Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Perjodohan II


__ADS_3

Andre sudah sampai di depan kediaman Prakoso, seorang security memberhentikannya di depan gerbang


"Selamat Sore, anda mencari siapa? "


"Sore pak, saya teman nya Sofie" ucap Andre membuka kaca mobilnya


"Maaf nama bapak siapa biar saya sampaikan dulu"


"Andre"


"Baik sebentar" ucap nya lalu mengangkat telepon interkom yang terhubung dengan rumah utama, tak lama ia membuka gerbang dan mempersilahkan Andre masuk


Andre merapihkan pakaiannya lalu memencet bel, tak lama mbok Iyah membuka pintu.


"Malam mbok, Sofie nya ada? "


"Duh Gusti, gantenge iki bocah, si kucrut mah kalah jauh, ini pangeran" ucap mbok Iyah yang tak berkedip menatap Andre


"Mbok?" ulang Andre sambil melambaikan tangan di depan mba Iyah


"Eh iya hehe Ada". ucap mbok Iyah mempersilahkan Andre duduk di ruang tamu lalu bergegas memanggil Sofie


"Siapa mbok? " tanya Ratih saat mbo Iyah melintas menuju kamar Sofie


"Itu nyonya, temen nya non Sofie" ucap mbok Iyah.


Sofie tidak pernah membawa pulang teman ataupun di kunjungi teman, kalau pun yang datang Nia pasti langsung menuju kamar Sofie.


Ratih mendekati mbok iyah karena penasaran


"Siapa tamu nya mbok? "Tanya Ratih setengah berbisik


"Nda tau saya nyonya, baru kali ini liat, tapi ganteng banget, cocok sama non Sofie" ucap mbok Iyah tertawa kecil


"Laki-laki? " tanya Ratih penasaran ia tersenyum senang, pasalnya ia kurang suka dengan anak teman suami nya yang kini sedang berbincang di teras belakang dengan Sofie


"Maa, siapa? "tanya Prakoso


"Eh, anu temen nya Sofie" ucap Ratih mendekati suaminya


"Jeung saya permisi dulu ya kedepan" ucap Ratih berpamitan pada jeung Nina.


Ia penasaran seperti apa rupa teman Sofie sehingga mbok iyah sampai terpesona.


Ratih melihat seorang pemuda sedang duduk diruang tamu dan langsung berdiri ketika melihat nya datang


"Sore tante" sapa Andre mencium punggung tangan Ratih


"Hem, pemuda yang sopan dan bener kata mbok Iyah ganteng cocok bersanding dengan putriku" Gumam Ratih dalam hati


"Sore, silahkan duduk"


"Nama kamu siapa? Jadi kalian sudah lama kenal dengan anak saya? "


"Andre, Sudah tante hampir lima tahun lalu"


"Oh tante baru pertama lihat kamu, kamu kerja dimana? "

__ADS_1


"Di..."


"Hai mas , maaf menunggu lama " ucap Sofie tiba-tiba sebelum Andre menyelesaikan ucapannya


"Baru kok"


"Sayang mengapa baru sekarang kamu ajak main nak Andre? tante tinggal dulu ya.


Oh iya nak Andre rasa nya tante pernah lihat kamu, tapi tante lupa dimana" ucap Ratih mengingat-ngingat


"Dirumah tante Vera , waktu itu Andre jemput mama"


"Oh iya kah, siapa mama kamu? "


"Mirna tan"


"Ya Tuhan kamu anak jeung Mirna? gimana kabar mama mu? " tanya Ratih heboh


"Alhamdulillah baik tan"


"Sayang mama nya nak Andre ini sahabat mama, namanya mirna, beliau cantik sekali. kembang nya kampus waktu kami di surabaya" ucap Ratih bersemangat


Sofie hanya mengangguk dan tersenyum, dunia ini sempit.


"Kapan-kapan ajak juga mama mu main ya nak. Tante sudah lama gak berjumpa. titip salam ya. Kalau begitu tante tinggal dulu ya. Oh iya jangan pulang, kita makan malam bareng disini dan gak boleh nolak ok" ucap Ratih meninggalkan Sofie dan Andre yang masih terbengong


"Mama sudah minta mas makan malam disini, sekalian sama tamu papa" ucap Sofie tak enak hati


"berarti hutang makan malam yang ini gak kehitung ya"


"kok gitu mas? kan sama-sama makan malam"


Sofie hanya bisa menerima, dan ia masih hutang dua kali makan malam dengan Andre


"Mas, kita ke samping aja yuk, ada anak temen papa disana, gak enak ninggal dia sendirian"


"Gak enak atau memang mau nemenin dia, jadi aku ganggu nih"


"ih bukan gitu mas, tapi beneran papa yang suruh"


"Ok lah, siapa takut, saya mau lihat saingan saya kaya apa"ucap Andre lirih


"Apa mas? " tanya Sofie yang mendengar Andre berbicara namun gak jelas


"Ah enggak, saya bilang ayo"


Mereka menuju teras belakang rumah lewat Taman. Andre merasa takjub banyak bunga-bunga tertata rapih di sepanjang jalan menuju teras belakang rumah


"Mama kamu suka bunga ya, banyak banget koleksi nya"


"Itu bunga aku semua mas, kalau mama suka nya anggrek"


"owh, terus siapa yang rawat? "


"Ya aku lah di bantu mang ujang. " Andre mengangguk-angguk. Ia tambah menyukai wanita yang sedang berjalan dindepan nya ini


Mereka sampai di teras dan terlihat seorang pemuda kurus sedang duduk di sana

__ADS_1


"Ronald kenalin ini mas Andre, mas ini Ronald" ucap Sofie mengenalkan mereka


"Hai Bro lama gak ketemu" ucap Andre mengulurkan tangannya, sementara Ronald nampak terkejut melihat kedatangan Andre


"Baik bro, loe kenal Sofie? " tanya Ronald tak percaya


"Iya kenal banget. Ada acara apa nih, tumben loe balik ke indo? "


"Oh, iya gue baru balik seminggu lalu dan sekarang nemenin bokap kesini"


"Kalian saling kenal? tanya Sofie bingung


"Iya Ronald ini dulu.. "


"iya kenal temen satu kampus" ucap ronald memotong omongan Andre


""Oh"


"Mas mau minum apa? " Tanya Sofie membuat Ronald tidak suka, karena ia tanpa ditawari sudah di suguhkan teh manis


"Apa aja boleh, kopi juga ok. makasih ya"


"Tunggu sebentar ya mas, Sofie tinggal dulu" ucap Sofie melangkah menuju dapur bersih.


Andre memandang kepergian Sofie sambil tersenyum


"Loe sama Sofie? ..."


"Dia calon istri gue" ucap Andre membuat ronald terkejut, pasalnya kedatangannya kerumah Sofie karena perjodohan yang akan di lakukan oleh kedua orangtua mereka


"Maksud loe? apa loe gak tahu kalau papa dia dan papa gue lagi berdiskusi masalah perjodohan kami? "


"Sekarang bukan jaman siti nurbaya bro, emang loe mau di jodohin aja gitu? padahal si cewe sudah punya pria lain? "


"Gue ..."


"Bro gue kenal loe, apa loe mau kebebasan loe di kekang? gak bisa happy-happy lagi? "


Ronald terdiam, ia merenungkan kata-kata Andre. Andre sengaja mengatakan Sofie kekasihnya dan mengompori Ronald karena Andre tahu kebiasaan Ronald yang suka main perempuan, bersenang-senang dan pesta sampai pagi.


Ia sengaja mengorek sisi sensitif Ronald.


"Gue masih bisa happy-happy setelah nikah kok"


"Tapi loe akan mati muda karena papa nya Sofie gak terima anaknya loe mainin"


"Ah gue lupa kalau bokap nya Sofie orang berkuasa, lebih kaya dari papa dan dia punya saham di perusahaan papa juga, kalau gue mainin anaknya dan dia tau, yang ada gue nyeret seluruh keluarga gue ke neraka" gumam Ronald dalam hati


Ronald mengakui ucapan Andre ada benarnya, namun ia tak mau mengakui nya. lebih baik bagi nya menahan gengsi dan menolak perjodohan ketika mereka kembali kerumah.


Andre tak mungkin membohongi nya, karena Ronald kenal Andre ketika kuliah dulu. Andre type tegas dan jujur, tak pernah main-main


Sofie kembali dengan baki berisi kopi, ia bertanya-tanya dalam hati apa yang mereka perbincangkan sampai wajah Andre terlihat bahagia sekali.


"Mas kopi nya"


"Makasih sayang" ucap Andre langsung menyeruput kopi nya dan pura-pura tak melihat Sofie yang terkejut dipanggil sayang oleh Andre. Ia salah tingkah jadi nya membuat Ronald yakin bahwa mereka adalah sepasang kekasi

__ADS_1


"Maaf sayang, aku sengaja membohongi Ronald dan mengaku kekasihmu, namun cepat atau lambat kamu juga akan jadi kekasihku, hanya soal waktu saja dan pesaingku hilang satu" ucap Andre dalam hati tertawa


__ADS_2