
Sementara disudut bangunan, seseorang berwajah cemas berusaha mencuri dengar percakapan antara Sofie dan Nia.
Wajahnya langsung berubah senang, namun beberapa detik kemudian wajahnya langsung kembali murung.
”Apa yang harus gue lakukan buat liat Sofie bahagia”gumamnya lirih
Sementara Nia yang berjalan pelan di belakang Sofie menengok kebelakang karena merasa seseorang sedang memperhatikan mereka, ia mengakhiri panggilan teleponnya lalu berganti lama memperhatikan sekelilingnya
”Ah hanya perasaan gue aja, ya udahlah mending gue susul Sofie, ceper banget itu suster jalannya”gerutu Nia mempercepat langkahnya.
Si pria misterius lalu berjalan menuju parkiran, ia membuka kacamata hitam dan topi yang dikenakan di dalam sweter.
Ia terlihat gusar seperti sedang menanti seseorang
Tiba-tiba ponselnya berdering, secepat kilat ia langsung mengangkatnya
”loe dimana? gue on the way ke tempat loe”ucapnya lalu mengakhiri panggilan, melempar ponselnya ke kursi samping kemudi
ia langsung tancap gas melaju dengan kecepatan tinggi
beberapa waktu kemudian , kendaraannya langsung menuju lobby sebuah perusahaan,nampak seseorang yang tak asing sudah menantinya, siapa lagi jika bukan Ido sedangkan
Pria tersebut menyerahkan konci mobil pada sekertaris Ido, lalu ia mengikuti Ido naik lift menuju ruangannya
”jadi di loe tau keberadaan istri gue?"tanya Ido setelah mereka sampai di ruangan Ido
"Gue tau, tapi loe harus janji sama gue kalau loe AU berubah, atau ini kali terakhir gue bantu like cari Sofie jika suatu saat dia ngilang lagi"ucap lelaki tersebut
__ADS_1
"Come on Risya, loe ade gue apa adanya si Sofie sih?"Ucap Ido dongkol
"Gue emang Ade loe,tapi gue juga sayang kakak ipar gue yang baik hati itu"ucap Risya menatap Ido tajam
”Iya,iya , fine gue janji , ceper kasih tahu dimana dia?”cecar Ido tak sabar
”Sofie dirumah keluarga Prakoso, sekarang loe jemput dia dan minta maaf.
Jangan pernah loe ulangi lagi kesalahan yang sama atau...
Atau loe akan menyesal dan berhadapan sama gue”Ucap Risya menegaskan ucapannya dengan nada mengancam
"Jadi ceritanya loe lebih membela Sofie? ”goda Ido karena untuk pertama kalinya Ade nya bersikap gentleman.
"Terserah apa loe mau bilang apa, yang jelas jangan sampai loe nyesel ”ucap Risya langsung bangkit dari duduknya, kau berjalan menuju pintu keluar
"Loe simpan aja uang loe, karena dia butuh suatu saat”ucap Risya membuat kening Ido berkerut memikirkan maksud perkataan Risya
Setelah Risya meninggalkan ruangannya, Ido berteriak dan melompat kegirangan
”Ternyata kamu bersembunyi di sana sayang, tunggu aku akan menjemputmu”Gumam Ido menyentuh foto Sofie di atas meja kerjanya
Tak lama kemudian terdengar pintu ruangannya di ketuk
Tok Tok Tok
”Masuk”
__ADS_1
Lalu masuklah Amara membawa berkas di tangannya
Ia berjalan melenggak lenggok bak peragawati
siang ini Amara memakai blouse berwarna merah dengan belahan dada yang rendah mempertontonkan dua gundukan yang berukuran besar, serta di padu dengan rok sepanjang betis yang terdapat belahan hingga di atas dengkul memamerkan kakinya yang panjang dan mulus
Ido menelan ludahnya melihat pemandangan di depannya
Amara sengaja menundukkan badannya sehingga pemandangan dua bukit kembarnya kian terekspos, membuat Ido makin blingsatan menahan hasrat.
Amara mendekati Ido yang tetap diam setelah ia goda, biasanya Ido akan menghampirinya lalu memeluknya, menghujaninya dengan ciuman- ciuman panas, namun kali ini Ido seperti menahan, sehingga Amara berinisiatif mendekatinya.
”Sayang ada apa denganmu? mengapa kamu diam saja? apa aku sudah tidak menggairahkan?atau aku kurang sexy? tanya Amara lagi
”Tidak-tidak kamu justru sangat sexy hari ini, tapi...”Ido sudah berjanji pada dirinya akan memperbaiki diri, terlebih ia sudah mendapat ancaman dari adik nya.
Amara memutar kursi kerja Ido lalu langsung duduk di atas pangkuan Ido, ia mengalungkan tangannya di leher Ido, lalu saat ingin mencium Ido, tiba-tiba pintu ruangan Ido terbuka , laku masuklah Seorang wanita yang terlihat memaksa masuk di ikuti Hilda yang mengejar dibelakangnya
Ido buru-buru bangkit dan menghempas Amara yang berada di atas pangkuannya sehingga Amara jatuh tersungkur di lantai. Ia terkejut setengah mati hingga wajahnya pucat pasi seperti melihat hantu disiang hari.
Kira-kira, siapakah yang masuk keruangan Ido hingga membuat Ido terkejut setengah mati?
penasaran?????
Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung karya Author, jangan bosan-bosan like and coment ya.
Terima kasih
__ADS_1