
Mobil yang di kendarai Andre sampai di sebuah cafe dimana terakhit mereka bertemu.
Andre turun dari mobil dan berlari menuju pintu mobil sisi sebelahnya, lalu membukakan pintu mobil untuk Sofie.
"Makasih mas, aku masuk dulu ya karena Nia sudah berada di dalam"
"Mas ikut" ucap Andre mengambil ponselnya di dalam mobil
"Mas, aku itu meeting dengan klien bukan mau piknik" ucap Sofie kesal di ikuti Andre saat bekerja.
Bukan ia tidak suka, hanya saja ia harus konsentrasi dan bersikap profesional dalam pekerjaan.
Bisa memisahkan antara urusan pribadi dan kerjaan
"Mas juga kebetulan ada meeting di sini kok.
Kamu tenang aja, mas gak akan ganggu kamu kok.
"Beneran? kok bisa kebetulan sekali? " tanya Sofie menyelidik
"Iiiya lah, masa mas bohong" ucap Andre berusaha meyakinkan.
"Nih kalau gak percaya mas telepon ya klien mas"
ucap Andre lalu menghubungi seseorang, ia sengaja loudspeaker
"Adam, gue udah sampe cafe, loe udah di dalam kan? "
"Yoi bro"
"Ya udah kita bahas projek kedepan yang kemaren ketunda"
"Siap bos, loe... "
Andre memutuskan panggilan teleponnya membuat sebelah alis Sofie terangkat bingunh
"Mas itu temanmu masih bicara, kamu sudah matikan? "
"Ah biar saja, dia pria yang sangat cerewet seperti nenek-nenek, kadang aku pusing berlama-lama bicara dengan dia"
"Kalau aku cerewet apa kamu juga tidak betah berlama-lama bicara dengan ku? " goda Sofie
"Kalau kamu pengecualian, justru suaramu bagai kicauan burung indah sekali"
"Ish mas gombal, aku bukan anak SMA yang mas bisa gombalin dengan kata-kata kaya gitu. mas belajar ngegombal dulu ya, aku masuk" ucap Sofie langsung melangkah pergi sebelum Andre berkata apa-apa
"Astaga bodoh sekali kamu Ndre, wanita ini beda dari wanita yang lain, kamu senyumin sampai gigi kamu kering aja dia gak bisa klepek-klepek, kamu puji kaya gitu dia malah ngetawain kamu. bener-bener harus extra berusaha mendapatkan hati dia agar hanya ada aku di hatinya" gumam Andre menggaruk kepalanya yang tidak gatal
__ADS_1
Andre berjalan sambil mesam mesem sendiri menuju ruangan karyawan, ia langsung menuju sebuah ruangan besar dimana manager cafe berada.
Andre membuka pintu dan berdiri di depan pintu memandang sahabatnya yang sedang sibuk dengan dokumen ditangannya
"Astaga, kalau masuk ucap salam kek, atau ketuk pintu, bisa-bisa jantungan trus gue mokad bro" ucap Adam mengelus dada nya karena terkejut
"Ya kalau mokad, tinggal kubur, beres kan? "
"Lor sebenarnya sahabat gue bukan sih, kok jahat gitu? " dengus Adam kesal yang di balas tawa Andre
"Hahhaa cuma becanda bro, lagi loe jangan mokad dulu, belum ngerasain surga dunia" ucap Andre langsung menghempas bokoknya di sofa yang berada di samping pintu. tersenyum dengan muka tanpa rasa bersalah
"Tumben loe kesini tanpa kasih kabar? ada perlu apa loe? "
"Ini nih kalau jomblo kelamaan, bawaan nya sensitif"
"Kaya yang ngomong gak joblo permanen aja, loe sama gue lamaan mana jadi jomblo nya? "
"Jangan salah, gue udah bukan jones alias jomblo ngenes kaya loe"
"Cewe mana yang sial dapetin loe" ucap Adam tertawa terbahak-bahak
"Sial loe, temen punya pacar bukan seneng, malah sirik"
"Gue gak sirik, cuma kasian sama calon kakak ipar gue ahahha"
"Ait untung gue udah belajar di banten" ucap Adam menangkis bantal yang di lempar Andre
"Ngapain loe ke Banten? jadi tukanv oncom?" ucap Andre tertawa
"Nah itu loe paham, ya udah ada apa loe kesini? gue mencium ada aroma-aroma mencurigakan disini? "
"Loe. pikirannya negatif aja sama gue? gue cuma mau main aja, lagi pula loe lupa apa kalau gue juga owner cafe ini" ucap Andre bangga
"Iye, iye, loe owner bebas" ucap Adam kesal
"Hahaha disini kemarau ya bro, gak ada setetes air apa? "
"Sorry bro lupa" ucap Adam cengegesan
"Loe mah kita duduk disini apa di luar? " tanya Adam lagi
"Diluar" ucap Andre langsung berjalan tanpa menunggu Adam, ia masuk ke dalam cafe, mengedarkan pandangan mencari keberadaan pujaan hati nya
Setelah mengetahui lokasi Sofie meeting, Andre lalu mencari spot bagus untuk melihat Sofie dari kejauhan.
Sofie terlihat serius, terkadang ia melempar senyum pada klien nya
__ADS_1
"Ah aku bisa cemburu buta melihat ia tersenyum begitu tambah cantik" gumam Andre dalam hati.
"Bro loe liat siapa sih dari tadi mesam mesem gak jelas? " tanya Adam yang mengampirinya dengan seorang pelayan yang membawa dua gelas coffee
"Mau tau aja loe"
"Kok gue curiga loe lagi ngincer Abg yang di sudut sana " ucap Adam yang melihat beberapa Abg tersenyum dan memandang Andre
"So tau loe" ucap Andre menyeruput Coffee nya
Tempat Sofie duduk memang berada di belakanh para ABG yang sedang hang put, sehingga wajar saja Adam maupun para ABG tersebut salah paham, terlebih Andre tersenyum lebar penuh pesona
"Beneran loe lagi ngincer tuh bocah ya? pedofil loe dengen anak bau kencur. Ingat woi sama umur, mending loe cari yang udah matang siap kawin ma loe.
Apa loe mau jadi om-om senang?? " Tanya Adam menatap sahabatnya
"Mending loe diem dan pesenin gue makanan" ucap Andre tanpa menoleh
"Ad dasar pedofil" ucap Adam frustasi lalu manggil pelayan memesan beberapa desert pendamping coffee mereka.
Mereka berbincang hingga jam satu siang, dan sepanjang itu Andre tak lepas memandang Sofie, walau perut nya sudah keroncongan.
Tak berapa lama seorang ABG yang di desak teman-temamnya mendekati mereka berdua
Adam melotot tak percaya dengan kelakuan anak ABG jaman sekarang, lebih terang-terangan.
"Om teman-teman saya mau kenal sama om" ucap si anak ABG malu-malu
"Oh boleh"ucap Andre Bangun dari duduk nya karena melihat Sofie sudah selesai meeting dan kini sedang berjabat tangan.
Andre terbakar cemburu melihat klien tersebut lama sekali menjabat tangan kekasih nya, terlihat laki-laki tertarik pada Sofie
"Sial nih laki-laki kegatelan sama Sofie, perlu gue kasih peringat biar gak seenaknya jabat pacar orang "gerutu Andre
"ini om Adam, dia akan berkenaln dengan kalian" ucap Andre bergegas berjalan menuju Sofie. Si anak Abg yang menghampiri Andre menjadi heran dan terbengong
Awalnya para ABG mengira jika teman mereka berhasil membujuk pria tampan ini untuk berkenalan, mereka tertawa bersorak senang.
Namun Andre malah berjalan melewati mereka dan langsung menuju meja di belakang mereka
"Sayang sudah selesai meeting nya? " ucap Andre lembut dan langsung memeluk pinggang langsing Sofie menunjukkan kepemilikannya di depan pria yang tadi terlihat menaruh hati dengan Sofie
Wajah Sofie langsung merona merah karena malu dengan perlakuan Andre di depan Klien dan Nia
Sementara Nia melotot tak percaya dengan penglihatannya
"Pak Andre??? "ucap Nia tercekat
__ADS_1