Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Mengawalmu


__ADS_3

Ikbal masih kesal dengan sahabatnya itu yang seenak hatinya menggeser jam pertemuan, terlebih meeting kali ini dengan investor besar yang sudah beberapa kali bekerja sama dengan perusahaan mereka


Andre hanya melirik sekilas kearah Ikbal yang sedari tadi menekuk wajahnya, ia tahu jika Ikbal saat ini dalam mood yang tidak baik, karenanya ia hanya diam membuang pandangannya keluar melalui jendela mobil


"Bro berhenti di depan sana sebentar" ucap Andre tiba-tiba membuat Ikbal mengerem mendadak karenanya.


Ikbal langsung menggerutu kesal


Namun Andre dengan cuek turun dari kendaraannya, ia berhenti di sebuah toko bunga, lalu terlihat berbincang dengan si pemilik bunga


Beberapa kali Ikbal menengok jam di pergelangan tangannya, ia kwatir jalan macet pada jam seperti sekarang ini dan mereka akan telat sampai, itu tidak baik karena Mr. Takeda sangat tidak menyukai orang yang tidak tepat waktu.


Pandangan mata Ikbal kembali melihat kearah toko bunga, namun ia tak melihat keberadaan Andre disana.


Ikbal celingak -celinguk mencari kemana perginya Andre, pasalnya baru sekian detik ia membalas pesan singkat istrinya, sosok Andre sudah tidak ada di tempatnya, mau tak mau Ikbal turun dari mobilnya lalu mendatangi toko bunga tempat terakhir ia melihat Andre


"Pagi mba, maaf teman saya yang tadi disini kemana ya? " Tanya Ikbal mengedarkan pandangannya berharap menemukan Andre disana


"Oh, Dia tadi bilang keluar sebentar, dan ini pesanannya sudah siap" ucap si penjual bunga menyerahkan 2 buket bunga dan satu tanaman hias dengan pot unik yang di kemas cantik


Ikbal memandang paperbag yang di sodorkan si penjual bunga, ia menatap bingung


"Sudah di bayar semua kok sama temannya, tadi beliau pesan kalau anda menyusulnya, kami diminta menyerahkannya pada anda" jelas si penjual bunga menerangkan


"Baik mba, makasih ya" ucap Ikbal menenteng pesanan Andre dan ia melihat Andre sudan berdiri di samping mobilnya dengan membawa plastik belanjaan ditangannya


"Loe ya, seneng bener buat temen jantungan tahu-tahu ngilang aja" gerutu Ikbal memasukkan bunga-bunga ditangannya ke dalam mobil


"Udah jangan ngomel aja loe kaya mak-mak kurang piknik, nih" lempar Andre yang ditangkap Ikbal


"Loe nyogok? "


"Kurang lebih, ayo nanti kita telat" ajak Andre langsung nyelonong masuk mobil


"Kalau kita telat itu karena loe" ucap Ikbal langsung tancap gas menuju restoran tempat pertemuan


sampai di restoran itu Andre mengambil 1 buket bunga dan satu lagi tanaman kokodema yg di kemas cantik yang akan ia berikan pada istri Mr Takeda.


Andre menyerahkan buket bunga yang diambilnya tadi pada Ikbal

__ADS_1


"Loe temuin si Vina gih, biar meeting ini gue handle sendiri" ucap Andre tersenyum penuh arti


"Apaan sih loe bro, jangan becanda kita ada meeting penting" tegas Ikbal yang mulai tak mengerti jalan pikiran sahabatnya ini, kali ini Ikbal sudah habis kesabaran pada perjaka tua ini


"Gue gak becanda, itu bini loe lagi nunggu" tunjuk Andre pada seorang wanita yang tak lain adalah istri Ikbal


Pandangan mata Ikbal mengikuti arah mata Andre menunjuk dan menemukan istrinya sedang duduk sendirian, Ikbal menatap Andre tak mengerti


"Udah sana temuin, bawa itu bunga, loe jadi laki ga ada romantisnya. Sengaja tadi gue telepon Vina buat kasih kejutan nah sekarang waktunya loe kasih kejutan sama dia.


" ucap Andre tersenyum lebar


"Tapi kita ada meeting penting, gue gak bisa ninggalin begitu aja" ucap Ikbal ragu


"Kali ini gue yang bebas tugaskan loe, selama ini loe terlalu sibuk sama kerjaan dan tugas-tugas dari gue, sekarang waktunya loe have fun juga sob, cepet temuin Vina, kasian dia udah nunggu" ucap Andre memberi kodw Ikbal menemui Vina


"Thanks bro, loe emang sahabat gue" ucap Ikbal memeluk Andre


"Gue yang makasih banyak selama ini selalu nyusahin loe sob, enjoy ya, gue tinggal dulu" ucap Andre mengangkat sebelah tangannya sambil berjalan menuju private room dimana Mr Takeda dan istrinya menunggu


Nampak Mr, Takeda dengan istrinya serta asisten mereka sudah berada di dalam


"Selamat pagi Mr. Takeda apa kabar, maaf menunggu lama" ucap Andre berjabat tangan dengan akrab


Andre menyerahkan kokodema yang dibelinya pada istri Mr. Takeda membuat wanita itu sangat senang. Andre sudah lama mengenal Mr Takeda dan istrinya karena Mr Takeda kerap kali membawa istrinya serta dalam meeting, pasangan yang romantis walau usia mereka tak muda lagi, namun mereka selalu terlihat bersama di berbagai acara rrsmj maupun non resmi.


Meeting berjalan dengan santai, mereka sambil menyantap hidangan khas jepang, terkadang terdengar istri Mr Takeda yang membahas sesuatu membuat semua tertawa


Dua jam kemudian


"Ok Mr Andre kami tunggu surat perjanjian kerjasamanya" ucap Mr Takeda sebelum pergi


"Baik Mr Takeda nanti saya sendiri yang akan mengantarkan surat perjanjiannya"


"Hahhaa nice, Arigatho, arigatho


oh ya, bawa calon wife juga ya, biar Aiko ada teman juga" ucap Mr Takeda lalu keluar dari private room di ikuti istri dan asistennya


"Baik Mr Takeda, selamat jalan, hati-hati dijalan" ucap Andre sopan

__ADS_1


Setelah mengantar Mr takeda Andre lalu segera berjalan keluar restoran, ia memilih berdiri di tama. depan restoran menanti Sofie datang


Andre melirik jam di pergelangan tangannya, sudah jam dua belas lewat lima belas menit dan perkiraan Andre, Sofie dalam beberapa menit lagi akan tiba di sana


"Apa wanita itu janjian bertemu disini atau malah ia bersama Angga menuju kemari" tanya Andre dalam hati, ia mulai gelisah dan terbakar cemburu


Tak lama wanita pujaannya tersebut datang, ia hanya seorang diri membuat hati Andre tenang.


Andre hendak mendekati Sofie, namun tiba-tiba Angga datang dan berjalan ke arah Sofie


"Sofie" panggil Angga yang ternyata sudah menunggu kedatangan Sofie di dalam mobilnya


Mereka terlihat berjalan beriringan masuk ke dalam restoran.


Andre mendengus kesal, pasalnya ia tak sula dengan keintiman yang ditunjukan rivalnya tersebut, namun Andre harus menahan dirj, karena ia harus memegang komitmennya sendiri bahwa akan bersaing secara adil


Tiba-tiba punggung Andre di tepuk seseorang yang tak lain adalah Ikbal bersama istrinya


"Loe nunggu gue bro? sorry ya lagi gak bilang kalau udab selesai meeting, kamu malah tunggu di table"ucap Ikbal merasa bersalah yang diangguki oleh Vina, istri Ikbal


"Mas Andre makasih ya kejutannya, kami senang" ucap Vina bergelayut manja di tangan Ikbal


"Iya sama-sama, itu gak seberapa di banding jasa mas mu pada perusahaan" ucap Andre membuat Ikbal bangga


"Kalian pulang saja duluan, Ikbal gak usah balik kantor karena saya gak akan balik kantor"


"Lah kalau gue balik, loe sama siapa? " tanya Ikbal bingung


"Gue ada janjian sama Sofie, orangnya udah di dalam" ucap Andre tersenyum kecut


"Semangat bro, gue doain yang terbaik buat loe dan cepet nyusul kami" Ikbal menepuk punggung Andre memberi semangat


"Loe mas, kenapa calonnya gak di kenalkan ke Vina, terus kenapa mas masih diluar? "Vina tak mengerti maksud pembicaraan suami dan sahabatnya itu, wajahnya penuh tanda tanya


"Gue cabut dulu ya bro ngantar ibu negara dulu" ucap Ikbal buru-buru menarik tangan Vina yang masih bingung meninggalkan Andre sendirian di sana


"Massss, kenapa malah kita pergi sih? Vina kan masih mau nanya sama mas Andre, lagian ya, Vina penasaran sama calonnya" cerocos Vina tak terima di seret paksa oleh suaminya


"Kalau kamu masih mau kita bulan madu sebaiknya tutup mulutmu" ucap Ikbal serius, membuat Vina dengan reflek menutup mulutnya sendirk

__ADS_1


"Ih mas nyebelin" protes Vina yang di balas tawa terkekeh Ikbal


"Semoga pengorbanan dan cinta loe Sam Sofie segela berlabuh bro, gue selalu mendoakan loe yang terbaik sahabatku" guman Ikbal memandang Andre dari Kac spion Mobilny sebelum keluar dari halaman parkir restoran


__ADS_2