
Empat Bulan kemudian
Pesawat yang di tumpangi Ido sudah mendarat di bandara, ia bergegas keluar bandara, nampak mama serta adiknya Risya sudah menunggu di luar bandara
"Whatsup Bro, gak ketemu hampir dua tahun, kenapa badan loe jadi lebih gede dari gue de?" tanya Ido sambil memeluk Adik semata wayangnya.
"Awas kamu kalau cuti pelajaran kuliah kamu ketinggalan, mama gak akan izinin kamu pulang sampai selesai kuliah" ucap Tania menjewer kuping anaknya
"Mama baru ketemu anak udah lama gak ketemu, sekalinya ketemu main jewer aja, mama gak kangen apa? "
Tania tersenyum pada putra kesayangannya ini, ia menciun pipi Ido lalu memeluknya
Setelah itu mereka berjalan menuju parkiran dan langsung melajukan kendaraan mereka meninggalkan bandara
"Kok papa gak ikut jemput ma? papa kemana? "
"Papa mu ada meeting penting sama pemilik perusahaan terkenal di kota kita, katanya papamu sih mau invest di perusahaan kita
"Wah bagus dong ma, mudah-mudahan perusahaan kita makin berkembang"
"Amiiinnnn" ucap mereka serentak
"Kita mau kemana nih ma, kok bukan ke arah rumah? "
"Kita makan dulu, mama yakin kamu pasti sudah lapar"
__ADS_1
"Huh anak mami pulang, lupa sama anak satunya, sindir Risya yabg duduk di samping supir
"Hus, semua anak mama, mama sayang kalian berdua ya, lagi kakakmu ini kan baru pulang, jelas mama kangen" ucap Tania kembali mengecup pipi Ido membuat Ido hanya bisa nyengir dan tertawa canggung
"Maaa, jangan ciumin Ido terus, malu tuh di ketawain pak selamet sama Risya, Ido udah besar maa" ucap ido lirih setengah memohon pada mamanya
Namun Tania cuek tak menggubris ucapan Ido
"cie cie bayi bangkotan hahahha" ucap risya tertawa terbahak-bahak yang melihat mamanya sedang mencubit cubit gemas pipi kakaknya
"maaaa" protes Ido menutupi rasa malunya
"Denger ya kalian berdua, biar kalian merasa sudah besar, tapi di mata mama kalian tetap anak-anak mama yang imut, ya kan pak selamet? " ucap Tania dengan wajah gemasnya meminta pembenaran dari supirnya tersebut
Akhirnya mereka sampai di restoran yang dituju, makan siang lalu kembali ke rumah.
Sepanjang perjalanan Ido memikirkan Sofie, ia lalu mengambil ponselnya dan mengirimi Andi pesan, memberitahu Andi jika ia sudah berada di Indonesia.
Sesampainya dirumah Ido langsung masuk ke kamarnya dan istirahat
keesokan harinya..
Ido keluar dari kamarnya dengan pakaian rapih, menuju meja makan
"Kamu mau kemana Do? pagi-pagi udah rapih gitu? tanya Tania melihat putra sulungnya sudah berpakaian rapih
__ADS_1
"Mau ketemu sama Andi dan kawan -kawan ma, reuni dan tempatnya di villa Ricki di bogor.
"Mau reuni aja sampe keluar kota" ucap Haryo sambil menyeruput kopi nya
"Ya namanya anak muda pa, mereka ngadakan reuni sekaligus buat menyambut kedatangan Ido"
"kaya artis aja pake di sambut" ucap Risya tertawa mengejek
"Yoi man" jawab Ido cuek lalu langsung menyantap sarapannya
"jadi kalian nginep di villa nya Ricky sayang? " tanya Tania
"Iya ma, tenang aman ma.
Mama dan papa Ricky juga ikut, jadi gak akan ada yang macem-macem" ucap Ido menerangkan membuat Tania dan Haryo sedikit lega, mereka kawatir karena pergaulan anak muda sekarang banyak yang sudah melewati batas
"Risya masih asik menyantap sarapannya, Ido melirik ke arah Risya yang seolah tak terganggu dengan orang di sekelilingnya"
"loe makan apa kesurupan? itu telor ayam rebus 10 biji loe makan sendiri? tanya Ido sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"buat protein pembentukan badan. Ntar pas loe pulang lagi, badan gue udah sixpack"
"Gak yakin gue, kayanya nanti badan loe onepack baru gue percaya hahahhaa" Ido tertawa terbahak-bahak menggoda Risya, sementara Risya tak memperdulikan kakaknya meneruskan makannya
"Tania dan Haryo hanya bisa menggeleng melihat kedua anaknya yang memiliki perangai berbeda
__ADS_1