
"Assalamu'alaikum, ya ampun sayang, lama banget kamu lagi apa sih? aku udah sampe nih di apartemen, aku masih kangen kamu" ucap Andre manja layaknya seorang pria dengan kekasihnya
"Wa'alaikum salam, eheeemmm" ucap Ratih menahan tawa, ia bisa membayangkan wajah terkejut dan malu Andre karena salah mengira jika ia adalah Sofie
"Ta.. tante?? maaf tan, hehe.
Andre kira Sofie" ucap Andre kikuk
"Hahaha santai aja, jadii sudah ada kemajuan dong? semangat ya, tante mendukungmu. Tante harap kamu bisa bersabar sedikitttt lagi, ok? " Ratih sengaja berkata demikian, ia sangat berharap Andre bisa menjadi mantunya
"Siapa ma? " tanya Sofie tiba-tiba sudah berada di dekat Ratih dengan Handuk diatas kepalanya
"Siapa lagi kalau bukan arjunamu, ini mama bawakan juice dan buah potong, mama tinggal ya" ucap Ratih tertawa kecil menggoda Sofie sambil mengedipkan sebelah matanya
Setelah Ratih keluar kamar Sofie menempelkan ponselnya ke telinganya
"Hallo? "
"Ah sayang, kamu membuatku malu" keluh Andre di ujung telepon, terdengar ia mengeluh
"Aku? apa yang aku lakukan? aku kan baru aja mandi mas? " tanya Sofie mengeryitkan aliasnya bingung
"Tadi aku telepon gak kamu angkat-angkat, dan akhirnya diangkat, ku pikir itu kamu, ah malu aku sama tante Ratih" ucap Andre gelisah
"Hahaha memang kamu ngomong apa sama mama? kenapa ga panggil nama aku dulu untuk memastikan?" tanya Sofie di selingi tawa terkekeh
"Ah sudahlah, lagi pula aku senang tante Ratih setuju dengan hubungan kita" ucap Andre kemudian
"Mas, nanti malam aku akan dinner di luar dengan teman papa" ucap Sofie tiba-tiba
"Apa tentang hal itu? " tebak Andre langsung mengerti maksud makan malam yang Prakoso rencanakan
"Iya mas, jadi makan malam kita next ya, lagi pula kita juga baru bertemu, seminggu lagi baru kita ketemuan lagi"
Terdengar decakan kesal di ujung telepon, dan Andre lama tak bersuara
"Hallo mas? apa masih di sana? "
"Iya, lusa kita bertemu, apa kamu tidak kasian padaku sayang? aku gak bisa jauh dari kamu" ucap Andre lebay yang malah di balas tawa terkekeh Sofie
"Ih mas kaya ABG aj ih, lebay"
__ADS_1
"Biarin, lebaynya sama calon istri ini" ucap Andre membuat wajah Sofie merona merah, ia merasa hatinya hangat mendengar perkataan simple Andre.
"Ya udah aku mau istirahat dulu ya mas, besok kita sambung lagi"
"Ok babe, i love u calon istriku"
"sama" ucap Sofie singkat
"Sama apa sayang, jadi ga cinta nih sama aku? " goda Andre hanya ingin mendengar Sofie mengungkapkan perasaannya
"I love u too" ucap Sofie langsung mengakhiri panggilannya, sementara di ujung telepon terlihat kegirangan mencium beberapa kali ponselnya sendiri, seperti hilang akal
Nampak foto Sofie menjadi latar ponselnya
"Ah aku tak sabar menghalalkan wanita itu" ucap Andre lirih sambil mesem-mesem sendiri
"Siapa sayang yang mau kamu halalin? " tanya mama nya tiba-tiba yang sudab berada di belakang Andre melirik ke arah ponsel Andre dimana terpampang wajah cantik Sofie
"Ah mama, bikin kaget aja.
bisa jantungan Andre ma, untung jantung Andre kuat" ucap Andre mengelus dadanya
"Ma, Andre ada yang mau di omongin, Andre mau minta pendapat mama" ucap Andre langsung berubah serius, ia menggandeng Mirna duduk di sampingnya
"Mama tebak, ini soal wanita di wallpaper ponselmu kan? " goda Mirna sambil mencubit hidung bangir Andre
Walau Andre sudab cukup umur, namun Mirna terkadanv masih memperlakukan Andre seperti anak muda usia dua puluhan, padahal kini usia Andre sudab menginjak tiga puluh dua tahun, lebih tua 5 tahun dari Sofie
"Ih mama ngintip aja.
bagaimana menurut mama jika Andre menyukai seseorang tapi ia seorang janda, suaminya sudah meninggal.
Andre sudah kenal tujuh tahun lalu, sejak pertama mengenalnya Andre sudah jatuh cinta sama dia, Andre sangat mencintainya ma" ucap Andre tanpa keraguan
Sejenak Mirna menatap putranya itu, ia bisa melihat jika tekad Andre sudah bulat, toh buat Mirna status tidaklah penting, asalkan wanita itu mencintai anaknya dan bisa membuat Andrw bahagia, itu sudab cukup.
Mirna tak pernah mempermasalahkan baik status sosial atau dari golongan keluarga bagaimana calon istri anaknya, karena ia yakin Andre bisa menghidupi calon istrinya jikalau papa nya tak setuju sekalipun.
"Sayang, apa kamu sudah yakin dengan pilihanmu? " tanya Mirna meyakinkan kembali
"Andre sangat yakin ma, Andre gak bisa berpaling dari dia"
__ADS_1
"Oh jadi itulah sebabnya kamu menolak semua wanita yang mama kenalkan? "
"Maafkan Andre ma, Andrw berusaha melupakan dia, tapi gak bisa.
Jika saat ini mama belum bisa menerima Sofie, setidaknya izinkan Andre berusaha meyakinkan mama jika Sofie yang terbaik buat Andre dan Andre bisa pastikan mama akan suka dia" ucap Andre memohon pada Mirna
"Jika mama dan papamu tidak setuju bagaimana? apa yang akan kamu lakukan?
Apa kamu akan nekad menikah tanpa restu kami? ingat nak, kamu putra kamj satu-satunya, calon penerus perusahaan keluarga kita" Mirna sengaja berkata pahit, ia ingin tahu apa yang akan dilakukan putra semata wayangnya itu
"Sofie tidak akan mau dipersunting, ia mengajukan syarat harus mengantongi restu kedua orangtua dan orangtua angkatnya serta mama dan papa, jadi kami sudah bertekad akan memperjuangkan restu itu"
Mirna tersenyum, ia mulai tertarik dengan wanita yang bisa merubah Andre seperti ini, biasanya Andre akan menghabiskan waktinya di apartemennya, namun sudah beberapa minggu ia tinggal di kediaman mereka, selain itu sifat Andre yang keras menurun dari papanya, akan berontak jika di larang, namun kini malah melunak, Mirna makin penasaran dengan sosok di balik perubahan Andre
"Siapa yang mau kamu persunting? apa kamu sudah dapat calon istri? jika belum papa akan tetap memaksa kamu menikah dengan Sisil" ucap Bagas menatap tajam pada putranya
"Papa apaan sih, udah mama bilang berapa kali sih? kalau mama gak suka sama Sisil yang arogan itu, please ya kita udah bahas itu" potong Mirna membela Andre
"Iya, iya, tapi sampai kapan anak kesayanganmu itu tidak nikah-nikah?, sudah kepala tiga tapi masih lajang.
Apa mau nunggu jadi bujak lapuk? " ucao bagas sinis, Bagas terus mendesak Andre menikah, namun anaknya tersebut selalu punya seribu satu alasan menolak wanita yang dijodohkan padanya
"Anakmu sudah punya calon, kali ini mama minta papa jangan banyak berkomentar" bisik Mirna pada suaminya, terlihat mata Bagas berbinar senang
"Siapa ma? " bisik Bagas pada istrinya penasaran yang di balas Mirna dengan menggeleng pelan dan mengangkat bahunya
"Bawa calonmu kerumah perkenalkan pada kami" ucap Mirna tersenyum
"Jadi mama gak keberatan? makasih ma, Andre saya mama" ucap Andre bahagia lalu mendekati mama nya ingin memeluk, namun Bagas dengan sigap menghalangi Andre
"Papa ih apaan sih cemburu sama anak sendiri" ucap Mirna memukul pelan lengan suaminya
"Biarin aja, enak-enaknya peluk istri orang, sana cepat cari istri biar bisa di peluk" ucap Bagas meledek putranya
"Papa ih aneh, bikin malu aja sama anak sendiri" ucap Mirna kesal meninggalkan Andre dan Bagas di teras belakang rumah mereka
"Mama mau kemana? tunggu papa ma" teriak Bagas, namun Mirna tak mengindahkan panggilan suaminya tersebut
"Huh dasar bocah tua nakal" gerutu Andre pada papa nya
"Biarin, daripada kamu jomblo terus" balas Bagas lalu menyusul istrinya
__ADS_1