Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
PeDeKaTe


__ADS_3

"Sof, besok aku jemput jam berapa? " tanya Angga tak sejak tadi tak berkedip menatap Sofie membuat Sofie jengah


"Ah itu, bagaimana jika kita bertemu di luar, Aku akan kirim alamat tempatnya, maaf ya Angga, soalnya aku ada keperluan penting yang gak bisa dibatalkan"


"Its ok, aku ngerti kok, wanita karir sukses kaya kamu jam kerja padat, bisa jalan sama kamu aja aku sudah senang kok" senyum Angga


Entah mengapa, walau Angga tampan dan ramah, Sofie merasa tak nyaman dekat dengan pria ini, selain pria ini tak bosan-bosannya menatap Sofie sehingga membuatnya canggung, namun ada hal lain yang tersembunyi di balik senyum manisnya


Sofie sengaja menjaga jarak, karena Andre menatapnya dengan siaga, ia sempat membaca pesan singkat Andre, jika ia terlalu dekat dengan Angga, ia sendiri yang akan menjauhkannya


Sofie sedikit melirik kearah dimana Andre duduk, Ia melihat Andre bertingkah konyol dengan mengirikan ciuman jarak jauh dan mengedipkan sebelah matanya genit


Sofie buru-buru memalingkan wajahnya karena malu, ia berjalan cepat menuju pintu keluar restoran menyusuk orangtuanya


"Hahaha, merpatiku yang menggemaskan, membuatku makin cinta kamu" ucap Andre lirih, ia lalu membayar makanan yang ia peseb dan segera keluar dari restoran tersebut, sepanjang jalan ia bersenandung senanh, seolah habis dapat lotre


Andre sampai di rumah orangtuanya, kini ia memilih tinggal bersama mereka itu semua karena nasihat Sofie.


Andre tersenyum senang, ia bersenandung sambil bersiul


"Hus, malam-malam pamali siul-siul ka imah ( malam-malam dilarang bersiul di rumah) " ucap Mirna dengan bahasa daerahnya


"Mamaaaa, bikin kaget aja tahu-tahu muncul. untung Andre ga penakut"


"Malu sama umur atuh kalau penakut mah" ucap Mirna menoel hidung anaknya


"Ih mama, kalau takut mah gak pandang umur ma, tuh buktinya bayi besar mama, penakutnya pake banget" Andre cekikikan, ia menujukan ucapannya pada Bagas, papa nya


"Hus papa denger kena jewer kamu" ucap Mirna cekikikan


"Apa bawa-bawa papa? siapa yang penakut hah? kalian sedang menggunjing papa ya? " ucap Bagas sewot menatap anak dan istrinya


"Papa kepedean, siapa juga yang lagi ngomongin papa? ya kan ma? " ucap Andre memberi kode padanya, ia berusaha menahan tawa melihat papanya menatap Mamanya yang ditatap Bagas mencari jawaban


"Hoaaaammm, ayo pa, mama udah ngantuk nih, papa masih mau disini sama Andre? mama mau masuk kamar" ucap Mirna melirik putranya sebentar

__ADS_1


"Andre mau kekamar ma, besok jemput kekasih" ucapnya mencium Mirna dan langsung cabut menuju kamarnya


Bagas yang kini sendiri segera menyusul istrinya, ia menggerutu dalam hati karena putra dan istrinya mengerjainya


"Maaaa, tunggu papa dong, papa atut" ucap Bagas manja


Andre yang melihat tingkah papanya hanya bisa menggeleng pelan sambil tersenyum


Ia sangat senang melihat kemesraan yang ditunjukan oleh mama dan papa nya, mereka tidak pernah berubah sejak ia masih kecil, papa yang manja dan tak pernah bisa mandiri di depan istrinya.


Andre bertekad dalam hati, ia juga akan mencontoh keharmonisan mama dan papanya, namun tidak dengan sikap manja papanya yang membuat Andre kadang risih


Ia berjalan menuju kamarnya, membersihkan badannya lalu berpakaian santai, siap untuk tidur


Andre meraih ponselnya, ia mengetikkan pesan singkat pada Sofie, namun setelah menunggu beberapa saat, balasan yang ditunggu tak kunjung datang


"Kemana wanitaku ini, ah apa aku harus menelponnya ya? bagaimana jika tante Ratih yang akan seperti waktu itu? tapi aku sangat rindu wajah nya"


Andre berguling-guling di kasurnya, ia bimbang antara menelpon atau tidak, hingga tanpa sadar ponselnya tertekan panggilan video call pada Sofie


"Wa'alaikum salam, kalau orang kangen begini ya rasanya, sampaj kebayang-bayang suaranya menyapa" ucap Andre tersenyum menatap langit-langit kamarnya


"Baru juga ketemu udah kangen aja" ucap Sofie diujung telepon , ia hanya bisa menatap langit-langit kamar Andre


"Namanya juga kangen, baru ketemu kek, baru lihat kek kalau kangen ya kangen aja" jawab Andre membayangkan wajah Sofie


"Dari tadi bilang kangen, tapi yang di kasih liat langit kamar bukan wajahnya, mas lagi kerjain aku ya? gerutu Sofie


"Apa? langit kamar? " ucap Andre menoleh ke sebelahnya


"Hah, sejak kapan? " tanya Andre seolah bertanya pada dirinya sendiri


"Sejak ada yang bilanv kangen tapi wajahnya gak nampak"


"Maaf sayang, gak sengaja nelpon" ucap Andre nyengir kuda, namun ia senang melihat wajah Sofie

__ADS_1


"Oh ya udah aku kasih mati ya? " Sofie mengulum senyum, ia ingin menggoda Andre


"Jangan dong, kamu kejam bener, gak tahu apa akh kangen" Andre merajuk menampilkan wajah puppiesnya, membuat Sofie tertawa melihatnya


"Mas, besok jadi jemput kah? "


"Pasti dong, sekarang mas ojek pribadimu" ucap Andre bangga


Sofie cemberut membuat Andre bingung apakah ia salab ucap?


"Jadi cuma mau jadi ojek pribadi aja ya? kenapa gak ngelamar kerja sama papa? biar mas bisa gantikan mang Ujang jadi ojek pribadi Sofie" Sofie sengaja menggoda Andre, walaupun ia tahu maksud Andre, ia sengaja pura-pura tak tahu


"Bukan itu maksudnya yank, maksudnya aku itu adalah lelaki paling special di hati kamu setelah papa dan bapak" ucap Andre meralat ucapannya


"Hahaha Sofie tahu kok mas," Sofie tertawa melihat Andre yang cemberut karena berhasil ia kerjai


"Mas, besok aku makan siang sama Angga" Sofie ragu-ragu, ia tak mau Andre salah paham, sehingga ia merasa perlh memberitahu Andre


Terlihat rahang Andre mengeras, ia merasa cemburu Sofie makan siang dengan rivalnya, namun mereka sudah punya komitmen, sehingga mau tak mau ia harus legowo dan komitmen dengan apa yang sudah di sepakati


"Baiklah, tapi ingat jaga jarak" ucap Andre menghela nafas berat, ia harus segera mengakhiri ini semua. Andre tak rela Sofie dekat dengan siapapun.


"Sepertinya aku harus mencari kelemahan Angga dan motif di baliknya, aku bisa merasakan jika Angga punya motif terselubung" gumam Andre dalam hati


"Jaga jarak aman, udah kaya stiker di belakang mobil truk mas" ucap Sofie tertawa cekikikan


Andre yang sedang kesal langsung lumer hatinya mendengar tawa riang kekasihnya


"I love u sayang, tunggu aku akan segera menjadikanmu wanita halalku" ucap Andre tiba-tiba dengan pandangan penuh cinta


Sofie sontak menghentikan tawanya, hatinya dipenuhi kehangatan mendengar kalimat Andre


"Insha Allah mas, niat baik pasti Allah permudah, Sofie berharap mas bisa menjadi imam dunia akhirat Sofie dan pelabuhan terakhir hati Sofie"


"Mas belajar memantaskan diri mas untuk menjadi pendamping dan imammu, bersabarlah sayang" Andre tersenyum tulus, ia berdoa dalam hati agar menjadikan Sofie jodohnya.

__ADS_1


__ADS_2