
Kuncoro terus saja melihat jam di pergelangan tangannya, seperti sedang menanti seseorang.
Mereka sudah sampai. bandara dua puluh menit lalu, namun orang yang ditunggu-tunggu belum menampakkan dirinya
"Apa dia tidak bisa datang? " gumam Kuncori melirik jam di pergelangan tangannya untuk yang kesekian kalinya
"Pa, papa lagi nunggu siapa sih?" tanya Alin ikut celingak celinguk melihat sekeliling latah mengikuti papanya
"Dia pasti datang" ucap Kuncoro lagi tak menjawab pertanyaan anaknya
"Papaaaaa, Alin nanya, ih sebel" gerutu Alin memanyunkan mulutnya
Ia sebelumnya memaksa untuk ikut, namun Kuncoro tidak memperbolehkan dengan alasan ia harus tetap stay di Surabaya mengurus perusahaan, padahal ia tak berminat kerja kantoran yang menurutnya membosankan, ia lebih tertarik di dunia modeling, namun Kuncoro melaramg keras putri semata wayangnya terjun ke dunia hiburan.
Beruntung Alin adalah anak yang penurut sehingga ia menekuni dunia fashion menjadi designer, alih-alih fotomodel
"Nanti kamu juga tahu sendiri" ucap Kuncoro singkat
"Papa gak asik main rahasia-rahasiaan segala sama Alin"
Tiba-tiba seorang wanita cantik menyapa mereka
"Assalamu'alaikum om Kuncoro, mba" ucapnya sopan
"wa'alaikum salam" ucap mereka serempak membalas salam wanita itu
"Pa, siapa dia? " Alin menarik-narik baju papanya meminta penjelasan, ia memasang wajah siaga kalau-kalau papanya selingkuh, walaupun itu tak akan mungkin karena Alin tahu, papanya adalah lelaki terbaik yang ada di dunia ini, dan Alin sangat mengagumi sosok papanya itu
"Ini pasti Alin ya om? " tanya Melissa
"Iya ini Alin putri kecil om" ucap Kuncoro mengacak-acak rambut Alin
"Papa, Alin udah gede pa, udah selesai kuliah juga, bukan anak kecil" dengus Alin kesal disebut anak kecil di depan wanita asing
"Hai Alin, aku Melissa, salam kenal ya" ucap Melissa menyodorkan tangannya, namun Alin hanya diam sambil menatap tak suka.
Kucoro menyenggol lengan Alin dengan tatapan memerintah ia membalas jabatan tangan Melissa
"Alin, anak Kuncoro Pranoto" ucap Alin seolah menegaskan posisinga
__ADS_1
"Om punya anak yang sangat lucu, semoga nantinya kita bisa akrab ya, sebagai kakak adik" ucap Melissa tersenyum lebar
Melissa bisa memahami jika Alin saat ini salah sangka dengannya, karena nya ia tak mengambil hati sikap Alin padanya
"Mimpi" ucap Alin melengos pergi
"Maafkan Alin ya nak, dia terlalu om manja, tapi sebenarnya Alin anak yang baik"
"Iya om, gak apa-apa, wajar saja Alin salah paham dengan Melissa karena melihat papanya pergi dengan wanita lain
"Terima kasih, Angga sangat beruntung mendapatkan kamu, om akan pastikan ia menikahimu secepatnya" ucap Kuncoro menepuk bahu Melissa memberi kekuatan padanya
Santi, sekertaris Kuncoro memilih mengikuti Alin yang sudah berjalan di depan
"Mba siapa sih wanita itu? jangan bilang papa selingkuh dan mba Santi menutupinya dari kami semua" ucap Alin sekilas melirik kearah Santi yang sedang meneguk air mineral
"Uhuk uhuk uhuk" Santi tersendak air mineral karena mendengar perkataan Alin, lalu setelah itu ia tertawa terbahak-bahak membuat Alin melotot tak senang
"Mba gak sopan, Alin lagi kesel malah di ketawaian, uh" Alin membuang pandangannya kearah lain
"Apa kamuntidak di beritahu oleh papamu? wanita itu calon kakak iparmu, ahahhahaha" tawa Santi pecah kembali
"Kamu aja yang aneh, mana mungkin pak Kuncoro berbuat yang aneh-aneh, beliau pria yang sangat-sangat mencintai keluarganya" ucap Santi memuji bos nya itu
"Papa pamit dulu ya sayang, nanti kalau sudah sampai, papa akan kabari kamu" ucap Kuncoro menciun kening Alin
Alin hanya mengangguk lemah, ia memandang Melissa serba salah
"Kak Melissa maafin sikap Alin ya, selamat berjuang, kalau kak Angga tak mau, seret ia kembali kesini" bisik Alin yang di balas tawa tertahan Melissa
"Siap, kami berangkat dulu" ucap Melissa menyusul Kuncoro yang sudab lebih dahulu berjalan bersama asistennya
Sementara di apartemen Anggara
Flash back#
Ponsel Andini bergetar
Alin Calling......
__ADS_1
"Assalamu'alaikum ma, mama kapan pulang ah maksud Alin mama jangab kemana-mana papa menuju Jakarta sekarang"ucap Alin panik
"Apaaaaa? kamu gak lagi becanda kan nak? "
"Ya elah mama, Alin buat apa becanda? papa tadi marah besar, pot kristal mama saja sampai hancur berkeping-keping, kak Angga benar-benar ya bikin malu"
"Maksud kamu apa nak, mama gak ngerti" Andini bergidik ngeri mendengar ucapan anaknya, ia lebih memikirkan dirinya daripada pot kesayangannya, itu juga pertama kalinya Kuncoro membanting barang saat marah
"Kak Angga menghamili anak orang ma" ucap Alin setengah berteriak
Tak terdengar sautan di ujung telepon
"Ma, mama dengar gak? " tanya Alin karena tak terdengar suara mamanya lagi
"Mama belum tuli, kamu teriak kencang di kuping mama, kamu kira mama budeg apa? teriak Andinu marah
"Maaf ma, ya udah, Alin di panggil papa, Alin mau antar papa ke bandara"
Tut..... tut... tut...
Panggilan berakhir
"Anggaaaaaaaa, kamu bunuh mama aja sekaliaaaaannn, anak durhaka cuma bikin malu" teriak Andini menangis sejadi-jadinya
Rencananya hancur karena ulah Anggara, dan ia kecewa dengan kelakuab anaknya itu
Anggara yang sedang asik memakan kripik kentang sambil melihat film kesukaannya sontak terkejut mendengar suara teriakan mamanya, tak lama kemudian tangis mamanya
Ia segera berlari ke kamar Andini, dan begitu terkejutnya ia melihat Andini mengamuk di kamarnya sambil menangis
"Ma, mama. kenapa ma? tanya Anggara panik
Andini langsung berjalan cepat mendekati anaknya dan memukul serta mencakar Anggara
"Dasar anak durhaka, tidak berguna, mau buat mama sama papamu mati karena kelakuanmu hah? " teriak Andini sambil memukuli putranya itu
beberapa cakaran berhasil mendarat di wajah Angga, Angga berusaha menenangkan mamamya yang terlihat lepas kendali
"Maa, maafin Angga, mama jangan marah, ingat kesehatan mama" ucap Angga lembut
__ADS_1
"Kamu masih memikirkan kesehatan mama? tapi kelakuan kamu bisa membuat mama dan papamu mati cepat" teriak Andini penuh emosi