Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Ngidam Parah III


__ADS_3

"Iya ma, cucu. mama sebentar lagi akan jadi oma" Sofie mengangguk sambil tersenyum.


Wida yang sangat senang hingga tak mampu berkata apa-apa langsung memeluk Sofie menciuminya dan membelai rambut putrinya


"Alhamdulillah sayang, terima kasih ya Allah, engkau telah mengabulkan doa hamba" ucap Wida menitikan air mata


"Nak jika saja kamu masih ada, mungkin anak yang di kandung Sofie adalah anakmu. Tapi mama tetap menganggap anak yang di kandung Sofie cucu mama, keturunan Prakoso. karena Sofie anak mama yang lahir dari hati" gumam Wida dalam hati dan tak henti-hentinya ia bersyukur


Wida menyeka airmatanya, ia tak mau moment bahagianya jadi terganggu karena kesedihannya, ia menunutun Sofie menuju ruang kerja Prakoso


Tok Tok Tok


Wida masuk kedalam ruang kerja Prakoso, dia melihat suaminya tersebut masih sibuk dengan komputer di depannya dan mendelegasikan beberapa tugas pada pak Hendra, dan tidak menyadari jika istrinya masuk tidam seorang diri


Pak Hendra ingin memberitahu namun Wida melarangnya, lalu pak Hendra bergegas keluar ruangan


"Hendra saya belum selesai, mengapa kamu malah pergi?" ucap Prakoso

__ADS_1


"Papa coba lihat siapa yang datang" ucap Wida ketika sudah dekat dengan suaminya.


Prakoso memang orang yang tekun dan serius ketika bekerja, sehingga terkadang lupa waktu dan tidak menyadari keadaan sekelilingnya


Prakoso mendongak dan melihat istrinya dan orang di belakang istrinya


"Ah mama, kenapa gak bilang kalau anak kita berkunjung? gerutu Prakoso


"Sayang kapan kamu datang? " tanya Prakoso menghampiri putrinya


"Baru aja pa, Sofie kangen papa, papa apa kabarnya? sibuk kerja terus, vitamin lupa gak?


"Hahaha, ayo kita makan siang, bau harum opor membuat papa laper" ucap Prakoso menggandeng tangan putrinya


"Jadi, kalau anaknya datang, istrinya dilupain nih? goda Wida memanyunkan mulutnya, Sofie tertawa kecil sambil mengerlingkan mata kearah Prakoso memberi tanda jika mamamya sedang merajuk


"Ayo my angel ku juga, kalian wanita tercantik papa" ucap Prakosi berjalan sambil menggandeng tangan kedua wanita yang sangat bearti bagi hidupnya

__ADS_1


"Ngomong-ngomong kamu kesini mana suamimu sayang? tanya Prakoso celingak celinguk mencari keberadaan mantunya


"Ada pa, di kebun belakang" ucap Sofie santai menyeruput minuman di gelasnya hingga dalam sekejap ludes


"Ngapain Ido dibelakang? trus kamu minum apa itu? kayanya nikmat banget" ucap Prakoso melihat cara minum Sofie sehingga ingin mencoba


"Ido lagi ngambil sesuatu pa, papa mau minuman kaya Sofie? ini enak banget pa, mbok iyah minta tolong dong, Sofie mau lagi satu, papa juga mau katanya, jadi dua ya mbok, tolong ya, makasih"


Mbok Iya yang mendengar permintaan Sofie reflek menelan air liurnya membayangkan betapa assamnya minuman itu, karena Sofie hanya meminta sedikit gula, ia mengira jika itu miniman diet Sofie


Mbok Iyah masih berdiri di tempatnya seperti orang linglung


"Loh mbok Iyah kok malah bengong? mama mau juga gak? tanya Sofie yang di balaa gelengan Wida, sebenarnya Wida tidak tahu apa yang di minum oleh Sofie, namun melihat ekspresi mbok Iyah bisa di pastikan sesuatu yang hanya orang hamil suka, Wida hanyaenahan senyum melihat suaminya ikut-ikutan memesan minuman yang sama dengan putrinya


"Anu tuan, apa tuan yakin sama seperti non Sofie minumnya? tanya mbok Iyah memastikan


"Iya mbok, kami kan kompak, ya kan sayang? buatkan sama seperti putri saya, dan untuk istri saya buatkan teh camomile saja ya mbok, makasih" ucap Prakoso kembali berbincang-bincang dengan Sofie

__ADS_1


"Apa tuan juga lagi diet ya? kok minta minuman yang sama dengan non Sofie.


brrrr asem bener, air liur mbok ngeces ngebayangin asemnya itu minuman, masih kebayang tadi rasanya itu minuman pas lagi cobain, dasar orang mau kurus nyiksa gitu, mending mbok gak usah diet , semox gini mang ujang aja masih nempel kaya prangko, eh kok jadi ngelantur sih" ucap mbok iya bergumam dalam sambil menggelengkan kepalanya


__ADS_2