
Sofie berjalan setengah berlari ke parkiran, ia langsung masuk dan menjalankan kendaraannya, laparnya hilang melihat kelakuan Ido, ia memang tidak mendapati bukti bahwa Ido berselingkuh, namun ia merasa ada yang tak beres dengan suaminya itu.
Jika memang murni pekerjaan mengapa ia harus semarah itu ketika Hilda menelponnya dan memarahinya ketika masuk kedalam ruangannya yang di kiranya adalah Hilda sekertarisnya.
Sofie menahan emosinya, ia sangat tidak suka melihat Ido yang terlihat begitu intim dengan wanita itu dan hanya berdua dengan wanita itu di dalam.
Sebenarnya Sofie bukan type pencemburu, namun kejadian tadi membuat siapapun akan berfikiran negative pada Ido, tak terkecuali dirinya.
Kendaraan Sofie sudah memasuki parkiran perusahaannya, namun ia kembali puter arah menuju rumah keluarga Prakoso.
Sofie butuh menengkan dirinya.
Setelah menempuh perjalanan satu jam, akhirnya kendaraan Sofie tiba di pintu gerbang kediaman Prakoso.
Pak Jali yang mengenali Sofie langsung membukakan pintu gerbang
"Siang non, tumben kesini siang-siang" sapa Pak Jali
"Iya pak, Sofie numpang istirahat" ucap Sofie
__ADS_1
"Pak Jali, tolong kasih tau mang Tata untuk memarkirkan kendaraan saya di dalam garasi ya, mobil papa keluarkan saja satu, nanti saya pakai itu.
Oh ya saya gak mau di ganggu siapapun. tak terkecuali suami saya. kalau dia tanya bilang saya gak disini" ucap Sofie sambil berjalan masuk ke dalam rumah tanpa menunggu jawaban pak Jali.
"Ckckckck penganten baru jaman now, masih anget-angetnya udah berantem. Dasar anak muda gak bisa nahan emosi. Bagaimana kalau tuan dan nyonya tau non Sofie kabur kesini" pak jali menggelengkan kepalanya beberapa kali melihat majikanya masuk ke dalam rumah utama.
"Jali loe kenapa geleng-geleng kepala siang-siang? " tanya Tata
"Itu non Sofie kabur, eh maksudnya berkunjung, loe di minta tolong masukin mobilnya ke garasi dan keluarin mobil satunya yang tuan belikan untuk non Sofie, sama satu lagi, anggap non Sofie gak ad disini"
"lah gimana. itu non Sofie kan disini" tanya mang Tata menggaruk kepalanya bingung
Sofie menuju menuju dapur karena mencium bau harum masakan, pasti mbok Iya sedang memasak makan siang, tebak Sofie
"Mbok masak apa?" tanya Sofie
Mbok Iyah terkejut karena Sofie mengagetkannya
"Non Sofie bikin mbok jantungan aja. mbok gak liat datangnya, tau-tau sudah di dapur aja"
__ADS_1
"hehe maaf mbok, habis mbok asik masak sambil joget dangdut sih, mana denger kalau ada orang datang"
"hehe iya non, habis di rumah gede gini cuma ada 3 orang, Semenjak tuan dan nyonya tinggal di luar negeri, rumah ini sepi. Tambah non Sofie juga sudah punya rumah sendiri, tinggalah mbok sama suami dan mang Tata, kalau pak Jali sama pak untung kan di pos, jarang masuk ke rumah" ucap mbok Iyah
"Iya mbok, mama sama papa mau menetap di luar negeri sementara waktu aja kok, nanti juga akan kembali. Tapi mbok tenang aja, sofie hari ini nginep disini sampai seminggu"
"Beneran non? syukurlah mbok ada temen ngobrol kalau sore gini.
Tapi non, den Ido kenapa gak keliatan? apa non kesini sendirian? " tanya mbok Iyah yang celingak celinguk mencari keberadaan suaminya
"Sofie sendirian aja mbok, Ido lagi sibuk.
Sofie kangen sama mama, papa jadi Sofie mau nginap disini"
"Ealah non, non, nginep itu ajak suami, masa pengantin baru jauh-jauh dari suami, kasian dong suaminya kedinginan.
mbok dulu ya, mang Ujang gak mak mau jauh-jauh dari mbok, nempel kaya perangko" ucap mbok Iyah cengengesan mengenang masa lalunya
"Nggak salah itu omongan? bukannya emak yang nempel terus sama bapak, sampai. bapak dinas ikut tuan besar di teleponin terus sama emak" ucap mang Ujang tiba-tiba nimbrung
__ADS_1
Sofie hanya bisa tersenyum melihat mbok Iyah dan mang Ujang suaminya berselidih omongan