Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Akhir Hidup Ricky


__ADS_3

"Malam pak" ucap si petugas


"Malam, wanita ini orangnya" ucap Dimas yang di balas anggukan kepala si petugas, Vivi yang masih belum menyadari situasi hanya bengong ketika petugas kepolisian mendekati nya lalu memborgolnya.


"Apa... aapaan ini? gue di jebak? Sialan lepasin gue" teriak Vivi ketika petugas tersebut membawa Vivi dengan penolakan dari Vivi tentu nya.


Vivi masih berteriak dan meronta berusaha melepaskan diri ketika polisi membawa nya,


Ia mencakar, menjambak dan menendang sekenanya ,kedua polisi itu berusaha menenagkan, namun mereka mendapatkan beberapa lula cakar.


Vivi yang terus meronta berusaha melepaskan diri membuat kegaduhan sehingga membuat beberapa tamu hotel keluar dari kamar karena penasaran.


"Lepasiiinnn, bajing*an jangan sentuh gue" teriak Vivi


"Mba kalau tidak menjaga sikap, mba akan di kenakan pasal tambahan, menyerang petugas saat bertugas"ucap Si petugas menatap Vivi tajam.


Vivi langsung terdiam, ia baru menyadari betapa bodohnya ia, namun ia juga tak mengetahui kesalahannya.


Jika ini razia prostitusi mengapa Dimas tidak ikut di periksa melainkan hanya dirinya dan langsung di borgol.


"Begitu lebih baik, jadilah penurut agar masa tahananmu tak lama"ucap si petugas ketus membuat Vivi langsung berhenti memberontak, ia mengikuti petugas penegak hukum.


Sementara di kamar Dimas, ia di datangi Sofie, Nia dan Azis serta pak Hendra yang sudah sampai di Bali.


Mereka lalu bergegas menuju kepolisian untuk menyerahkan bukti-bukti yang memberatkan Ricky

__ADS_1


Sementara di tempat lain


Ricky yang sedang asik tidur di sofa sambil menonto acara di televisi di kejutkan oleh kedatangan petugas penegak hukum yang menggerebek kediamannya.


Polisi langsung menggeledah dan mengamankan barang bukti.


"Uh sial, kenapa gue gak tahu bakal ada penggerebekan, kemana si Darno gak kasih kabar?" umpat Ricky


Darno adalah salah satu orang yang selalu memberikan Ricky informasi di kepolisian jika akan ada penggerebekan atau razia, namun kali ini ia ketangkap tangan memiliki banyak narkoba bermacam jenis, karena hari ini merupakan waktu mereka mendistrubusikan ke para pengecer.


"Sial, sial, mati gue" ucap Ricky mengumpat dalam hati.


Ricky pasrah di giring oleh pihak berwajib untuk di mintai keterangan.


Dan sesampainya di sana ia lebih terkejut lagu melihat Vivi yang sedang di introgasu dengan tangan di borgol


"Diaaaamm" teriak petugas karena melihat ricky yang bernafsu menyerang Vivi


Sementara Vivi hanya menggelengkan kepala sambil menangis ketakutan.


Ia bisa melihat tatapan membunuh Ricky yang tertuju pada nya.


Ricky di jerat pasal berlapis yang cukup mengantarkan nya ke tiang kematian dengan kepemilikan barang haram yang ditemukan di kediamannya.


Sementara Vivi di ganjar hukuman setidaknya lima tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan hakim.

__ADS_1


Sementara di sebuah rumah kontrakan


Sejak kembali dari cottage, Erna memilih berada di kontrakan Jack, membawa kedua putrinya ikut serta, kepergian Erna pun di sambut senyum Ricky, ia tak perduli istri serta anak-anaknya meninggalkan nya.


Erna yang berada di kontrakan rumah Jack menghembuskan nafas lega, ia kini sudah bisa bernafas lega karena Ricky sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal.


Erna sudah mengajukan surat cerai ke pengadilan setempat dan beberapa waktu lagi ia bisa melanjutkan hidupnya, membuka lembaram baru dengan Jack dan anak-anak nya


Siang itu, Sofie memjemput mereka.


Hari ini mereka akan bertolak menuju Jakarta.


Seperti janji Sofie, ia akan mempekerjakan Jack dan memberikan Erna tempat tinggal.


Mereka akan menempati kediaman nya yang sudah terbengkalai sejak perceraiannya.


Sofie sayang ingin menjual rumah itu, selain karena merupakan rumab impian Sofie juga merupakan kado dari kedua orangtua angkatnya.


Erna bertugas membersihkan dan merawat kediaman tersebut.


Sementara Jack diminta Sofie menjadi supir sekaligus pengawalnya.


Mereka menyambut tawaran tersebut dengan suka citra.


Sebenarnya Sofie ingin Erna bekerja di kantornya, namun Erna menolak dengan alasan ingin menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarga baru nya.

__ADS_1


Setiba nya di Jakarta, mereka mendapati Erna sudah jatuh pingsan, Sofie segera membawa Erna dengan Ambulance, Erna pendarahan.


__ADS_2