Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Villa II


__ADS_3

”kakak gak apa-apa kan Risya bawa kesini? supaya kakak bisa sedikit relax jangan lupa kasih tau mama papa kakak, biar mereka gak kawatir”


”Kakak justru senang, makasih ya Ris, kamu memang Ade kakak yang paling is the best ” ucap Sofie memberi jempol manisnya, lalu ia masuk ke dalam kamar yang berada di samping kamar Hilda, sementara Risya tidur si kamar belakang.


Sofie langsung membersihkan diri, lalu memgganti pakaian Hilda yang berada di lemari.


Tubuhnya kini mudab lelah, ia merebahkan tubuhnya di pembaringan seraya mengelus perutnya yang masih rata


"Maafkan mama nak pergi jauh dari papamu, sebelum mama memberitahu papamh tentang keberadaanmu, tapi mama tak pernah menyesal kamu hadir di hidup mama, kamu anugrah yang Allah berikan pada mama, Apa yang harus kita lakukan nak?? Mama sangat kecewa dengan pengkhianatan papamu"


"Kamu jahat mas, tega-teganya kamu khianati aku huhuhu" Sofie meringkukkam badannya, hatinya terasa sakit


pernikahannya baru seumur jagung, namun sudah menerima kenyataan pahit yang membuat hatinya hancur berkeping-keping


Sofie melihat ponselnya menyalah, panggilan masuk dari suaminya, Ido.


Sofie membiarkan tak menghiraukan panggilan telepon dari Ido, hingga beberapa kali dan akhirnya mati sendiri


Sofie tak mengenali Ido yang kini, dulu ia sangat memuja Ido, cinta pertamanya, orang yang baik, hangat dan setia, namun Ido yang kini bersamanya seolah sosok yang berbeda dengan Ido yang dikenalnya dulu.


"Ya Allah, hatiku sakit sekali, sadarkanlah Suami hamba ya Allah" ucap Sofie di sela tangisnya


Sofie menangis hingga kelelahan dan akhirnya tertidur.


Sementara di Rumah Ido


Ido di papah masuk kedalam rumahnya oleh satpam setelah di bawa ke klinik untu memgobati bibirnya yang pecab karena bogem mentah Risya, namun ia terkejut melihat kedua orangtuanya sudah berada di kediamannya.

__ADS_1


Tania yang melihat keadaan putranya langsung berteriak kaget


"Ido sayang, kenapa wajahmu nak, ya tuhan, siapa yang berani memukulimu, papa liat anak kita" teriak Tania panik


Tania memang sangat memanjakan Ido dibandinh Risya, walaupun Risya anak bungsu mereka, karena Risya sudah di didik mandiri ,disiplin dan bertanggung jawab sejak kexil oleh Haryo


"Anu mah..." ucap Ido ragu ingin menjelaskan pada mamanya jika ini perbuatan Risya, Ido bisa saja bilang seperti itu dan otomatis mamanya akan membelanya, namun di depan Haryo, papanya, Ido tak akan berani berkutik, karena Haryo orang yang akan menguaut semua sampai tuntas, tanpa memihak


"Anu apa? bilang sayang sama mama...


mama akan buat orang itu mendekam di penjara karena tindak kekerasan" ucap Tania murka sambil mengelus kepala Ido layaknya anak kecil


"papa, ih papa gak liat apa anak udah bonyok kaya gini malah diem aja, ngomong kek atau apa gitu.


Mama emosi nih pa. Siapa yang berani buat seperti ini sama anak kita? " ucap Tania kesal


"Itu pa, anu.. " Ido bingung harus berkata apa


"Ido mama pusing sama kamu, dari tadi, anu, iti, anu itu aja, papa nanya itu kamu kenapa bisa begini" cerocoa Tania yang mulai geregetan dengan Ido pasalnya Ido terlihat ragu-ragu tak meneruskan kalimatnya, wajahnya terlihat ada ketakutan yang di sembunyikan


"Ido di pukuli Risya ma"


"Apaaa?? Riasyaaaa ya ampun, anak itu bener-bener ya kebangetan.


Masa kakaknya sendiri di hajar sampai babak belur begini, memangnya kalian ribut soal apa sih.


Ini lagi istri kamu kemana? bukannya rawat suami yang babak belur gini malah gak keliatan batang hidungnya, dasar istri gak becus" ucap Tania marah-marah.

__ADS_1


Semantara Haryo menatap tajam kearah Ido, ia mengeryitkan dahinya


"Apa kamu masih gak mau bicara? " tanya Haryo to the point.


Haryo sangat pengenal anak bungsunya.


Risya tak akan main tangan jika hanya masalah sepele, namun Risya orang yang tidak bisa tolerir jika orang tersebut salah namun tak bisa berubah.


Spertinya Haryo sudah bisa menarik benang merah dari kejadian ini.


Haryo juga telah banyak menerima laporan tak menyenangkan tentang kelakuan Ido di kantor dari orang kepercayaannya.


"Ido Sudah cerita semua pa"


"Lalu kemana istrimu? tanya Haryo menyelidik


"Risya membawa kabur Sofie pa, itu lah mengapa Ido marah sama Risya dan jadi seperti ini" ucap Ido menunduk


"Hah.., Risyaa...


papa anakmu itu, didikkanmu itu, mengapa Risya membawa kabur istri kakaknya" Marah Tania memuncak dan langsung menghubungi ponsel Risya, sementara Ido tersenyum penuh arti


Untuk yang kemarin hingga siang tadi tidak bisa buka chapter yang sudah di upload, Author mohon maaf ya karena ada erroe dari sistem, semoga secepatnya bisa kembali. normal.


Hari ini author juga susah masuk untuk mengetik karena chapter sebelumnya error, sehingga baru malam ini bisa update


Selamat membaca, jangan lupa tinggalkan coment like dan klik favorite untuk memperoleh notice update terbaru karya author.

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2