
Andi yang sebelumnya menerima telepon dari orangtua Veronica langsung menyusun rencana.
Ia menelpon Ido untuk menemui nya di apartemennya sore nanti. Andy memulai rencananya.
Andi menekan bel pintu apartemen Veronica.
Veronica bahagia melihat kedatangan Andy dan langsung memeluk sahabat masa kecilnya itu.
"And, kau jahat sekali padaku, menghilang tanpa jejak. kamu tidak bisa dihubungi"ucap Vero memukul Andy sambil menghapus air matanya yang menetes.
Victoria yang memang manja pada Andy merasa sedih tak bisa menghubungi Andy. ia merasa sebagian dirinya hilang
”Kupikir kamu tidak membutuhkanku bukan?” ucap Andy sinis
"maafkan aku" hanya kata itu yang keluar dari mulut Veronica
"Seharusnya kata-kata itu kamu ucapkan untuk Sofie istri Ido, gara-gara kalian, ia keguguran. apakah kamu sebagai wanita tidak merasa empati dan bersalah?bagaimana jika itu terjadi padamu”
"Aku merasa bersalah hingga aku ingin mati. Apa kamu puas dengar itu? tapi aku tak sanggup kehilangan Ido. Aku cinta mati sama dia . Aku pikir kamu paham itu”teriak Veronica menangis
Andy mendekati Veronica dan menakup wajah wanita yang di cintai nya itu.
”Apa yang kamu rasakan itu hanya obsesi bukan cinta, sadarlah.
Jika pria itu mencintaimu dia tidak akan menyakitimu dan memanfaatkamu”
"Aku tak peduli, yang aku mau dia jadi milikku”
"Vero, please buka matamu, dia tidak pernah mencintaimu, dulu atau kini.
Apa kamu berani membuktikannya?”
__ADS_1
Veronica menggigit bibirnya, sebenarnya ia ragu, namun demi membuktikan perkataan Andy, ia pun mengikuti rencana Andy.
Veronica dibawa Andy menuju apartemannya, disana ia sudah membuat janji dengan Ido.
Veronica sudah bersembunyi di kamar Andy dengan memasang hands free yang merekam alat penyadap di ruang tamu apartemen Andy.
Tak lama Ido datang, Veronica lalu bersiap mendengarkan pembicaraan Andy dan Ido
”Woi bro, kemana aja loe ngilang, gue kira gak mau kenal sama temen loe yang lagi susah ini” ucap Ido
"Sorry Do, gue belajar ngurus perusahaan cabang bokap yang di luar, jadi baru balik hari ini. gimana kabar loe sama Sofie" Tanya Andy berbasa-basi padahal Andy mengetahui semuanya
”Parah bro, gue di tuntut cerai sama dia, tapi gue gak akan nyerah. gue cinta mati sama Sofie. loe tahu kan kalau gue itu dah suka sama dia sejak sekolah menengah atas”
”Loe aja salah, kenapa loe selingkuhin dia.
Lah gue pikir loe suka Vero?”ucap Andy sedikit keras
"Bro, gue cuma cinta satu orang yaitu Sofie, kalau Veronica itu ibarat selingan. siapa sih yang gak akan ngiler liat body dia yang sexy dan satu lagi, dia binal seperti kuda betina. kapan-kapan loe harus cobain. wanita yang kaya gitu gak cocok dampingi gue. dia murahan abis, setiap gue perlu menyalurkan hasrat gue, dia itu ibarat tempatnya ”
rahang Andy mengeras, ia mengepalkan tangan menahan emosi mendengar perkataan Ido yang menganggap Vero seperti pelac*r baginya
”terus loe bakal nikahin dia gak?"tanya Andy mencoba menekan intonasinya agar tak terlihat ia sedang marah
"Gue kan udah bilang, dia bukan tipe istri idaman gue, jelas enggak lah.
dia sukarela bantu gue, ya gue terima lah.
Oh iya Ndi, gue inget loe pernah bilang cinta Veronica, kenapa gak loe aja yang kawinin dia, itung-itung gantiin gue”ucap Ido santai menghembus rokok di tangannya
Andy yang sudah tidak kuasa menahan emosinya memukuli Ido bertubi-tubi seperti kesetanan.
__ADS_1
ia menghajar Ido tanpa ampun dan lalu menendang ******** Ido hingga Ido mengerang kesakitan dan pingsan.
Sementara di kamar Ido, Veronica menangis, ia merasakan sesak dan sakit mendengar kenyataan yang baru saja di dengarnya.
Selama ini ia tak pernah mengindahkan perkataan Andy, dan baru mengetahui jika perhatian dan kasih sayang yang Andy tunjukkan menggambarkan besarnya cinta Andy pada dirinya.
Veronica berlari keluar apartemen dan langsung mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi, hingga di persimpangan jalan ia tak melihat mobil truk dan menghantamnya. Andy yang mengikuti Veronica berlari ke arah kendaraan Veronica dan membopong Veronica yang berlumuran darah, melarikannya kerumah sakit.
Dua hari kemudian, Veronica sadar dari koma nya.
Kaki Veronica patah dan harus duduk di kursi roda.
Ia meminta Andy untuk menjauh darinya karena merasa kotor dan malu, namun Andy berbesar hati mau menerima Veronica dengan syarat mereka akan meninggalkan tanah air selamanya.
Setelah Veronica sembuh, Andy akan membawa Veronica jauh dari Ido.
ia juga menemui Sofie dengan membawa Veronica.
Melihat kondisi Veronica yang tidak bisa berjalan, Sofie dengan lapang dada memaafkan Veronica, karena ia sudah mendapatkan karma dari perbuatannya, dan karmanya itu akan selalu ia kenang sepanjang hidupnya.
Di tempat lain, Ido sudah keluar dari rumah sakit karena penganiayaan Andy. ia menuju apartemen Veronica dan mendapati apartemen itu sudah kosong. hanya secarik kertas tertulis disana
”Aku pergi, itu lebih baik daripada kamu terus membohongi cinta tulus ku.
kamu tidak akan bahagia sepanjang hidupmu selalu dalam kesendirian,
karena kamu selalu menyia-nyiakan orang yang mencintaimu.
Apartemen ini ku serahkan untukmu sebagai pengingat bahwa wanita pemilik apartemen ini adalah wanita bodoh yang mencintai manusia sepertimu"
Vero
__ADS_1