk


"Aduhhh" teriak Dani lagi sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya


"Kakak,, sakit tahu. seneng banget nyiksa Dani, beneran geger otak lama-lama nih. Adek aduin kak Seto nanti nih, ibuuu"


"Gak di jitak aja geger otak jadi sekalian aja" ucap Herman santai


"Kakak ya kamu bener-bener, ibu heran ya kamu seneng banget nyiksa adek kamu"


"Habis dia yang mulai duluan bu"


Sofie yang datang membawa nampan berisi minuman bingung melihat ulah kakak dan adiknya


dengan sigap Andre membantu Sofie membawakan nampan berisi minuman


Sofie yang penasaran melihat ibunya sedang memarahi Herman lalu bertanya pada Andre,


"Mas, mereka kenapa? "


"Gak kenapa-napa adikmu cuma bilang kalau kamu tidur suka ngiler" ucap Andre menahan tawa


Sofie yang mendengar penuturan Andre sontak malu, wajahnya langsung merah


"Daniiiiiii.... "

__ADS_1


"Aaaaa ampuuunnnn.... kabuuuuurrr" teriak Dani berlari sambil tertawa terbahak-bahak


__ADS_2