Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Mengeluh II


__ADS_3

"Aih pilihan kakak kesini salah, malah tambah pusing liat kamu, kakak cabut dulu" ucap ido ngeloyor pergi karena dongkol di goda Risya terus menerus


"Kak woiii, mau kemana? kita makan siang dulu yoo"


Risya mengejar Ido yang sudab melenggang keluar kantornya, bagaimana pun mereka kakak adik, walau berbeda sifat.


Risya tahu jika kakak nya saat ini sedang suntuk sehingga ia datang ke kantor nya, atau mungkin sudah rindu rutinitas kantor.


Walau Ido buruk dalam soal kehidupan pribadinya namun soal pekerjaan ia sangat profesional, ia menunjukkan kinerja bagus.


"Emang loe gak sibuk apa ngajak gur makan?"


"Nanti lagi kak, stress bikin Risya jadi laper" ucap Risya nyengir kuda


"Dasar gembul, bilang aja emang hobby makan, pake alesan kerjaan bikin laper lagi" ucap Ido menggeleng sambil membuka buku menu nya


Mereka sengaja memilih masakan chinese karena Ido mendadak ingin makan bebek peking


Setelah mereka memesan menu masing-masing, sambil menunggu Risya membuka percakapan


"Loe kayanya lagi bete banget kak, apa ada masalah di rumah? "


"Bencana bukan masalah lagi" ucap Ido asal


"Serius kak, bencana gimana? apa ada yang terkadi sama kak Sofie? apa dia sakit?" berondong Risya

__ADS_1


"Gue kadang bingung, loe adik gue apa ade nya Sofie" gerutu Ido


"Kak"


"Sofie baik-baik aja, puas? tapi yang gak baik-baik itu kakak loe sendiri, Ridho pramudia handoko"


"hahaha, loe kan baik-baik aja kak" tawa Risya


"Iya fisik Gue baik-baik aja, tapi hati gue yang gak baik-baik"


"Maksud loe kak? "


"Gue tersiksa di rumah, kapan papa bebasin gue dari hukuman ini" ucap Ido menghela nafas


"Ah loe enggak tahu aja"


Ido lalu menceritakan semua yang di alami nya selama Sofie mengidam.


Sepanjang cerita, berkali-kali Ido mendengus kencang karena Risya yang tertawa terbahak-bahak mendengar kejadian yang dialami kakaknya selama Sofie ngidam.


"Kakak Gak kuat Risy. bantu kakak buat rayu papa agar mencabut hukumannya.


Kakak gak kuat lama-lama di rumah"


"Kak, kakak yang sabar aja, namanya orang hamil ya gitu, aneh-aneh permintaannya.

__ADS_1


Risya sih belum pernah ngalamin sendiri karena Risya belum nikah.


Saran Risya sih ya kakak sabarin aja, toh itung-itung ibadah nyenening istri, biar berkah kak.


walau kedengerannya gak logis sih, ya tapi mau bagaimana lagi.


Nanti Risya bantu sampaikan ke papa. lagi pula Risya juga gak betah di kantor kak.


Risya kayanya gak bakat kerja kantoran, ampun kak, kepala Risya mau pecah" cerocos Risya dengan mimik muka yang lucu


"Di sabarin aj, memang seperti itu orang cari uang, jalanin aja, biar berkah" balas Ido yang gondok karena komentar adek nya prihal Ngidam nya Sofie yang membuat Ido tak betah lama-lama nganggur di rumah"


"Kak Risya serius"


"Apa kamu pikir kakak ga serius. kakak tuh beneran stress, apa lagi permintaan Sofie aneh-aneh.


Terakhir kali makan bubur pakai baju tidur, untuk makanan nya enak kakak sedikit terhibur, tapi tetap aja nurunin pasaran kakak keluar rumah gak ada keren-keren nya gara-gara kakak ipar mu itu"


"Iya kak, maafin Risya deh, kakak yang sabar ya. tapi beneran ya kak bantu juga Risya yakinin papa, nanti Risya juga bantu rayu papa.


Risya gak betah kerja kantoran"


"kalau gitu kita deal"


"Deal"

__ADS_1


__ADS_2