Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Pernikahan


__ADS_3

Tiga bulan kemudian


Waktu berlalu begitu cepat, tiga bulan sudah berlalu, hari yang di tetapkan akhirnya tiba, hari pernikahan Sofie dan Andre


Awalnya pernikahan mereka sudah di jadwalkan di gedung, namun Sofie menginginkan acara sederhana karena ini merupakan pernikahan keduanya, namun demi mencari jalan tengah maka acara akan di langsungkan dua tempat, di rumah dan di ballroom hotel bintang 5 pada malam harinya


Sofie , Ratih dan Sri sudah berada di ruangan Sofie, menunggu anak mereka sedang di rias, beberapa Kali Sofie menitikkan air mata, sehingga Sri dan Ratih berusaha menenangkannya


Kedua orangtua dan orangtua angkatnya sudah berpakaian rapih, Sri dan Ratih mengenakan kebaya berwarna cream dengan taburan permata di sekelilingnya, serta rambut yang di sanggul rapih


Sedang Prakoso dan Bimo memakai baju breskap dengan blankon khas jawa tengah, mereka nampak sedang sibuk menyambut tamu.


"Sayang, jangan menangis lagi, mama tahu kamu terharu, tapi make up mu akan luntur, masa pengantin wanitanya berwajah muram, nanti calonmu kabur loh" goda Ratih


"Iya bismillah Allah perlancar ya nak acaramu, itu sepertinya calon suamimu sudah datang dan tadi bapak bilang penghulu sudah sampai, jangan menangis lagi ya, harusnya kamu berikan senyum terbaikmu pada kami, sehingga kami bisa tenang melepaskan kau dengan Andre" ucap Sri memegang tangan putrinya


Sofie mengangguk pelan, akhirnya riasannya selesai, ia terlihat sangat cantik dan Anggun, bagai putri raja


Keluarga Andre yang baru saja sampai dengan membawa beberapa cinderamata yang membuat seluruh tamu undangan menahan nafas, ia memberikan buah tangan yang amat sangat special karena beberapa diantaranya adalah limited edition


Benda-benda itu sudah lama Andre beli untuk Sofie , ia hanya yakin jika suatu saat akan bersama dengan Sofie, entah keyakinan darimana, atau memang Allah sudah takdirkan karena melihat ketulusan dan kesungguhan hati Andre


"Tas , dompet, sepatu , jam tangan, semuanya limited esition, satu set perhiasan yang ia pesan khusus satu tahun lalu karya maistro perhiasan ternama, gaun malam karya designer ternama, semuanya serba special untuk Sofie


Andre terlihat sangat gugup, berkali-kali ia menghapus keringat di dahinya


"Apa kau sudah hapal" tanya Mirna berbisik


"Insha Allah ma" ucap Andre


"Awas kau lupa, jangan memalukan papa" bisik Bagas yang duduk di sebelah kanan Andre


"Jangan dengar papamu, dia saja akad nikah dengan mama mengulang tiga kali, hampir kami gagal menikah" ucap Mirna kesal dan sengaja membocorkan rahasia suaminya pada Andre


Andre tertawa tertahan mengetahui fakta tersebut, ia melihat wajah papanya yang kesal


"Bismillah, tarik. nafas dalam-dalam, Insha Allah lancar nak" ucap Mirna memberi semangat pada anaknya


"Semangat kak, OTW halal" ucap Angel ikut menyemangati


Pembawa acara sudah membacakan susunan Acara, dan Andre di minta duduk di depan pengulu, namun Sofie belum juga keluar


"Baiklah kini mempelai wanita memasuki tempat acara di dampingi oleh kedua orangtuanya" ucap Mc

__ADS_1


Nampak Ratih dan Sr mengiringi anak mereka, sedang Bimo dan Prakoso sudah duduk di tempat akad nikah


Andre menoleh, ia dibuat terkagum-kagum melihat wanita yang akan dinikahinya terlihat sangat anggun dan cantik,


"Sayang, mama bangga kamu memilih wanita ini, dia sangat cantik nan anggun" ucap Mirna berbisik pada Andre membuat Andre bangga dengan pilihannya


Prakoso dan Bimo duduk di dekat Sofie,


Prakoso bertindak sebagai saksi, sedang Bimo sebagai wali dari Sofie


"Acara selanjutnya, kedua calon pengantin sungkem kepada orangtua" ucap Mc


Bergantian Sofie dan Andre sungkem pada orangtua mereka dan calon mertua mereka


"Bapak doakan kamu bahagia selalu nak" ucap Bim


Sofie berjalan ke arah ibunya


"Sehat dan bahagia samawah ya anak ibu" ucap Sri memeluk anaknya erat


"Papa doakan kamu diberikan kebahagian dunia akhirat dan bahagia selamanya" ucap Prakoso, Sofie berpindah ke mamanya,


"Mama doakan kamu bahagia sampai mau memisahkan sayang" ucap Ratih menciun kening Sofie


Sofie terus saja menitikkan air mata, sehingga Sri mendekati putrinya menenangkan


"Andre putra bagaskara saya nikahkan, saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Sofie Bimo Prakoso Adikusumo dengan mas kawin seperangkat perhiasan berlian dan sebuah rumah " uvap Bimo


"Saya terima nikah dan kawinnya Sofie Bimo Prakoso Adikusumo dengan mas kawin tersebut diatas tunai


"Bagaimana Saksi? " tanpa Penghulu


"Saaaah, sah" ucap para saksi


"Alhamdulillah" ucap semua orang


Andre menyematkan cincin di jari manis Sofie, kemudian Sofie mencium tangan suaminya, gantian ia memasangkan cincin di jari manis Andre, kemudian Andre mencium kening Sofie


Penghulu meminta kedua membelai untuk menandatangani akte nikah mereka, kemudian Andre diminta oleh penghulu membaca sigat ta'liq setelahnya Andre menandatanganinya sebagai tanda setuju


"Alhamdulillah,,,, "ucap penghulu, lalu beliau membaca doa sesudah akad nikah:


"Allahumma, Ya Allah berkatilah kedua mempelai ini dengan kehidupam yang penuh dengan kebahagiaan dan jadikanlahereka keluarga sakinah"

__ADS_1


"Allahumma, Ya Allah Anugrahkan kedua mempelai ini dengan keturunan yang saleh yang berbakti kepada-Mu dan taat kepada orangtuanya serta berguna bagi agama, bangsa dan negara"


"Allahumma, Ya Allah rahmatilah kami semua dengan kehidupan yang bahagia sejak di dunia sampai akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka"


Kini Andre dan Sofie sudah sah secara hukum dan agama menjadi sepasang suami istri


Acara akad pun selesai, penghulu segera meninggalkan tempat acara


Prakoso, Bimo, Ratih dan Sri mendekati anak. dan manti mereka untuk mengucapkan selamat


Sofie memeluk Sri, ia menangis


"Hapus air matamu, lupakan semua yang pernah menimpamu, kau layak bahagia dengan suamimu, ini balasan Allah karena kamu sabar dan ikhlas saat kau tersakiti, Ibu akan selalu mendoakanmu "ucap Sri memeluk erat putri tunggalnya sambil menangis bahagia


"Selamat sayang samawa ya" ucap Prakoso dan Ratih


"Mama, papa, makasih, makasih kalian sudab hadir di kehidupan Sofie, makasih kalian selalu ada untuk Sofie" ucap Sofie terisak


"Jangan pernah menangis lagi, songsong hari esokmu dengan senyum, kini kamu sudah memiliki nak Andre, berbaktilah padanya dan berbahagialab selamanya" ucap Ratih memeluk putrinya, diikuti Prakoso


Bimo terus menangis, ia bahagia sekali akhirnya penderitaan anaknya berujung manis, ia bersanding dengan pria yang sangat mencintainya


"Bapak.... " ucap Sofie memeluk Bimo


"Akhirnya bapak bisa lega nak, kamu dengan orang yang tepat, berbahagialah, lupakan msa lalumu yang pahit, ini buah dari kesabaranmu, bapak akan selalu mendoakanmu anakku" ucap Bimo mengelus puncak kepala Sofie


"Nak Andre selamat, kami titip putri kami padamu, cintai ia, sayangi ia, lindungi ia, kami percaya kamu bisa membahagiakan anak kami" ucap Prakoso yang di balas anggukan orangtua kandung Sofie dan Ratih


"Pasti Andre akan mencintai Sofie dan melindunginya selamanya, Andre janji akan membuat ia bahagia" ucap Andre


Lalu kedua orangtua Andre dan Agnes mendekati Sofie dan Andre untuk mengucapkan selamat, mereka saling berpelukan dengan keluarga Sofie.


"Alhamdulillah ya besan, acaranya berjalan lancar"ucap Mirna


"Iya besan" ucap Sri


Kini gantian para tamu undangan yang merupakan kerabat dekat mengucapkan selamat pada kedua mempelai Setelah itu Sofie dan Andre kembali ke kamar untuk berganti pakaian, Acara resepsi di mulai.


"Sayang kamu cantik sekali, terima kasih kamu mai nenerima ku menjadi suamiku" ucap Andre menggenggam erat tangan Sofie


"Makasih sayang, kamu bisa menerima segala kekuranganku dan menjadikanku pendampingmu" ucap Sofie terharu


Andre memeluk Sofie, mendaratkan kecupan di kening Sofie, senyum terus merekah di bibir mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2