Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Calon Mertua V


__ADS_3

"Apa kamu tidak bisa sedikit saja menghargai cintaku, walau kamu belum bisa menerima aku sepenuhnya, setidaknya kamu bisa melihat perjuanganku selama ini" ucap Andre di liputi kemarahan, ia berjalan keluar rumah Sofie menuju kendaraan nya


Sofie berlari mengejar Andre, ia memeluk Andre dari belakang dan menangis terisak


Andre yang mendengar wanita yang di cintainya menangis menjadi melunak hatinya, amarah nya sedikit demi sedikit hilang


ia berbalik badan dan memeluk Sofie erat.


Andre menyadari satu hal, bahwa wanita ini kini mencintai nya juga


"Sudah jangan menangis, mas tidak bisa melihat kamu menangis sayang" ucap Andre mengecup kening Sofie menenangkan


"Mas akan membuat kamu mencintai mas, sebesar cinta mas sama kamu, walau saat ini kamu belum bisa menerima mas sepenuhnya, setidaknya beri mas kesempatan ya" Andre membelai lembut rambut panjang Sofie


"Sofie sayang mas, Cup" sebuah kecupan kilat mendarat di pipi Andre lalu Sofie berlari masuk ke dalam rumah orangtua nya


Andre yang terkejut tak percaya akan yang di lakukan oleh wanita tersebut, ia memegang pipi nya sendiri di mana beberapa detik lalu mendapat kecupan dari wanita yang sangatbdi cintai nya itu, hatinya berbunga-bunga, perasaan kesalnya hilang entah kemana yang ada kini senyum lebar yang terpampang menghiasi wajah tampan Andre.


"Apa aku sedang tidak bermimpi? " tanya Andre pada dirinya sendiri, ia lalu mencubit tangannya


"Sakit...., ini bukan mimpi" gumam nya lalu berjalan menyusul Sofie masuk ke dalam rumah orangtua Sofie


"Dengan rambu hijau dari Sofie, maka semangatku makin menggebu ingin segera menjadikan dia hanya milik ku tak peduli seberat apapun rintangan yang akan aku hadapi, asal dia mau menungguku, aku akan berusaha mendapat restu itu" ucap Andre mendekati Sofie yang duduk pura-pura sibuk dengan ponselnya.


Cup


Sebuah kecupan mendarat di wajah Sofie, membuat Sofie terkejut dan melotot


"Masssss"


"Iya? " jawab Andre santai seolah tak melakukan sesuatu yang salah


"Mas ih, bagaimana kalao bapak sama ibu lihat"


"Biar mereka langsung merestui kita" jawab Andre santai

__ADS_1


"Yang ada kamu diusir sama bapak tau? main nyosor anak nya"


"Tinggal bilang aja kalau tadi kamu duluan yang mencuri cium ke wajahku" Andre tersenyum lebar melihat wajah Sofie yang memerah menahan malu


"Mas, ih nyebelin" ucap Sofie meninggalkam Andre yang tertawa kecil melihat wanita pujaan nya bersemu merah, menambah kecantikan alami nya.


Sejak pertama melihat Sofie, Andre sudah terkesimak dengan kecantikan natural Sofie yang selalu tampil apa adanya dengan make up tipis dan pembawaan riangnya


Namun harus Andre akui sejak kepergian kekasihnya, sifat riang Sofie sedikit berkurang, seperti terbawa pergi, terkubur bersama jasad kekasihnya.


Kini Sofie terlihat lebih matang, dewasa dan bijak, membuat kecantikan nya terpancar dari dalam dan luar.


Andre masih berkutat dengan ponselnya hingga Sofie datang membawa kelapa muda dan cemilan diatasnya


"Mas diminum dulu, ini baru di petik"


"Kamu petik kelapa? " tanya Andre terkejut


"Ih bukan lah, bapak yang petik tadi, seperti nya bapak menyukaimu, tapi masih menjaga jarak karena ia ingin melihat kesungguhan mas"


"Tentu saja aku yakin mas, aku lebih mengenal orangtuaku, mereka menyukaimu, Kalau ibu memang menyerahkan semua keputusan padaku, tapi bapak biar bersikapnseolah-olah tegas dan dingin, beliau pasti menaruh sedikit kepercayaan pada mas, buktinya bapak sampe rela naik pohon kelapa demi calon mantu nya"


"Jadi apa kamu juga mau segera aku nikahi? "


"Apa sih mas"ucap Sofie memukul dada bidang Andre


"Eheeemm ehemmm" entah sejak kapan Bim sudan berada di ruang tamu, sontak Sofie dan Andre sama-sama langsung menjauh dan salah tingkah


"Kamu di panggil ibumu ke dapur nak" ucap Bim sambil memicingkan matanya menatap tajam ke arah Andre


Sofie langsung bergegas menuju dapur tanpa menoleh lagi


"Kayanya gue bakal di godog sama nih camer, sabar-sabar" gumam Andre tang melihat Bim kembali duduk di depan nya dengan aura dingin dan tegas


"Kamu menyukai anak saya? "

__ADS_1


"Iya om"


"Seperti kata saya sebelumnya, saya tidak melarang, tapi saya juga belum merestui kamu dekat dengan anak saya.


Terlebih besan saya hendak menjodohkan putri saya dengan anak sahabatnya, dan kamu perlu tahu bahwa saya tidak keberatan dengan perjodohan itu, bukan berarti saya setuju.


Selama anak saya yakin dan percaya pada pilihannya, saya orangtua hanya bisa setuju dan mendoa kan yang terbaik untuk masa depan nya.


Tapi bila pria itu berani menyakiti putri saya maka dengan nyawa saya siap berkorban membela putri saya.


Kamu mengerti maksud saya? "


"Iiya om.. "


"Bagus, jadi jika kamu mau mundur, maka segeralah sekarang, namun jika kamu terus maju, maka tak ada jalan untuk munduru kembali"


"Saya mengerti om, saya mencintai anak om, dan saya akan menunjukkan itu"


"Apa kamu pikir saya akan menyerahkan anak saya semudah itu padamu, jangan terlalu tinggi bermimpi"


"Saya tidak berharap om seperti itu, tapi om akan liat kesungguhan saya nanti"


"Baik, saya menantikan"


"Bisa main catur? " tanya Bim lagi


"Bisa sedikit om"


"Temani saya main catur sambil menunggu makan siang siap" ucap Bim mengambil papan catur dari bawah meja dan menata nya.


Bagi Andre menghadapi calon mertua lebih tegang dan menyusahkan di bandingkan menghadapi klien.


Dari kejauhan Sofie mengintip kedua pria yang ia cintai sedang beradu otak dan stategi.


Ia tersenyum lebar ketika tak sengaja Andre melihat ke arahnya

__ADS_1


"Semangat" ucap Sofie tanpa suara


__ADS_2