Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Reuni III


__ADS_3

"Vero jaga sikapmu, itu Hans sudah datang. kita bahas masalah pribadi nanti" ucap Ido.


Veronica menurut. Ia menjauhkan diri dari Ido.


Hans yang awalnya melihat Veronica menempel saja pada Ido, kini malah bingung melihat perubahan tersebut


"Apa yang di katakan Ido sehingga wanita ini jadi menjauh? apa Ido benar-benar sudah insyaf dan menegaskan dirinya jika ia pria yang sudah menikah dan setia.


Tapi gue sangsi, gak mungkin Ido berubah secepat itu, terlebih kini godaannya wanita masa lalu nya yang tanpa celah. nyaris sempurna seratus persen" gumam Hans mengerutkan dahinya


"Sorry guys, gue duluan yak.


gue lupa kalau hari ini gue janjian ketemuan sama ayank embeb gue.


Karena dia gak bisa jemput gue jadi gue janji jemput dia pulang gawe, Sorry ya, gue cabut. next kita kumpul lagi" ucap Hans menjabat tangan Ido lalu gantian memeluk Veronica dan bergegas keluar dari restoran


"Kemana tuh anak? nurut banget sama pacarnya, udah di kasih makan apa sama pacarnya? sampai si Hans jadi anak manis gitu?" tanya Veronica membrondong pertanyaan


"Entah lah, mungkin si Hans dapat hidayah kali" ucap Ido mengangkat bahu nya


"Syukurlah kalau begitu, soalnya penjahat kelamin berkurang satu" ucap Veronica cekikikan


Ido hanya tersenyum, menatap lekat wanita di dekatnya. Wanita yang pernah hidup bersama nya dalam satu rumah

__ADS_1


"Kenapa sih kamu liatin aku terus? ada yang aneh ya? " tanya Veronica memegang wajahnya sendiri


"Enggak kok"


"Terus kenapa? awas kamu jatuh cinta sama aku lagi loh"


"Habis kamu cantik dan lebih... "


"lebih sexy gitu?"


Ido menjawab Vero dengan mengangguk


"Well kapan kamu kejakarta?"


"Kenapa kamu pulang? apa pacar bule mu meninggalkanmu? " tanya Ido ketus


Veronica adalah salah satu kekasih Ido ketika menimba ilmu di negeri orang, dari sekian banyak wanita yang pernah Ido tiduri hanya Veronica yang bertahan lama dengab Ido, saat Ido memutuskan akan serius dengan veronica, nyatanya wanita tersebut malah kedapatan berhubungan dengan pria berkebangsaan Australia yang menjadi kekasih gelapnya,hingga Ido memutuskan secepatnya menyelesaikan kuliah dan kembali ke tanah air.


"Honey itu masa lalu ku, aku salah dan aku menyesal"


"Toh menyesal tak akan merubah apapun.


kini aku sudah menikah dan akan menjadi seorang ayah" ucap Ido menyombongkan diri

__ADS_1


Veronica menelan saliva nya sendiri, ia menerima kenyataan pahit ketika kembali ke tanah air dan mendapati Ido sudab menikah.


"Aku tahu, tapi aku tetap ingin bersamamu"


"Vero apa otakmu sudah tidak waras? aku tidak akan menceraikan istriku, dia wanita yang sangat aku cintai dulu dan kini, jauh sebelum aku mengenalmu"


"Aku rasa memang aku sudah gila, aku tetap mencintaimu dan ingin kamu"


"Sebaiknya kamu pulang dan beristirahat, sudah jam pulang kantor, aku tak ingin istriku kawatir padaku" ucap Ido bangkit lalu membayar makanan mereka.


Belum Ido meninggalkan restoran tersebut, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh menuju tempat Ido berada.


"Maaf mas, istrinya pingsan ketika mas meninggalkannya" ucap si pelayan


Ido langsung bergegas menuju tempat mereka tadi dan benar mendapati veronica tergeletak tak sadarkan diri.


Ido menutupi dress minim veronica lalu membopongnya menuju mobilnya dengan di banti manager restoran, mereka menuju klinik terdekat.


Setelah setengah jam di klinik dan mendapat infus, Veronica tersadar.


Ia memandang bingung sekelilingnya dan mendapati dirinya di sebuah ruangan serba putih dengan tangan terpasang selang Infus.


Veronica hendak mencabut selang infus ditangannya, namun suara yang familiar di telinganya, melarang nya

__ADS_1


"Jangan kamu cabut, kamu butuh infus dan beristirahatlah" ucap lelaki tersebut


__ADS_2