Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Hukuman III


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, mereka langsung membahas kerjasama, Andre lebih banyak diam, ia lebih sibuk memperhatikan Sofie yang melakukan presentasi.


"Jadi Pak Andre bagaimana menurut bapak, apa ada yang mau diperbaharui atau di tambah dalam perjanjian kita? " tanya Sofie menatap Andre, ia berusaha profesional walau ia canggung di tatap oleh mata Andre yang tajam.


Andre masih diam tak menjawab, pikirannya melayang entah kemana, atau sangking bahagianya bertemu dengan Sofie hingga otaknya membeku


"Ndre, woi Sofie sudah selesai menjelaskan kerjasama kita" senggol Ikbal melihat atasan sekaligus sahabatnya tetap diam saja


"Oh ya, ya ada yang masih perlu di perbaiki, nanti detailnya saya akan hubungi kamu" ucap Andre langsung berdiri dari tempat duduknya


"Kita bicarakan kontraknya setelah pertemuan selanjutnya, nanti saya hubungi kamu langsung" ucap Andre mengulurkan tangannya ke arah Sofie


"Jadi kita deal? tanya Sofie bingung


"Ya deal, tapi isi perjanjian ada sedikit yang di ubah dan tambahkan. "


"Baik pak Andre terima kasih, sampai ketemu selanjutnya" Ucap Sofie membalas jabat tangan Andre


mereka saling berjabat tangan menandakan kerjasama dimulai.


Nia dan Ikbal tersenyum penuh arti sebelum akhirnya mereka berpisah di lobby hotel


"Syukurlah Sof, akhirnya kita bisa dapat kerjasama sama perusahaan pak Andre" ucap Nia gembira


"Nia, apa kamu tahu jika klien kita itu pak Andre? " tanya Sofie dengan tatapan menyelidik


Sementara Nia jadi salah tingkah karena di tatap seperti itu

__ADS_1


" Apa saya harus tahu klien kita terlebih dahulu, baru kita mau kerjasama? " Jawab Nia mencari alasan


"Gak juga sih, tapi aneh aj tahu-tahu pak Andre kerjasama sama kita" gumam Sofie pelan


"Sebenarnya saya lihat di berkas, perusahaan mereka sendiri belumnya pernah kerjasama sama perusahaan kita, namun berakhir tiga tahun lalu, mungkin tepatnya saat pak Prakoso masih memimpin perusahaan dan kiya masih jadi anak bawang di perusahaan pak Andre


"Oh, baiklah. Oh ya kalau suami ku tanya kamu tentang aku, bilang kamu gak tahu apapun. Aku lagi sembunyi di rumah papa, sekali-kali perlu kasih pelajaran dia" Ucap Sofie tersenyum jahat


"Tenang Sof, gue masih emosi tentang apa yang loe ceritain, jadi rahasia loe aman sama gue. Gue masi esmosi sampai sekarang, rasanya pengen gue kick tuh laki loe" ucap Nia yang langsung berubah seratus delapan puluh derajat ke sifat aslinya


"Loe yang sabar ya Sof, emang laki-laki model giti harus di beri pelajaran, baru bisa hargain istri" ucap Nia meninju tangannya sendiri.


"Hahaha kenapa kok kesannya istrinya tuh kamu ya? jadi ngebayangin kak Herman bakal patah berapa tulang rusuknya kalau dia macam-macam sama kamu" ucap Sofie tertawa meledek Nia


Sejak setahun yang lalu, Nia menjalin hubungan dengan kak Herman, saudara tertua Sofie.


Kak Herman bahkan sudah akan melamar Nia dalam waktu dekat ini.


"Ih jangan dong kalo kak Herman mah gak nakal, kalo nakal sentil aj, jgn di kick yayang aku nya" ucap Nia dengan gaya-gaya alay


"Dasar pasangan gak sehat, enggak kamu, enggak kak Herman sama-sama kaya abegeh, tapi abegeh tua" ucap Sofie cekikikan


"Puas, puas, inget aku calon kakak ipar, godain terus mau kualat? " ancar Nia


"Ampun kakak ipar" ucap Sofiw dengan wajah ngeri dibuat-buat


mereka akhirnya tertawa bersama

__ADS_1


"Jadi loe mau kemana sekarang Sof?" tanya Nia melihat Sofie sudah mendekati kendaraannya


"Mau pulang kerumah papa, mau ikut? tanya Sofie


"Ikut lah, kebetulan tadi kak Herman bilang kalau gak bisa jemput karena ada meeting, daripada pulang bete mending ikut loe"


"Dasar cewe bensin, hahaha, ayo masuk cepet"


"Sue kakak sendiri di bilang cewe bensin" gerutu Nia sambil masuk kedalam mobil Sofie


"belum janur kuning, jadi belum kakak ipar" Ucap Sofie cuek sambil menahan tawa


"Kak Herman, kenapa punya ade durhaka begini sih?" tanya Nia pada dirinya sendiri


Sofie hanya bisa tertawa puas menggoda Nia.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di kediaman Prakoso, pak Jali yang melihat kedatangan Sofie langsung membukakan pintu gerbang sambil mengangguk hormat.


Sementara tak jauh dari pintu gerbang keluarga Prakoso nampak seseorang dengan memakai sweeter dan penutup kepala memperhatikan kedatangan Sofie, beberapa kali ia mengambil foto kedatangan Sofie, lalu ia tersenyum penuh arti


#Siapa sih orang yang mematai-matai Sofie?


#Akankah keberadaan Sofie terbongkar??


#Bagaimana kelanjutan kerjasama. Andree dan Sofie?


ditunggu ya..

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like dan coment ya


terima kasih


__ADS_2