
Sofie dan Ido akhirnya menempati rumah baru mereka, sementara Prakoso dan istrinya memilih menetap di thailand. Sebenarnya Sofie berat jauh dari kedua orang tua angkatnya tersebut, namun mereka memilih menghabiskan masa tua mereka di sana.
Sementara hubungannya dengan orang tua kandungnya tetap harmonis.
Terkadang mereka menginap di rumah orang tua Sofie atau sekedar makan siang di sana, begitu pula dengan kedua orang tua Ido, mereka sering menghabiskan akhir pekan kerumah orang tua Ido.
Walau mamanya Ido kita lebih baik padanya, namun Sofie merasa sedikt ada yang mengganjal, terlihat tidak benar-benar peduli padanya.
Sofie masih mengingat jika mamanya Ido dulu dengan terang-terangan menentangnya, dan melunak ketika tahu Sofie lah pemilik perusahanan itu.
Siang ini sengaja Sofie tidak memberitahu suaminya jika ia akan ke kantornya, Sofie keluar kantor satu jam sebelum waktu jam istirahat.
Ia sengaja mampir ke restoran jepang yang berada di samping kantornya, lalu memesan sushi dan gyutang donburi kesukaan suaminya, sementara untuk dirinya, ia memesan beef tepanyaki.
Setelah pesanannya jadi, Sofie bergegas menuju kendaraannya, ia langsung menuju kantor Ido untuk memberikan kejutan, kebetulan hari ini mereka tak membuat janji makan siang.
Kendaraan Sofie memasuki parkiran perusahaan Ido, ia memarkirkan kendaraannya, lalu menuju lobby
Seorang resepsionis menyambutnya dengan ramah
"Selamat Siang Bu, ada yang bisa kami bantu? " tanya si resepsionis ramah
"Siang mba, saya ingin bertemu dengan pak Ridho Haryo"
"Apa sebelumnya ibu sudah membuat janji dengan beliau? " tanya si resepsionis
"Saya Sofie, istrinya pak Ridho mba, saya mampir karena mau buat kejutan makan siang buat suami saya, tolong jangan beritahu beliau ya" ucap Sofie sambil melirih paperbag di tangannya
"Oh baik bu, selamat makan siang. semoga sukses ya , Dan ini Id card pengunjung ibu" ucap si resepsionis menyodorkan sebuah Id card
"Makasih mba" Sofie tersenyum, lalu mengambil Id card tersebut dan berjalan menuju lift khusus karyawan
Sofie tak henti-hentinya tersenyum membayangkan reaksi suaminya nanti.
__ADS_1
Tiba lah ia di lantai 15, Perusahaan Ido termasuk perusahaan sukses, walau tak sebesar perusahaanya. Namun Sofie bangga dengan suaminya yang mengelola perusahaan warisan papanya hingga kini berkembang.
Sofie memasuki sebuah koridor yang menuju ruangan Ido, ia melihat Hilda, sekertaris Ido, langsung berdiri dan berjalan ke arahnya
"Selamat siang bu Sofie" sapa Hilda ramah
Sejak pertama kali berkenalan, Sofie langsung menyukai sosok Hilda yang ramah, sopan dan ceria
" Siang Hilda, apa bapak ada?"
" Oh bapak ada bu, tapi.. " Hilda tidak meneruskan ucapanya, ia terlihat bimbang
" Apa bapak sedang sibuk? " tanya Sofie lagi
"Sedikit bu, tapi sebentar saya tanyakan" ucap Hilda menuju meja kerjanya dan mengangkat telepon intercom ke ruangan Ido
"*maaf pa... "
Hilda gugup dan terlihat bingung
"tapi pak*.. "
Tut .....tut .....tut.....
panggilan berakhir
Hilda mengigit bibir bawahnya, dan menatap Sofie dengan pandangan bingung
"Apa sikap suami saya biasa seperti itu? " tanya Sofie terkejut mendengar intonasi suara Ido yang menurutnya kasar
"Nggak kok bu" jawab Hilda cepat
"Baiklah, saya masuk dulu ya, gak usah kwatir, gak akan kena marah, oh ya sudah mau jam makan siang, sebaiknya kamu makan siang juga" Ucap Sofie sambil mengangguk meyakinkan.
__ADS_1
Sofie mendekati ruangan Ido, nampak sepi,
"mengapa Ido harus sebegitu marahnya pada Hilda hanya karena Hilda menelponnya melalui intercom.
Apakah yang di lakukannya? seserius apa hingga tak bisa di ganggu" bathin Sofie
Sofie menarik handle pintu, membuka ruangan Ido
Namun ia melihat....
**Hayooo....
kira-kira apa ya yang di lihat Sofie?
mengapa Ido sampai seemosi itu hanya karena panggilan intercom sekertarisnya???
Tunggu kisah selanjutnya yak
Jangan lupa like, coment ya
Oh ya, mampir juga ke karya author lainnya yang gak kalah seru, diantaranya:
#Suami Sewaan
#Cinta Di Ujung Asa
# Cinta Dalam Bayang-bayang
atau klik langsung profil author dan jgn lupa klik love ya untuk mendapatkan update an terbaru dari karya author
Sehat selalu dan Terima Kasih
love**
__ADS_1