
Sofie takut kedua orangtua Andre akan memandangnya sebelah mata karena statusnya, bahkan yang lebih parahnya akan mengusirnya langsung setelah tahu ia adalah janda, sunggu statusnya ini sangat tak mudah bagi setiap orang menerimanya dengan tangan terbuka
Sofie harus mempersiapkan semuanya terlebih dahulu, kalaupun ia mendapat penolakan nantinya dari kedua orangtua Andre, ia sudah siap mental
"Mas, aku belum siap, maaf" Sofie menundukan kepalanya
"Sayang, apa kamu takut mama dan papa akan mempermasalahkan statusmu? " tanya Andre yang langsung mengerti kekawatiran kekasihnya
Sofie memgangguk pelan
"Semua orangtua pasti berharap anaknya mendapatkan jodoh yang terbaik" Sofie berkata lirih
"Baiklah mas tidak akan memaksamu, tapi kamu harus tahu jika papa dan mamaku mereka akan menerimamu tanpa melihat setatusmu, tapi pribadimu dab aku yakin mereka akan langsung suka begitu mengenalmu.
Tapj jika kau masih ragu, mas memberimu waktu" ucap Andre tersenyum lebar
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Andre lalu melihat panggilan telepon di ponselnya
My Queen Calling......
Sofie sempat melihat nama di ponsel Andre, ia mulai bertanya-tanya dalam hati, siapakah yang menelpon Andre, mengapa Andre langsung mencari tempat untu mengangkat telepon dari orang itu? siapakah sebenarnya dia? mengapa Andre menamakannya My Queen?
Seribu pertanyaan berputar di kepala Sofie, ada rasa perih dihatinya yang ia rasakan.
Dadanya terasa sesak karena praduganya
ia bahkan berfikiran buruk, jika wanita yang menelpon Andre adalah kekasih atau tunangan Andre.
Sofie meremas dress yang ia kenakan untuk menahan emosi yang bergejolak di dadanya, nampak dari kejauhan Andre tertawa dan tersenyum lepas, dan Sofie merasa cemburu, entah mengapa ia merasa ingin membuang ponsel yang dipegang Andre dan membantingnya hingga hancur berkeping-keping.
Namun ia tak ingin melakukan itu, baginya Andre masih bebas memilih dengan siapa ia nantinya menghabiskan sisa hidupnya, terlebih lagi ia merasa tak pantas bagi Andre
Tiba-tiba Andre melangkah kembali menuju table mereka, Sofie berusaha menenangkan diri, ia meneguk minuman dingin di depannya, berharap minuman itu dapat mendinginkan kepala dan hatinya
"Iy Andre tahu, Andre akan menuruti semua yang my Queen ku inginkan, nanti Andre atur semua" ucap Andre terlihat serius
Sofie menelan salivanya sendiri, ia merasa tenggorokannya tercekat, bagaimana Andre bisa dengan tak berperasaan bersikap penuh perhatian pada wanita yang menelponnya
"Siapa bilang kalau Andre gak sayang, Andre sayaaaaaaang banget lah, iya iya tahu siap" Andre tertawa kecil sambil menjawab teleponnya, sempat-sempatnya ia juga mengecup kening Sofie membuat Sofie makin sakit hati*
"Mas aku mah pulang" ucap Sofie tak tahan lagi, ia tak mau Andre melihatnya menangis, ia cukup tahu diri siapa dirinya
"Tunggu sayang sebentar lagi ya, mas lagi telepon" ucap Andre menarik tangan Sofie dan menggenggamnya
__ADS_1
Sofie mengeratkan mulut ingin memprotes namun ia tak sanggup, ia hanya bisa terduduk lesu memandang nanar ke bawah tatapi yang di dudukinya
"Sayang kamu kenapa? " tanya Andre lembut membelai rambut Sofie
"Dasar anak nakal, kamu sedang sama mantu mama tapi kamu tidak mengenalkan dia pada mamamu ini"
"Iya, nanti Andre kenalkan belum saatnya"
"berikan ponsel itu pada calon mantu mama ah tidak video call saja sayang, mama mau lihat calon mantu mama" ucap Mirna heboh membuay Andre menepuk jidat
Andre mengakhiri panggilan teleponnya karena melihat ada yang berbeda dari Sofie
"Sayang, kamu sakit? kenapa? ...."
"Mas apakah kamu benar-benar mencintaiku atau hanya pura-pura mencintaiku" suara Sofie tercekat di tenggorokan
"Sayang aku benar-benar mencintaimu, ada apa ini? mas gam mengerti, coba jelaskan pada mas" ucap Andre lembut, ia diliputi perasaan bingung mengapa Sofie berfikiran seperti itu
"Jika mas mencintai wanita lain, tak perlu mas menunjukkannya di depanku, seperti perkataaku sebelumnya, mas bisa mencari wanita yang sempurna" ucap Sofie mulai terisak, hatinya terasa sakit setelah mengucapkannya
Andre terdiam, ia berusaha mencerna maksud kekasihnya itu, ada rasa senang karena melihat Sofie cemburu dan itu semua karena ia menerima telepon dari mamanya
"Mungkinkah dia berfikir jika aku sedang menerima telepon dari wanita lain?? tanya Andre dalam hati, ia menatap Sofie yang masih menangis
Andre menarik tubuh Sofie dan memeluknya
"Lalu wanita itu, my Queen siapamu? " ucap Sofie penasaran
Andre tersenyum, ia menahan tawanya karena dugaannya benar jika Sofie cemburu, itu pertanda baik, artinya Sofie mencintainya
"Eheeemmm dia, wanitaku, yang aku hormati dan cintai"
"Lalu mengapa kamu masih bersamaku jika mencintai dia" dengus Sofie kesal
"Karena dia mamaku sayang" ucap Andre tersenyum lebar.
Sofie menatap Andre meminta penjelasan yang di balas anggukan Andre
"Jadi my Queen itu mamamu?" tanya Sofie meyakinkan
Andre tersenyum, ia meraih ponselnya dan menghubungi mamanya
"Assalamu'alaikum my Queenku" ucap Andre begitu mamanya mengangkat video call darinya
__ADS_1
"Wa'alaikun salam, anak nakal, mana calon mantu mama, kamu sama dia tapi gak kasih tahu mama, mama kan mau kenal" cerocos Mirna di telepon yang bisa terdengar oleh Sofie karena ia sengaja loudspeakerkan
Sofie melotot tak percaya Andre menghubungi mamanya, sedang ia baru saja menangis. bagaimana Andre tak begitu peka, Sofie mengambil bedak dari dalam tas nya memandang dengan mata yang sedikit sembab karena menangis.
Sofie memoles tipis-tipis bedak pada area yang terhapus airmatanya
"Tunggu mas, nyebelin kamu" ucap Sofie berbisik
"Mana nak calon mantu mama? " tanya Mirna tak sabaran
"Sebentar ma, dia lagi ke toilet" ucap Andre cekikikan
"Awas ya kamu bohong, minggu ini bawa calon mama kerumah, gak pake alesan"
perintab Mirna tegas, ia tak mau mengulur-ulur waktu karena selama ini Andre sulit sekali mereka jodohkan, Mirna sudah ingin sekali melihat putra sulungnya itu menikah dan segera menimang cucu
"Mama tanya aja sama orangnya nanti ya" ucap Andre melirik Sofie yang melotot kearahnya
"Gak usah dandan, kamu bagi mas tetap cantik" ucap Andre berbisik di telingan Sofie, Sofie yang kesal sejak tadi mendaratkan cubitan di paha kekasihnya itu
"Ma, calon mantu mama galak, tolong ma" teriak Andre membuat Sofie makin jengkel dan malu
"Sayang mana calon mantu mama" ucap Mirna lagi
Akhirnya setelah menghela nafas panjang, Sofie memberanikan diri menerima video call dari orangtua Andre
"Assalamu'alaikum tante, maaf lama menunggu, tadi Sofie ke toilet" ucap Sofie pelan
"Wa'alaikum salam, gak apa2 sayang, kapan kerumah nih? tante kan mau kenal langsung sama kamu" ucap Mirna to the point
"Insha Allah segera tan, Sofie masih agak sibuk belakangan ini"
"Bener loh, tante tunggu.
Tante bahagia banget akhirnya anak tante ada yang mau, anak itu ampun ngeselin, jadi kamu harus sabar-sabar ya ngadepin dia" cerocos Mirna
"Enak aja ada yang mau, Andre banyak yang naksir ma" teriak Andre protes akan ucapan mamanya
"Iya mau sama kamu, mau nolak" ucap Mirna tertawa terkekeh, terlihat sekali hubungan mama dan anak ini sangat dekat
"Nak Sofie minggu ini kerumah ya?, mumpung oma nya Andre sedang berkunjung, harus loh ya gak boleh nolak" Mirna langsung mengundang Sofie datang kerumahnya, ia percaya putranya tak akan salah pilih dalam mencari pasangan hidup, terlebih lagi Andre sudab menceritakan semua prihal Sofie pada mamanya, kini tugas Mirna untuk meyakinkan Bagas bahwa Sofie yang terbaik untuk putra mereka
Dua hari kemudian
__ADS_1
Andre sedang berkutat dengan pekerjaannya saat panggilan masuk dari Kanji ia terima, terlihat wajah senang karena ia yakin Kanji tak akan mengecewakannya
"Hallo....