Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Salah Paham II


__ADS_3

Sepanjang perjalanan , tak seorangpu membuka suara, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Ido terlihat tertekan, matanya berkaca-kaca.


Andi sangat tahu jika sohibnya yang satu ini amat sangat mencintai Sofie, Walau Ido berada diluar negeri, Ido tidak pernah sekalipun dekat dengan wanita lain atau hanya sekedar melirik, ia tidak pernah.


Selepas Ido dan Sofie break pun, Ido menyibukkan diri belajar dan mengikuti kegiatan kampus, untuk sekedar melupakan kerinduannya dengan Sofie.


Namun kini, kenyataan pahit harus ia terima , melihat orang yang amat berarti dalam hidupnya dengan orang lain.


Kendaraan yang mereka kendarai kini berhenti di tepi taman di sebuah danau buatan. kebetulan suasana siang ini terlihat sepi.


Ido masih menunduk, wajahnya penuh kesedihan.


”kita turun dulu yu” ajak Andi lalu berjalan menuju bangku yang menghadap danau.


Ido kemudian sadar jika Andi membawanya kesebuah tempat yang asing baginya, Ido mengedarkan pandangan, ia melihat sahabatnya duduk di tepi danau.


Ido bangkit dan menyusul Andi, duduk disampingnya.


"Loe tau gak Do, ini tempat favorit gue.


saat gue suntuk, sedih, kesepian.


Gue selalu datang kesini.


Tempat ini jadi saksi bisu luapan emosi gue.


terkadang apa yang kita harapkan malah sering membuat kita sakit hati dan kecewa”


Ido masih diam, mendengarkan celoteh Andi


Andi berjongkok, lalu ia mengambil beberapa batu kecil dan melemparkannya ke danau.

__ADS_1


Ido masih diam memperhatikan kelakuan Andi, walaupun hatinya kini sangat sakit, setidaknya ia masih memiliki seorang sahabat yang mengerti.


Ido bangkit lalu mulai mengambil beberapa batu kecil dan mulai mengikuti apa yang Andi lakukan.


mereka akhirnya tersenyum, karena pada akhirnya mereka saling berlomba siapa yang paling jauh melempar batu kecil ditangannya.


”Ndi, Thanks ya, loe mau nemenin gue saat gue terpuruk seperti ini”


”Anytimes bro, kita kan sahabat”


”Gue gak nyangka, Sofie seperti itu, padahal gue cinta mati sama doi”


”Gue gak bisa bicara apapun disini bro, menurut gue sebaiknya loe tanya aja langsung saja Sofie.


loe selesaikan masalah kalian, daripada loe menduga-duga sendiri?”


"Gak ada yang perlu lagi dibicarakan antara gue sama dia, semua nya udah jelas Ndi.


gue gak mau jadi kaya pecundang , Dia move on sama pria lain sementara gue nunggu dia dengan setia”


”Apapun itu, loe harus ngomong langsung ke dia. jadi gak ada salah paham diantara kalian”


”Gak usah bahas dia lagi Ndi, lebih baik lupain aja”


”Tapi loe kan masih cinta dia?”


” Cinta gue sama dia dan mati.


Ayo kita ke villa Ricky” ajak Ido langsung bangkit menuju mobilnya


Andi menatap sahabatnya itu dan menggelengkan kepala, ia sangat paham jika kini Ido sedang terluka yang coba ia tutupi dengan berkata seperti itu


”Sebaiknya, gue sendiri yang coba cari tahu.

__ADS_1


tunggu kondisinya memungkinkan dulu” gumam Andi bangkit menyusul Ido yang sudah di belakang kemudi


”Biar gue yang bawa nih mobil, loe duduk manis aja”


Ido dengan enggan bergeser tempat duduk tanpa turun dari mobil.


mereka lalu mengendarai kendaraan nya menuju Villa Ricky.


Beberapa kali terdengar nada panggilan di ponsel Andi, namun Andi tak menanggapi membuat Ido penasaran


kendaraan mereka berhenti sejenak di rest area untuk sekedar membeli minum .


Ido meninggalkan Andi di kendaraannya yang sedang antri bahan bakar.


Andi membuka ponselnya dan terdapat beberapa pesan singkat dan panggilan telepon dari Erna.


”*Andi, loe jadi ketempat Ricky kan? jangan lupa ajak Ido ya”


” Ndi loe mana? gue sama Nia udah sampe di villa nih"


"Woiii, loe kemana sih,balas pesan gue”


”Andiiii, Ido kemana kok ponselnya gak aktif*?"


Andi menghempas nafas keras . Ia tidak pernah menyukai Erna, dan alasan Erna menghubunginya bukan lain adalah karena Ido.


Andi juga mengetahui jika Erna menyukai Ido sejak sekolah, namun Ido malah jatuh cinta dengan sosok Sofie yang tomboi dan cuek.


Hal itu yang membuat Erna memiliki dendam pribadi dengan Sofie.


Andi juga tak tahu apa yang Erna sampaikan ke Ido, sehingga Ido sampai segera datang ke Indonesia setelah menerima nomer telepon Ido.


Andi mencium ada gelagat tak baik disana

__ADS_1


__ADS_2