
"Jadi tujuan gue dipanggil apa nih? tanya Kanji pada kakak dan boss nya yang tak lain adalah sahabatnya kakaknya sendiri
Andre menyerahkan selembar amplop yang ia suruh Ikbal siapkan tentang informasi Anggara dan keluarganya
"Maksudnya? " tanya Kanji tak mengerti setelah membaca berkas dalam amplop coklat itu
Pletaaaakkkk
sebuah jitakan keras mendarat di kepala Kanji
"Kak, loe kejam ya? adek sendiri loe aniaya" gerutu Kanji mengelus kepalanya yang terasa sakit berdenyut
"Loe kebanyakan godain cewe aja, makannya otak loe jadi oon" dengus Ikbal pada adiknya
"Kalian kalau ketemu, selalu aja bertengkar, gak pernah akur" Andre menggeleng kepala melihat kedua adik kakak yang seperti Tom and Jerry bila bertemu
"Dia yang mulai kak, lihat nih, sampai benjol kepala aku" adu Kanji pada Andre
Andre hanya melirih ke arah Ikbal dengan pandangan tajam, seolah mendapat angin segar Kanji yang melihat itu tersenyum lebar kearah Ikbal
"Ok kita focus ke masalah" ucap Ikbal mengalihkan pembicaraan dari pada urusan panjang
"Loe udah baca kan dokumen di amplop itu, itu adalah data lengkap tentang seseorang yang gue mau loe cari kebenarannya, buktinya kalau perusahaannya benar-benar kolaps, gue cuma kasih waktu loe 3 hari setelah itu loe kembali kesini, cari bukti tentang motif dibalik kedatangan mereka ke Jakarta dan semuanya, waktu loe seminggu"
Ikbal maupun Kanji terbengong, keduanya masih sulit mencerna ucapan Andre atau lebih tepatnya Andre seperti meminta sesuatu yang mudah, padahal itu butuh lebih dari seminggu
"Tunggu, tunggu sob, loe minta beliin makanan ke Surabaya apa minta carikan bukti, loe nyuruh adek dengan waktu yang pendek, parah loe bro, si Kanji kan masih newbie, kasih dia kelonggaran waktu dikit" protes Ikbal kasian melihat adiknya yang shock mendapat tengat waktu secuil untuk informasi dan bukti yang harus akurat
"Makasih kak, tumben loe baik sama gue, gue sayang loe kak, I love u" ucap Kanji dengan wajah tengil
Ikbal bergidik geli melihat kelakuan adeknya yang abnormal
"Ok kalau begitu empat hari gue minta bukti tentang perusahaan keluarga Anggara di Surabaya dan seminggu untuk motif kedatangan dia ke Jakarta, gimana gue udah berbaik hati kan? "
Ikbal dan Kanji saling melepas pandang, Ikbal lalu mengangguk setuju walau wajah Kanji masih memprotes
Ia harus membiarkan Kanji bekerja di bawah tekanan sahabatnya itu, agar Kanji makin kompeten dan dewasa
__ADS_1
"Ok semua sudah setuju, seminggu lagi Ikbal akan cuti panjang sampai sebulan, dan gue mau loe yang Handle selama Ikbal bulan madu.
Jeny akan gue perbantukan di tempat loe, tapi ingat jangan loe ganggu dia.
kerja yang benar akan ada bonus dan tambahan gaji kalau loe bisa selesaikan tugas dari gue" ucap Andre lalu menyeruput teh di meja
"Siap kak, Kanji gak akan mengecewakan kakak, apa perlu Kanji meluncur ke TKP sekarang? " tanya Kanji giat, ia bersemangat mendengar embel-embel bonus dan gaji yang naik
"Makin cepat makin bagus" ucap Andre lagi tersenyum melihat semangat Kanji
"Kanji balik dulu ke meja sekalian cari pesawat yang menuju Surabaya hari ini, biar apa yang kak Andre butuhkan bisa cepat Kanji dapat, Kanji tahu kak Andre udah ngebet mau ngawinin kakak ipar bye bye" ucap Kanji segera beranjang keluar ruangan Andre
Andre yang sedang meneguk tehnya hingga tersendak mendengar perkataan nyeleneh Kanji lalu melotot kearah Kanji yang langsung kabut dari ruangannya
"Woi bocah error, nikah, bukan kawin.
loe pikir ayam apa kawin-kawin" gerutu Andre berteriak kearah Kanji yang sudah diambang pintu
"Iya-iya intinya udah gak tahan hahahahha" ucap Kanji langsung belari keluar
"Seneng loe ya liat gue sewot?" gerutu Andre
"Lah loe kaya baru tahu Kanji aja? itu anak otaknya kurang sekilo, gak tau emak gue nyidam apa pas hamil dia, somplak gitu jadinya"ucap Ikbal masih tertawa terkekeh
"Pusing kepala gue ngadepin adik loe itu, semoga tugas kali ini dia bisa selesaikan" Andre memijit keningnya yang berdenyut
"Gue yakin itu anak bisa, hanya sikapnya aja slengehan, tapj kalau masalah kinerja lumayan lah, bukan gue belain dia karena adik gue" Andre mengangguk setuju dengan pernyataan Ikbal
"Hubungi kantor cabang di Surabaya, minta satu orang kepercayaan kita membantu Kanji disana" perintah Andre pada Ikbal
"Ok sip, nanti gue atur semuanya.
Oh ya bro, siang ini jangan lupa loe ada meeting di restoran jepang biasa kita meeting sama Mr Takeda"
"Astaga gue bener-bener lupa bro, thanks ya loe udah ngingetin" ucap Andre menepuk punggung sahabatnya itu
"Anytimes bro, loe kan lagi jatuh cinta biasanya cuma kepikiran si dia aja ahahha, ya udah gue cabut dulu kalau ada apa-apa kabarin gue" ucap Ikbal bangkit lalu mininggalkan ruangan Andre
__ADS_1
Sepeninggalan Ikbal Andre senyam senyum sendiri, ia memgakui jika cinta membuatnya buta hingga melupakan semuanya dan perhatiannya hanya tercurah pada wanita itu
"Dia wanita yang sanggup membuatku yang gila kerja lupa segalanya, aku harus segera mendapatkannya, agar otakku ini tak selalu kawatir ia di ambil orang" gumam Andre bersandar pada kursi kerjanya sambil menatap langit-langit ruang kerjanya
Tiba-tiba Andre duduk tegak, ia tersenyum lebar penuh arti, seperti seorang penulis yang mendapatkan ide (hehehe autor banget ini)
Andre langsung meraih ponselnya dan menghubungi seseorang
Setelah beberapa kali nada tunggu, akhirnya panggilan telepon tersambung
"Ikbal atur ulang jadwal dengan Mr, Takeda.
Majukan jadi jam sebelas siang ini, bilang saja aku ada kepeluan mendadak sehingga jam pertemuan di majukan, segera"
"Tapi...."Belum selesai Ikbal menyelesaikan ucapannya Andre sudah memutuskan panggilan teleponnya
Ia lalu menghubungi Sofie setelahnya
"*Assalamu'alaikum mas"
"Wa'alaikum salam, kamu makan siang dimana sama si sontoloyo itu? " tanya Andre tiba-tiba
"Sontoloyo tuh siapa mas? aku makan siang sama Angga mas" ucap Sofie dengan nada bingung
"Ya, ya, ya siapapun namanya tetep rivalku, aku gak perduli, ubah tempat makan siangmu sayang di restoran jepang "T" tempat yang waktu itu aku pernah membawamu"
"Loh kenapa aku harus mengganti tempatnya mas, aku makan deket-deket kantor aja kok"
"Sayang, please denger mas, mas gak tenang kamu makan sama dia hanya berdua"
ucap Andre setengah memohon pada Sofie
"Mas ini cuma makan siang dan gak ada apapun" Sofie berusaha sabar, ia tahu Andre sedang cemburu kali ini
"Mau ya please, mas juga akan ada disana meeting penting, setidaknya pikiran mas tidak terpecah karena kamu ada di dekat mas" Baru kali ini Andre berkata apa yang di rasakannya pada seorang wanita, biasanya ia tak pernah menunjukkan apa yang sedang ia pikirkan atau rasakan
"Hmmm, baiklah, nanti Sofie akan hubungi Angga untuk mengabarkannya" jawab Sofie diujung telepon*
__ADS_1