
Seminggu sudah Sofie dan Ido menginap di kediaman keluarga Prakoso, mereka sudah kembali ke aktivitas masing-masing, bergelut dengan pekerjaan.
" Hallo Assalamu alaikum.
Mas, kita makan siang nanti ketempatku ya, papa dan mama sudah menanti disini, ada yang akan mereka sampaikan" Ucap Sofie diujung telepon
"wa alaikum salam, ok sayang"
"ya udah sampai ketemu nanti sayang, hati-hati di jalan, I Love U"
"Love U Too"
Sofie mengakhiri panggilannya, lalu berjalan menuju Sofa dimana Prakoso dan Istrinya sedang duduk*
"gimana sayang, apa suamimu bisa datang kesini? " tanya bu Prakoso
"iya ma, nanti jam makan siang.
Mama sama papa sebenarnya mau menyampaikan apa sih, aku jadi penasaran"
"Rahasia, ya kan pa " jawab bu Prakoso sambil mengedipkan sebelah matanya
Sofie terpaksa menahan rasa penasarannya hingga jam makan siang beberapa saat lagi.
Tiga puluh menit kemudian, Ido sampai di kantor Sofie, lalu mereka semua menuju kesuatu tempat
"ma, pa, bukannya kita mau makan siang ya? kok jauh bener gak di seputaran kantor kan banyak restoran enak" Tanya Sofie sambil memperhatikan mobil yang terus melaju menuju sebuah perumahan
__ADS_1
Bu Prakoso dan suaminya hanya bisa tersenyum sambil berpandangan.
Membuat Sofie makin frustasi bertanya-tanya dalam hati
Ia pasrah, karena kedua orang tua tersebut, tetap merahasiakan kemana tujuan mereka.
Ido hanya menahan senyum melihat istrinya yang terlihat tak sabaran.
Kendaraan mereka berhenti di sebuah rumah yang berukuran sedang dengan taman luas yang di penuhi bunga-bunga tertata rapih
Seorang penjaga membukakan pintu gerbang, menganggukan kepala dengan hormat
Pa Prakoso keluar dari kendaraan, di ikuti Ido, Sofie dan bu Prakoso
"Rumah siapa ini ma? " tanya Sofie bingung
"Suka, disini asri dan indah.
Apa ini rumah kenalan papa? " tanya Sofie berharap bu Prakoso mau memberitahunya, alasan di balik kedatangan mereka kerumah tersebut. Namun bu Prakoso tetap diam dan tersenyum, menggandeng tangan Sofie memasuki rumah tersebut
"Ayo masuk" Ajak pak Prakoso, mereka di sambut seorang wanita setengah baya yang langsung mempersilahkan mereka masuk.
"Ma, mana tuan rumahnya? kok kita langsung ke meja makan? " Sofie makin terheran-heran karena mereka langsung di arahkan ke meja makan oleh si pembantu rumah tersebut.
Si pembantu yang ternyata bernama Prapti mengangguk hormat sambil menyajikan beberapa hidangan yang mulai memenuhi meja makan.
Pak Prakoso lalu memberi isyarat untuk memulai makan, terlihat Sofie yang masih bingung terdiam menatap semua orang yang mulai menikmati hidangan makan siang mereka, tam terkecuali Ido yang lahap.
__ADS_1
Sofie mencubit paha Ido yang kebetulan berada di sampingnya, pasalnya suaminya tersebut terkesan santai tanpa merasa ada yang janggal.
"Masss.. kamu tau ini rumah siapa? kenapa kita makan di sini? bisik Sofie dengan suara lirih yang di balas Ido dengan mengangkat bahunya tanda tak tahu lalu kembali asik menikmati makan siangnya
"ok gak dimakan sayang? Ayo dimakan keburu dingin gak enak" ucap Bu Prakoso
Sofie lalu menyuap makanannya walau masih ada tanda tanya besar di dalam hatinya, ia terpaksa sabar lagi.
Setelah acara makan siang, kini mereka berada di ruang keluarga.
"Apa kamu suka suasana rumah ini Sofie? tanya pak Prakoso tiba-tiba
"Suka banget pa, tamannya indah, bunganya cantik, rumahnya sederhana namun tertata cantik. nuansa clasic modern, Sofie suka"
"Syukutlah jika kamu suka. Maksud kedatangan kita kali ini kemari adalah, memperkenalkan kalian dengan rumah baru kalian"
"Maksud papa?, Sofie masih belum paham"
"Maksud kami, ini rumah hadiah mama dan papa untuk kamu sayang, kami mendekor semua dari halaman sampai setiap ruangan dalam rumah ini" ucap Bu Prakoso tersenyum
"Apaa.. ma.. paa... rumah ini untuk Sofie?
Bu Prakoso dan suaminya tersenyum dan mengangguk bersama
Sofie langsunh menghambur berlari ke arah kedua orang tua tersebut. Memeluk dan mencium mereka
"Malasih ma, pa, Sofie sayang banget sama kalian" ucap Sofie sambil menitikan air mata
__ADS_1