
"Makasih tante, apa tante tidak keberatan.... " Sofie merasa tenggorokannya tercekat
"Maksudmu statusmu? sayang makin tante kenal kamu, makin tante suka kamu, tante tak pernah mempermasalahkan itu, Asal kalian saling mencintai, itu bukan masalah buat tante"
"Makasih tante" ucap Sofie terharu, kekwatirannya sedikit berkurang, tinggal papanya Andre yang masih belum merestui mereka
"Mengenai om, kamu gak usah kawatir, ia pasti akan merestui kalian" ucap Mirna seakan bisa membaca apa yang sedang di pikirkan Sofie
"Maaf, om egois dan berkata yang tidak sepatutnya, om minta maaf" ucap Bagas yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Mirna
"Mama, maafin papa ya, papa egois terus memaksa Andre menerina Sisil lagi, dan berusaha menjauhkan semua wanita yang mendekati Andre, papa sadar papa sungguh keterlaluan.
Papa kini tahu, Andre hanya mencintai kamu dan akan menikah denganmu nak Sofie, papa merestui hubungan kalian" ucap Bagas membuat Mirna, Sofie bahkan Agnes yang baru tiba membawa minuman tersenyum lebar
"Alhandulillah papa sudah sadar" ucap Mirna dan Agnes serentak
" Andre membuka mata papa jika ia benar-benar mencintaimu, papa tak bisa tak merestui kalian, segera kamu akan memintamu pada keluargamu" ucap Bagas tersenyum
"Pa apa kita tak terlalu cepat, harusnya kita bersilaturahmi dulu ke keluarga Sofie" ucap Mirna yang terkejut, walau tak bisa di pungkiri, ia sangat senang dengan perubahab suaminya itu
Sofie tak bisa berkata apa-apa, ia menitikkan air mata bahagia karena orangtua Andre akhirnya menerimanya, dengan segala kekurangan yang ia miliki
"Hei sayang, kenapa kamu nangis? tanya Andre yang baru saja tiba langsung memeluk Sofie, dengan lembut menghapus air mata kekasihnya itu
"Apa orangtuaku menyakitimu?" tanya Andre lembuy, Sofie menggeleng pelan
"Apa aku bisa menyakiti calon mantuku sendiri, huh anak durhaka" gerutu Bagas masuk kedalam rumah
Andre melongo mendengar ucapan papanya, namaun Mirna tersenyum dan mengangguk
"Pa apa papa sudab setuju dengan Sofie? " teriak Andre tak percaya
"Bawel, cepat tentukan tanggalnya kita melamar Sofie, papa hanya kasian padamu yang menjadu bujang lapuk, ckckck kasian gak laku-laku" ucap Bagas terdengar tertawa mengejek
"Huh dasar musang tua" gerutu Andrew kesal diejek bujang lapuk
"Hush dosa kamu sama papa begitu, dia bukan musang tua tapi bocah tua nakal" ucap Mirna cekikikan di ikuti oleh kedua anaknya
Sofie hanya bisa nyengir kuda melihat keluarga Andre yang aneh menurutnya, namun Sofie tahu Andre sangat menghormati dan sayang kedua orangtuanya
"Jangan kaget ya sayang, begini keluarga kami, papanya Andre itu kalau ketemu Andre pasti berantem, maklum dia waktu kami punya Andre masih belum dewasa, jadi merasa kesaingi sama anaknya, ditambah Andre di besarkan oleh oma nya, jadi begitulah hasilnya" ucap Mirna menaikkan bahunya
"Hehehe gak apa-apa kok tan, Sofie maklum"
"Kan sudah mau di lamar, bentar lagi jadi bagian keluarga kami, panggil mama aja ya" ucap Mirna lembut
__ADS_1
"Iya tan eh mama" ucap Sofie canggung
"Ya udah mama sama Angel ke dalam dulu, kalian rundingkan aja kapan acara lamarannya, mama serahkan semuanya pada kalian, jangan lama-lama ya mama udah gak sabar mau nimang cucu" ucap Mirna cekikikan membuat Sofie merah merona karena malu
"Mama tuh bikin Sofie malu, lagi kita kan baru mau lamaran mah, belum menikah" ucap Andre menahan senyum
"Sayang, lamaran trus gak lama nikah, gak baik menunda-nunda jika sudah sama-sama sreg, ya kan Sofie sayang" ucap Mirna mengedipkan sebelah matanya
"Iya kak, Angel mau ponakan yang gendut, biar bisa Agnes cubitin kalau gemas" ucap Agnes menghayal
"Huh anak kecil tahu apa, lagi kalau punya anak, kakak gak akan kasih kamu gendong kalau belum ada saja sudah mau di bully" gerutu Andre membuat tawa Mirna dan Sofie pecah karena mereka meributkan sesuatu yang belum ada
"Ayo Angel bantu mama siapkan makan siang" ucap Mirna menarik tangan Angel
"Tapi ma, Angel masih mau ngobrol sama kak Sofie" tolak Angel namun Mirna melotot kearah Angel dan menarik tangan putri bungsunya yang terpaksa mengikutinya
"Bagaimana? apa kamu menyesal akan menikahi pria yang keluarganya aneh seperti keluargaku? " tanya Andre menggoda
"Rasanya memang keluarga kita sama-sama unik mas" ucap Sofie tertawa kecil
"Jadi bagaimana jika minggu depan aku datang bersama orangtuaku melamarmu? tapi sayang, harus kemana kami pergi, ke bapak ibu? apa mama papa? " ucap Andre memggaruk kepalanya yang tak gatal
"Itu juga Sofie gak tahu mas" ucapnya nyengir kuda, pasalnya ia juga belum merundingkan hal itu, sehingga ia baru sadar saat Andre menanyalannya
"Aku gak mau melepas kau lajang lama-lama, aku mau setiap aku tidur dan bangun ada kau disisiku" ucap Andre memeluk kekasihnya
"Oh jadi kau cuma butuh aku menemani mu tidur, kenapa gak kamu letakkan fotoku ukuran besar di samping tempat tidurmu sana" ucap Sofie kesal meninggalkan Andre sendiri, sementara Agnes yang entah sejak kapan menguping terbahak-bahak
"Dasar setan kecil, ngapain kamu nguping" teriak Andre yang kesal. mengejar Agnes
Beberapa hari kemudian
Nampak kesibukan di kediaman Prakoso, tenda dan dan bunga-bunga sudah menghiasi kediaman Prakoso, tepat nanti malam adalah acara pertunangan Sofie, namun sejak pagi sudah nampak kesibukan luar biasa dari eo yang menangani acara pertunangan Sofie dan Andre
Di dalam rumah, Prakoso dan istrinya nampak sedang berbincang-bincang dengan orangtua kandung Sofie, sudah dua hari lalu mereka tiba di kediaman Prakoso.
mereka semua sepakat akan melangsungkan acara pertunangan di kediaman Prakoso karena kediaman orangtua kandung Sofie di luar kota dan untuk menghemat waktu juga.
Sebenarnya Prakoso menginginkan acara itu di gelar di hotel berbintang atau di gedung, namun Sofie memaksa, ia ingin acara itu lebih privat dan hanya di hadiri keluarga dekat.
Sofie juga tak mengabarkan mantan mertuanya, karena banyak pertimbangan
Malam Harinya
Sofie berjalan mondar-mandir di kamarnya, ia sudah memakai kebaya modern cantik dengan riasan make up artis, wajahnya yang memang sudab cantik bertambah cantik.
__ADS_1
Nia yang menemaninya di kamar terus memuji kecantikkannya tak terkecuali Erna dan kedua anaknya yang terus berceloteh
"Bisa duduk kaga sih loe Sof, pala gue pusing liat loe mondar-mandir aja" gerutu Nia sambil memakan keripik kentang di tangannya
"Loe makan terus, nanti baju pengantin gak muat baru tau rasa loe Nia" ucap Sofie membuat kegiatan makan Nia terhenti, ia menghempas cemilannya ke meja di depannya
"Iya tante Nia lebih gemuk sedikit dari kemarin, ya kan bunda" ucap Salsa yang seakan mengerti obrolan orang dewasa
Nia dengan gemas mencium pipi gembil Salsa
"Anak kecil tahu apa sih" ucap Nia gemas
"Tante, aku udah besar, udah mau TK, kata mama sama bunda, kalau sudah TK sudah besar gak boleh cengeng" ucap Salsa ceriwis
"Dian juga udah gede" ucap Dian tak mau kalah dari kakaknya
"Erna, anak loe dah kaya burung beo di kerok emas, pinter banget ngocek" ucap Nia gregetan
Sementara di ruangan bawah, keluarga Andre sudah tiba, mereka masih berbincang-bincang, Andre yang belum bertemy Sofie selama dua hari merasa sangat rindu, ia mencari keberadaan kekasihnya itu, namun tak menemukan
Akhirnya acara di mulai, semua sudah berada di halaman belakang rumah Prakoso, Sofie memang menginginkan pertunangannya bertema party garden
Mc membacakan susunan acara, hingga akhirnya sampai pada acara inti, kedua orangtua kandung Sofie serta Prakoso dan istrinya berjalan bersama, di tengah-tengah mereka Sofie yang berjalan anggun dengan balutan busana kebaya modern
Andre terkesimak dengan kecantikan Sofie, ia tak mengedipkan matanya dengan bibir yang sedikit menganga, hingga kesadarannya kembali setelah Bagas menyikut perutnya
"Lap itu iler, bikin malu" bisik Bagas pelan di telinga putranya
"Aduh" teriak Bagas tertahan karena Mirna melotot padanya
"Kau tak ingat, buah tak jauh dari pohonnya, papa juga dulu liat mama sampai mimisan" ucap Mirna bangga, membuat Bagas hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
Akhirnya tiba acara puncak saat Andre menyematkan cincin di jari manis Sofie, semua terlihat sangat bahagia tak terkecuali Andre dan Sofie yang terua memasang senyum bahagia, satu tahap mereka lewati, kini tinggal menunggu acara sakral pernikahan mereka yang akan di gelar tiga bulan mendatang
Pihak keluarga Andre meminta menyegerakan untuk melangsungkan pernikahan karena kedua calon sudah siap secara lahir dan batin
Hallo para readerku semua
ini merupakan bab-bab terakhir dari nivelku "Aku Yang Tersakiti"
terima kasih atas dukungannya dan selalu setia mengikuti karyaku selama ini
sampai berjumpa di karyaku yang lainnya
Terima kasih
__ADS_1