
Veronica menoleh dan Mendapati Andy berdiri dan tersenyum ke arahnya
"Mengapa kamu disini? kemana Ido? " tanya Veronica kecewa karena sosok yang di harapkan tak ada
"Ido baru aja balik, istrinya di rawat karena kekurangan cairan" ucap Andy santai lalu duduk di samping tempat tidur Veronica
"Gue mau keluar, gue udah gak kenapa-napa" ucap Veronica berusaha bangkit dan menarik selang infus di tangannya
"Jangan bodoh Vero, loe itu butuh lebih dari sekedar istirahat. jangan bertindak hal-hal yang buat loe nyesel nantinya" ucap Andy tajam
Veronica memang ingin menyusul Ido, namun kondisi tubuhnya kini tak berdaya
"Sejak kapan? " tanya Andy lagi
"Sejak kapan apa? Gue gak ngerti apa yang loe maksud"
"Vero please, loe tahu maksud dari pertanyaan gue. kita udab sahabatan sebelum loe kenal Ido"
"Andy hik hik hik"
Veronic memeluk Andy dan mulai menangis
"Gadis bodoh, apa dengan menyiksa diri loe sendiri, Ido bakal balik sama loe? come on.
__ADS_1
Loe sama gue lebih tahu dari siapapun. bagaimana Ido.
Dulu ketika dia memutuskan melabuhkan hatinya sama loe, loe lebih memilih Andrew, dan ketika Ido menemukan cinta lamanya dan menikah, loe berharap kembali sama dia.
Apa loe pikir Ido mau sama loe lagi? "
"Gue hanya memperjuangkan cinta gur dan pengen memperbaiki yang telah gue lakukan"
"Tapi itu semua sudah terlambat. Cinta tak harus memiliki. namun jika loe maksain buat dapetin Ido gue rasa itu bukan cinta, tapi "Obsesi" " ucap Andy membelai lembut puncak kepala Veronica
"Gue akan tahu setelah gue mencoba.
Jika gue gak coba mendapatkan hati Ido, gue akan penasaran dan merasa berslaah di sepanjang hidup gue"
"Apa loe gak berfikir jika apa yang loe lakukan bisa menyakiti hati seseorang? bagaimana jika posisinya di balik dan loe berada di posisi istri Ido? "
Please jangan hakimin gue Ndy, cuma loe yang bisa ngertiin gue saat ini"
Andy menggelengkan kepala, ia memilih mengalah untuk saat ini. kesembuhan dan ketergantungan obat Veronica lebih penting.
Andy memilih mencari cara lain untuk mentembuhkan Veronica dan menyelamatkan rumah tangga sahabatnya, pasalnya Ido masih belum bisa di katakan Insyaf, ia akan mudah tergoda dengan Veronica terlebih Veronica memiliki semua yang laki-laki inginkan, terutama body dan parasnya. Andy takut Ido tak mampu menolak pesona dari Veronica.
Selama seminggu Andy maupun Ido datang menjenguk Veronica dirawat.
__ADS_1
Ketergantungan obat anti depresi yang di konsumsi Veronica sudah amat mengkhawatirkan, sehingga mau tak mau Andy meminta Ido sesekali menjenguk Vero untuk kesembuhan Vero.
Sementara Sofie sudah kembali kerumah, pasca di rawat.
"Mas, aku perhatikan saat aku di rawat, kamu tak bisa lama-lama menjagaku?
Kamu akan pergi setelah menerima telepon dari seseorang, apa sebegitu pentingnya kah, hingga kamu memilih menemui orang itu dibandingkan menemani istrimu? "
"Ah sayang, itu hanya perasaan kamu aja, aku dapat telepon dari kolega atau sekertarisku. jadi aku harus bergegas ke kantor" ucap Ido beralibi, ia tak ingin Sofie salah paham dan berfikir yang emggak-enggak.
"Oh Ya sudah, aku mau istirahat dulu mas, rasanya tubuhku masih lelah. Anakmu bermain bola di dalam perutku dan tak ingin makan nasi, bagaimana aku bisa punya tenaga" gerutu Sofie manja sambil memanyunkan bibir nya
Ido mendekati Sofie dan kepalanya mendekati perut buncit Sofie
"Jangan nakal ya anak papa, makanlah apa yang mamamu makan ok, kasian mama mu lelah" ucap Ido berbicara pada bayi dalam kandungan Sofie
"Pegang mas, anakmu menendang keras" ucap Sofie mengelus sisi kanan perutnya
"Ido menaruh tangannya di tempat yang Sofie tunjukan, namun gerakan kaki si baby berhenti malah berpindah, ketika Sofie memberitahu lagi, Ido secepatnya menyentuh bagian yang Sofie beritahu, nakun lagi-lagi anak dalam kandungan Sofie berhenti menendang pada bagian itu
"Ah mengapa dia tidam mau menendang saat ku sentuh perutmu? " gerutu Ido
"Hahaha mas, dia malu padamu, atau marah karena kamu omeli tadi" ucap Sofie tertawa melihat suaminya kesal
__ADS_1
"Lihat saja nanti kalau sudah keluar, papa gelitikin kamu ya anak nakal" ucap Ido lalu mencium perut Sofie